Sukses

Datang ke Indonesia, Wapres Donald Trump Bicara Soal Freeport?

Liputan6.com, Jakarta Sehari setelah pehelatan Pilkada Jakarta, tepatnya pada 20 April 2017, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dijadwalkan akan berkunjung ke Tanah Air. Indonesia adalah salah satu dari empat negara yang jadi prioritas kunjungan Deputi Donald Trump itu di Asia Pasifik, selain Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

Seperti dikutip dari VOA News, Sabtu (15/4/2017), kunjungan di Korea Selatan dilakukan pada saat keadaan di semenanjung itu semakin tegang akibat program nuklir dan misil Korea Utara.

Ini adalah lawatan resmi pertama Pence ke kawasan Asia Pasifik. Ia dijadwalkan akan bertemu dengan pemimpin-pemimpin setempat membicarakan soal aliansi militer, perdagangan dan ekonomi.

Dalam keterangan kepada VOA Siaran Bahasa Indonesia, sekretaris pers wakil presiden Marc Lotter menyebut sejumlah alasan Pence berkunjung ke Indonesia.

"Indonesia adalah negara demokrasi dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Presiden Donald Trump dan Amerika memahami Indonesia adalah mitra berharga dalam bersikap teguh memerangi terorisme, ideologi kekerasan ekstremis dan juga mitra berharga dalam perdagangan."

"Jika dilihat wakil presiden itu singgah di Indonesia dalam lawatan resmi pertamanya ke Asia Pasifik, saya pikir itu mengirim pesan sangat kuat tentang kokohnya kemitraan kami dengan Indonesia, dan kami ingin melihat kemitraan itu terus tumbuh dan berkembang."

Ada kemungkinan sewaktu berada di Jakarta, Pence akan membicarakan perintah eksekutif Presiden Trump tentang penyelidikan 90 hari -- mengapa Amerika mengalami defisit dalam perdagangan dengan 16 negara termasuk Indonesia.

"Presiden Trump sudah menandaskan ia menghendaki perdagangan yang bebas, adil dan imbang dengan semua mitra di seluruh dunia," kata Lotter.

Perintah eksekutif itu mengarahkan pemerintah untuk mencari sebab-sebab terjadi defisit itu. Apabila sebabnya diketahui, barulah kemudian dicari cara mengatasinya dalam pembicaraan dagang di masa depan.

Juga ada kemungkinan disinggung sengketa yang melibatkan perusahaan tambang emas Freeport.

"Saya tidak akan terkejut jika sengketa itu dibicarakan secara umum," kata Lotter.

"Salah satu yang penting dari sudut pandang Amerika ialah memastikan agar perusahaan-perusahaan Amerika dan jelasnya semua perusahaan diperlakukan dengan adil," tambahnya.

Tindakan Presiden Trump di bidang imigrasi dan larangan perjalanan ke Amerika dari enam negara Muslim ada kemungkinan dibicarakan dengan pemimpin-pemimpin Indonesia.

Walaupun Indonesia yang penduduknya umumnya Muslim tidak termasuk dalam daftar negara yang terkena larangan itu, para pemimpin Indonesia menyatakan ketidaksenangan mereka dengan larangan tersebut yang sejauh ini dibekukan oleh pengadilan di Amerika.

Lawatan Mike Pence ke Korea Selatan menyusul peluncuran misil balistik oleh Korea Utara tanggal 5 April. Misil itu jatuh ke laut di lepas pantai timur Korea Utara dan menyulut keluarnya peringatan dari Presiden Trump bahwa Amerika akan bertindak secara sepihak untuk menghentikan tindakan agresi Korea Utara.

Peluncuran itu adalah yang terbaru dari serangkaian percobaan misil dan nuklir yang dilakukan Korea Utara dalam dua tahun terakhir. Lawatan itu juga kesempatan bagi Pence untuk membicarakan keputusan Presiden Trump menarik Amerika keluar dari perjanjian Trans Pacific Partnership (TPP) yang anggotanya termasuk Australia dan Jepang.

Artikel Selanjutnya
Bahas Terorisme, Donald Trump Undang PM Najib ke AS
Artikel Selanjutnya
Menhan Tepis Ancaman Embargo Amerika terkait Pembelian Sukhoi