Sukses

16-4-2007: WNI Jadi Korban Penembakan Brutal di Virginia Tech

Liputan6.com, Virginia - Hari ini, 16 April pada tahun 2007, terjadi peristiwa yang menjadi salah satu daftar tragedi penembakan brutal paling tragis dalam sejarah Amerika Serikat.

Seorang mahasiswa asal Korea Selatan melakukan penembakan membabi buta di kampus Politeknik Negeri Virginia atau Virginia Tech.

Kejadian terjadi pada pagi hari. Pelaku bernama Seung Hui Cho, mahasiswa senior jurusan Sastra Inggris, memulai aksinya di tempat kos mahasiswa. Ia menembaki 2 orang temannya, satu pria dan satu perempuan, hingga tewas.

Kemudian mahasiswa tingkat akhir itu berlari masuk ke kampus sambil membawa senjata. Di situlah pembantaian dimulai. Ia masuk ke kelas satu per satu dan menembaki siapa pun yang berada di dalamnya.

Cho juga melepaskan peluru ke siapa saja yang berada di sekitar kampus. Selama 10 menit peluru-peluru dihempaskan. Hingga akhirnya pemuda berusia 23 tahun itu mengentikan aksinya dengan cara bunuh diri.

Polisi menemukan sejumlah 2 buah senjata api dari tangan Cho: senjata api peluru 9mm dan pistol berkaliber 22, serta ribuan peluru. Demikian seperti dimuat History.com.

Total korban tewas mencapai 32 orang, 27 di antaranya adalah mahasiswa kampus Virginia dari 5 fakultas. Selain itu, 17 civitas akademika lainnya mengalami luka-luka.

Duka mendalam menyusul penembakan massal di Virginia Tech (AP)

Seorang warga negara Indonesia, mahasiswa program S3 Universitas Virginia Tech, Partahi Lumbantoruan, juga menjadi korban dalam insiden penembakan tersebut.

Pria 34 tahun dari Medan, Sumatera Utara itu adalah mahasiswa doktoral di Fakultas Teknik Sipil.

Dua hari kemudian, kantor berita NBC News menerima paket yang dikirim dari Chen beberapa hari sebelum ia melakukan aksinya. Paket itu berisi foto dan video berisi curahan hati kekesalan tentang anak-anak kaya dan bandel di kampusnya.

Sementara itu, menurut teman sekelasnya, Cho adalah seorang yang pendiam dan penyendiri. Dari paket foto dan video juga diketahui bahwa Cho kesal dengan tugas kuliah. Pelaku juga diketahui memiliki sedikit gangguan kejiwaan.

Pada tahun 2011, Kampus Virginia Tech ini dikenai denda oleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat lantara lalai dalam mengantisipasi penembakan yang dilakukan Cho. Seharusnya pihak kampus segera mengamankan area setelah ada penembakan di kos Cho yang berada di dekat gedung universitas.

Pihak kampus sebenarnya telah mengirimkan email peringatan ke mahasiswa dan dosen untuk berhati-hati sebelum kejadian. Tapi menurut otoritas pendidikan, pesan dalam email tersebut kurang jelas.

Sejarah lain mencatat pada 16 April 2014, kapal Sewol di dekat Pulau Jindo, Korea Selatan tenggelam, menewaskan 304 orang. Sebagian besar korban adalah pelajar sekolah tingkat menengah yang hendak berdarmawisata.

Artikel Selanjutnya
Insiden Penikaman Membabi Buta Terjadi di Rusia, 8 Orang Luka
Artikel Selanjutnya
Kepolisian Finlandia Tangkap Terduga Pelaku Penusukan Massal