Sukses

15-4-2014: 200 Siswi Nigeria Diculik dan Diancam Jadi Budak

Liputan6.com, Chibok - Hari ini tiga tahun silam, terjadi penculikan massal anak perempuan di Nigeria. Sekelompok orang menyerang sebuah sekolah dan membawa murid-murid perempuan yang ada di dalamnya.

Lebih dari 200 anak perempuan diculik kelompok militan Boko Haram pada 14 April 2014 pukul 23.00 hingga 15 April dini hari.

Sekolah putri milik pemerintah di Chibok, Nigeria diterobos, para penjaganya ditembak. Associated Press melaporkan, sejumlah siswi dibawa pergi dengan menggunakan truk, diduga ke hutan Sambisa.

Rumah warga di Chibok juga dibakar dalam insiden tersebut.

Sebenarnya sekolah tengah ditutup selama empat minggu sebelum penculikan terjadi, karena situasi keamanan yang semakin memburuk. Tetapi para siswi tetap bersekolah untuk mengikuti ujian akhir fisika pada hari kejadian.

Laporan awal menyebutkan sebanyak 85 siswi diculik dalam insiden tersebut.

Pada 19-20 April, pihak militer mengeluarkan pernyataan yang menginformasikan, lebih dari 100 dari 129 gadis yang diculik telah dibebaskan. Namun, pernyataan itu ditarik kembali, dan pada tanggal 21 April, para orang tua melaporkan bahwa 234 putrinya menghilang.

Sekitar 30 sampai 50 orang siswi berhasil kabur dari para penculik.

Pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau mengancam akan menjual ratusan gadis tersebut sebagai budak.

Dunia Turun Tangan

Kasus penculikan sekitar 200 gadis oleh Boko Haram di Nigeria menuai simpati dari sejumlah negara besar dunia. Presiden Prancis Francois Hollande menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pertemuan khusus membahas operasi militer melawan Boko Haram.

"Kepada Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, saya mengusulkan untuk mengadakan pertemuan dengan negara-negara yang berbatasan dengan Nigeria," ujar Hollande dalam kunjungannya di Azerbaijan pada 11 Mei 2014.

"Bila sejumlah negara terkait setuju, pertemuan akan berlangsung Sabtu (17 Mei)," imbuh Hollande. Pertemuan puncak diharapkan akan dihadiri oleh kepala negara antara lain dari Nigeria, Benin, Kamerun, dan Chad.

Amerika Serikat juga mengirim tim militer, penegak hukum dan lembaga-pembaga lain guna membantu menemukan para siswi Nigeria itu. Perdana Menteri Inggris David Cameron pun berjanji membantu menemukan para korban.

Kecaman juga diungkapkan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama kala itu. Istri Presiden Barack Obama ini meluapkan kemarahannya kepada Boko Haram.

"Apa yang terjadi di Nigeria bukan peristiwa lokal di negara tersebut tapi sudah menyita perhatian dunia. Ini seperti cerita yang kita lihat setiap hari di mana anak perempuan mempertaruhkan kehidupannya untuk mencapai cita-cita," jelas Michelle.

Kini, tiga tahun setelah penculikan biadab itu dilakukan, belum semua korban berhasil pulang.

Pada tanggal yang sama setahun sebelumnya, 15 April 2013, 2 bom meledak di garis finish lomba maraton Boston. Insiden itu menelan 3 nyawa dan melukai 264 orang.

Sementara pada 15 April 1923, tercatat sebagai momen saat insulin dipublikasikan bisa digunakan para penderita diabetes.