Sukses

Kisah Pangeran Kejam yang Membunuh 40 Ribu Orang

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pangeran dikenal dalam sejarah karena telah membunuh setidaknya 40 ribu orang. Perilakunya pun menjadi sumber ilham film-film horor.

Vlad III adalah Pangeran Wallachia antara 1448 dan 1477. Ia lahir di Sighisoara, sebagai putra kedua dari Vlad Dracul, penguasa Wallachia sejak 1436.

Dalam bahasa Romania, kata Dracul berarti "Dragon" atau Naga. Nama Dracul diperoleh setelah Vlad Dracul menjadi anggota Order of the Dragon.

Sementara itu, kata "Dracula" yang sekarang sering kita kaitkan dengn nama vampir sebenarnya merupakan julukan bagi Vlad III selama beberapa abad lamanya.

Dikutip dari The Vintage News pada Jumat (14/4/2017), dalam bahasa Romania modern, kata Dracula sekarang berarti “si iblis” karena reputasi buruk selama masa hidupnya.

Nama julukan "Vlad Dracul the Impaler" berkaitan dengan cara kegemarannya ketika menghukum mati seseorang dengan cara "impalement" -- itu ketika terhukum ditusuk tiang runcing mulai dari liang dubur hingga ubun-ubun.

Proses hukuman mati seperti itu tergolong sebagai hukuman paling keji dalam sejarah. Ketika terhukum ditusuk dengan tiang runcing atau tombak, kadang-kadang tubuh terhukum menjadi terbelah sebagian atau seluruhnya.

Vlad Dracul diduga menikmati menghukum orang-orang yang dianggap mengkhianatinya dengan cara ini. Kisah-kisah tentang kebengisannya sudah terdengar sejak ia menjadi penguasa Wallachia. Ia diduga telah membunuh lebih dari 40 ribu orang selama masa kekuasaannya.

Di sisi lain, ia dianggap sebagai pahlawan nasional sekaligus tirani sejati karena selalu menghukum para penjahat dan kalangan aristokrat yang tidak patriotik sehingga memperokoh pemerintah pusat.

Vlad dibunuh pad 1477. Pada faktanya, banyak pihak menanggapnya sebagai pembunuh berantai. Tapi, menurut para ahli sejarah Romania, ia adalah salah satu penguasa terhebat Romania.

Menara Chindia di Romani mulai dibangun pada masa kekuasaan Vlad III dan sekarang menyimpan benda-benda bersejarah terkait Vlad Dracul. (Sumber Wikimedia/AlinaGheboianu)

Alecandru Dimitrie Xenopol, salah satu ahli sejarah yang pertama kali membenarkan tindakan teror oleh Vlad, berpendapat bahwa tindakan-tindakankejamnya adalah satu-satunya cara menghentikan perkelahian internal di antara kalangan aristokrat.

Seorang ahli sejarah Romania bernama Constantin C. Giurescu mengatakan, "Penyiksaan dan hukuman mati yang diperintahkan oleh Vlad bukan dari awang-awang, tapi selalu ada alasannya, dan seringkali dalihnya demi negara."

Ada banyak buku yang dituliskan tentang Vlad dan laku keras, terutama di daerah-daerah berbahasa Jerman dan Rusia. Orang membeli buku-vuku itu karena perilaku keji dan deskripsi yang terinci.

Bahkan, karena kekejaman dan nama julukan yang diberikan oleh ayahnya, Vlad III juga menjadi ilham penciptaan tokoh dalam novel "Dracula" (1897) karya Bram Stoker.

Artikel Selanjutnya
6 Kisah Mengenaskan Selebritas yang Terkuak Setelah Kematiannya
Artikel Selanjutnya
7 Horor yang Mengerikan Jika Kutub Utara dan Selatan Berputar