Sukses

Lewat Video dan Paduan Suara, Korut Ancam Serang AS dengan Misil

Liputan6.com, Pyongyang - Di sebuah gedung teater -- yang sejauh ini satu-satunya di Pyongyang-- terpampang layar lebar. Di atas panggung, tak hanya layar, ada juga belasan pria berseragam. Ini adalah sebuah bagian acara perayaan ulang tahun pendiri bangsa Korea Utara Kim Il-sung.

Para tentara itu tidak sedang baris berbaris melainkan menyanyikan lagu-lagu patriotik Korea Utara. Dan layar lebar itu tidak menyiarkan sejarah Kim Il-sung, melainkan memutar sebuah video yang memperlihatkan misil dan senjata-senjata menghancurkan musuh-musuh Korut, terutama Amerika Serikat.

Dikutip dari News.com.au, Kamis (20/4/2017), pertunjukan itu mendapat sambutan meriah dari para undangan. Termasuk pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Dalam pertunjukan itu, para tentara bernyanyi lagu-lagu patriotik. Sementara, di belakang mereka video bagaimana misil Korut menghancurkan para musuh.

Berikut video ancaman Korut ke AS yang disampaikan lewat sebuah pertunjukan:

Terlihat beberapa misil meluncur di langit, melewati Samudra Pasifik dan meledak di AS. Video berakhir dengan bendera AS terbakar dan sejumlah peti mati dan bunga mawar di atas berjejer rapi.

"Ketika pertunjukkan itu berakhir seluruh pemain di atas panggung berteriak 'hore!'," tulis KCNA, media corong Kim Jong-un.

TV pemerintah memperlihatkan Kim senyum dan melambaikan tangannya.

"Dear Supreme Leader melambaikan tangannya dan mengucapkan selamat kepada para artis di panggung," lanjut KCNA.

Pejabat Korut mengatakan pada Februari lalu mereka sukses melakukan uji coba tipe baru misil balistik jarak menengah, Pukguksong-2.

Dan pada parade Sabtu 15 April, Korut pamer sejumlah misil balistik. Lalu, sehari sesudahnya, mereka melakukan uji coba misil, namun gagal. Meski demikian, dunia internasional mengecam langkah itu.

Korea Utara secara reguler kerap mengancam akan menghancurkan Amerika Serikat. Hal itu membuat tensi di Semenanjung Korea panas. Sejauh ini kedua negara telah melemparkan pernyataan keras satu sama lain dan mengancam akan menggelar perang nuklir.

Wakil Presiden AS, Mike Pence dalam perjalanannya ke Asia secara berulang megnatakan, 'masa kesabaran' AS dengan Korut telah usai. Ia juga akan bersiap melakukan serangan kapan saja jika Korea Utara masih keras kepala.

Artikel Selanjutnya
Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Mahasiswa AS Eks Tahanan Korut
Artikel Selanjutnya
Arsip Rahasia Kuak Plot Para Pendukung Fanatik Nazi di Chile