Sukses

12-4-1975: Horor Khmer Merah, AS Evakuasi 276 Orang dari Kamboja

Liputan6.com, Phnom Penh - Pada 12 April 1975, Amerika Serikat memutuskan untuk menarik seluruh personel yang tersisa di kedutaan besar mereka di Phnom Penh, Kamboja. Langkah ini diambil seiring dengan semakin dekatnya pasukan Khmer Merah ke jantung ibu kota negara tersebut.

Duta Besar AS untuk Kamboja kala itu Gunther Dean adalah orang yang mendesak agar evakuasi dimulai paling lambat 12 April.

Maka 12 April pagi pukul 08.50 waktu setempat, 276 orang diungsikan menggunakan 30 helikopter yang mendarat di sebuah lapangan sepak bola di dekat kedutaan. Mereka yang diangkut termasuk di antaranya 159 warga Kamboja yang bekerja untuk Amerika.

Wartawan asing yang meliput perang saudara antara komunis Khmer Merah dengan pemerintah Kamboja juga ikut diterbangkan keluar dari negara itu. Evakuasi berjuluk 'Operation Eagle Pull' itu dikhawatirkan akan mendapat serangan dari Khmer Merah, karena itulah lebih dari 300 pasukan marinir ditugaskan berjaga di lapangan.

Proses evakuasi berlangsung lancar tanpa korban. Para pengungsi diterbangkan ke USS Okinawa dan USS Hancock di Teluk Thailand.

Evakuasi juga mengangkut sejumlah pejabat penting Kamboja, termasuk pelaksana tugas presiden Saukham Khoy. Sementara itu, Perdana Menteri Long Boret dikabarkan tetap berada di Phnom Penh.

Keputusan PM Long Boret untuk tetap tinggal mengejutkan. Kelompok Khmer Merah mengancam akan menghabisinya. Dan benar saja, Long Boret dieksekusi.

Di benua Amerika, tepatnya di Washington, Presiden Gerald Ford menjelaskan peristiwa evakuasi ini. Ford mengatakan, ia mengambil keputusan dengan 'berat hati', namun tetap harus dijalankannya demi menjamin keamanan warga Amerika yang telah 'melayani dengan gagah berani'.

Penarikan staf Amerika ini mengakhiri kekalahan memalukan AS selama lima tahun terlibat dalam perang sipil Kamboja. Pada rentang 1970-1973, AS mengebom Kamboja demi menghentikan musuhnya, Vietnam Utara, menjadikan negara itu sebagai basis.

Selang beberapa hari sesudah proses evakuasi, tepatnya pada 16 April pemerintah Kamboja menyerah kepada Khmer Merah. Di hari berikutnya, yaitu 17 April, pasukan Khmer Merah memasuki Phnom Penh.

Segera setelah menguasai ibu kota, Pol Pot, pemimpin Khmer Merah melakukan langkah pertama untuk mewujudkan visinya, yaitu sebuah utopia agraria. Pria yang terlahir dengan nama Saloth Sar tersebut memaksa jutaan orang meninggalkan wilayah perkotaan dan menjadi petani. Demikian seperti dilansir BBC.

Reformasi Pol Pot menyebabkan kematian setidaknya 1,7 orang, sebagian dari mereka dieksekusi. Namun ada pula yang meninggal karena penyakit dan kelaparan.

Belum lama Pol Pot memerintah, Kamboja diserang oleh musuh lamanya, Vietnam. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1979 dan berujung pada 'bubar'nya pemerintahan Khmer Merah.

Namun Pol Pot dan segelintir pengikutnya masih beroperasi di dekat perbatasan Kamboja-Thailand. Tahun 1991 disepakati sebuah perjanjian damai PBB yang mengakhiri perang saudara di Kamboja.

Pol Pot meninggal April 1998 setelah sebelumnya ia dihukum menjadi tahanan rumah seumur hidup oleh 'pengadilan rakyat' pada tahun 1997.

Dalam peristiwa bersejarah lainnya, tepatnya 12 April 1945, Presiden ke-32 Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt (FDR) meninggal. FDR yang merupakan presiden terlama sepanjang sejarah AS berpulang karena menderita pendarahan otak.

Kabar kepergian FDR terjadi tiga bulan setelah pelantikannya untuk masa jabatan keempat. Wakil presiden, Harry Truman pun segera dilantik sebagai pengganti FDR.

Rusia mencatatkan sejarah tersendiri pada 12 April 1961. Kosmonot mereka yang bernama Yuri Alekseyevich Gagarin atau lebih dikenal dengan nama Yuri Gagarin menjadi manusia pertama yang terbang selama 108 menit ke angkasa luar dengan pesawat roket Vostok 1.

Gagarin menerima banyak penghargaan dan medali kehormatan baik dari dalam dan luar negeri, termasuk 'Hero of the Soviet Union'. Pada tahun 1961, ketika Presiden Sukarno mengunjungi Uni Soviet, sang kosmonaut dianugerahi Medali Mahaputra.

Artikel Selanjutnya
Perangi Al-Shabab, AS Kirim Pasukan ke Somalia
Artikel Selanjutnya
15 April 1969, Tanggal Keramat Korut Tembak Jatuh Pesawat AS