Sukses

Jus hingga Tiramisu, 10 Jenis Makanan Ini Bahaya Bagi Ibu Hamil

Liputan6.com, Jakarta - Seorang wanita yang sedang hamil sudah seharusnya menjaga asupan makanan. Bukan hanya karena keperluan gizi, tapi juga untuk menghindari risiko buruk terhadap ibu dan bayinya.

Selama ini, wanita hamil lazimnya dianjurkan menghindari keju lembek, telur mentah, dan alkohol.

Namun demikian, seperti dikutip dari Daily Mail pada Sabtu (8/4/2017), ahli nutrisi Dr. Emma Derbyshire di Inggris mengungkapkan bahwa ada beberapa makanan sehari-hari lain yang dianggap mengkhawatirkan.

Berikut ini 10 jenis makanan tersebut, yang baiknya dihindari selama kehamilan:

1 dari 11 halaman

1. Jus sayur atau jus buah tanpa pasteurisasi

(Sumber Wikimedia/Patrick Geltinger)

Seorang wanita hamil mungkin menyangka sedang melakukan kebaikan bagi diri serta bayinya dengan meminum jus buah dan sayuran. Tapi, jika tanpa pasteurisasi, jus itu malah bisa berbahaya.

Buah dan sayuran yang tanpa pasteurisasi mengandung bakteri yang bisa membahayakan orang yang sistem kekebalan tubuhnya sedang melemah, termasuk wanita hamil.

2 dari 11 halaman

2. Krim Pate (dari daging atau sayuran)

(Sumber Wikimedia/Nillerdk)

Ketika sedang hamil, hindarilah mengoleskan krim pate pada roti. Alasannya karena olesan itu mengandung bakteri yang dikenal sebagai dengan Listeria monocytogenes.

Mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri itu bisa menyebabkan listeriosis, yang gejalanya mirip flu. Kadang-kadang disertai muntah dan diare.

Penyakit itu berpotensi amat membahayakan selama kehamilan, meningkatkan risiko keguguran dan sejumlah penyakit pada bayi yang baru lahir.

Mungkin malah lebih aman mengganti olesan itu dengan salmon asap.

3 dari 11 halaman

3. Kecambah Alfalfa

(Sumber Wikimedia/Buelldm)

Selagi hamil, hindari menambahkan kecambah sayur ini ke dalam tumisan. Benih jenis alfalfa juga merupakan tempat berkumpulnya bakteri.

Beberapa jenis bakteri antara lain Salmonella, Listeria, dan E. coli kerap bercokol di kecambah itu. Tidak ada cara masak yang bisa benar-benar menjamin pemusnahan bakteri-bakteri itu, cukup dihindari saja.

4 dari 11 halaman

4. Melon Kantalup

(Sumber Wikimedia/Piotr Kuczynski)

Kantalup adalah jenis melon kulit keras yang telah dibudidayakan. Kandungannya 90 persen air, 9 persen karbohidrat, dan 1 persen protein serta lemak, tapi bakteri Listeria monocytogenes bercokol di kulitnya yang bergurat.

Jadi, kalau tidak mencuci kulitnya, tanpa kita sadari bisa saja meningkatkan risiko keguguran.

5 dari 11 halaman

5. Hot Dog Dingin

(Sumber Wikimedia/bryce_edwards)

Bagi seorang wanita yang doyan dengan hot dog yang telah dimasak untuk dicocol dengan saus tomat dan mustard, pikirkan ulang kudapan itu ketika hamil. Sosis di makanan itu bisa juga menjadi sumber Listeria monocytogenes.

Sosis siap saji itu harus dipanaskan lagi pada suhu tinggi sekitar 60 derajat Celcius agar membunuh bakterinya. Seringkali, dipanaskan pun masih belum ampuh, jadi hindari saja.

6 dari 11 halaman

6. Salami Atau Pepperoni

(Sumber Wikimedia/MOs810)

Daging merah bebas lemak memang menjadi sumber penting bagi protein bermutu tinggi, zat besi mudah cerna dan vitamin B12. Tapi wanita hamil dianjurkan menghindari makan sosis jenis salami atau pepperoni.

Dua jenis itu mengandung zat pengawet yang disebut nitrat dan dapat membahayakan tumbuh kembang janin. Kadar garamnya pun sangat tinggi, sehingga bisa membahayakan ibu dan bayi.

7 dari 11 halaman

7. Saus Hollandaise

(Sumber Wikimedia/Mark James Miller)

Saus khas Belanda itu memang enak untuk mendampingi pucuk sayur asparagus, tapi bukan sesuatu yang baik semasa kehamilan.

Saus itu biasanya dibuat dengan kuning telur mentah sehingga meningkatkan risiko penularan Salmonella yang berpotensi sangat membahayakan wanita hamil.

Waspadalah juga dengan sejumlah olahan yang menggunakan telur mentah seperti eggnog, es krim buatan rumahan, dan mayonnaise.

8 dari 11 halaman

8. Tiramisu

(Sumber Wikimedia/Markus Mitterauer)

Kalau bicara soal telur mentah dan risiko Salmonella, maka beberapa makanan penutup (dessert) populer juga harus dihindari.

Misalnya tiramisu, meringue, dan mousse. Jadi, kalau sedang makan di luar rumah saat hamil, carilah pilihan yang lain untuk makanan penutup.

9 dari 11 halaman

9. Tuna

(Sumber Wikimedia/Chensiyuan)

Tuna boleh saja disantap ketika sedang hamil, asalkan tidak terlalu banyak. Sebaiknya tidak lebih dari dua steak tuna yang beratnya masing-masing 140 gram setiap minggu. Atau 4 kaleng tuna ukuran 140 gram per minggu.

Alasannya, tuna bisa saja mengandung air raksa (mercury) yang dapat mengganggu perkembangan sistem syaraf janin.

Jika tetap menyantapnya, lebih baik tuna segar daripada yang kalengan. Karena proses pengalengan membuang asam lemak omega-3 yang bermanfaat.

10 dari 11 halaman

10. Liquorice

(Sumber Wikimedia/cyclonebill)

Manisan batangan alot ini bisa dalam bentuk yang manis berwarna hitam atau dalam bentuk teh, Licorice (Glycyrrhiza glabra) mengandung zat aktif glycyrrhiza.

Beberapa penelitian menengarai bahwa ketika dikonsumsi dalam masa kehamilan, zat itu dapat meningkatkan risiko bayi lahir layu. Walaupun belum diketahui mengapa bisa demikian. Tapi, lebih baik menghindari risiko dan menahan diri selama 9 bulan.

Artikel Selanjutnya
Bahaya, Tren Camilan Manis untuk Anak Terus Meningkat
Artikel Selanjutnya
5 Minuman Sehat yang Tak Kalah Segar dari Soda