Sukses

Pertama Kali, Ilmuwan Temukan Atmosfer di Planet Mirip Bumi

Liputan6.com, Keele - Untuk pertama kalinya, ilmuwan mengklaim menemukan keberadaan atmosfer di sebuah planet mirip Bumi bernama GJ 1132b. Planet tersebut berukuran 1,4 kali lebih besar dibanding planet kita dan berjarak 39 tahun cahaya.

Menurut studi yang dipublikasi di Astronomical Journal, GJ 1132b diselimuti lapisan tebal gas yang diduga tersusun oleh air atau metana, ataupun campuran keduanya.

Meski memiliki atmosfer, namun kemungkinan besar planet tersebut tak dapat dihuni oleh makhluk hidup karena suhu di permukaannya mencapi 370 derajat Celcius.

"Berdasarkan pengetahuan saya, suhu terpanas yang bisa dihuni oleh makhluk hidup di Bumi adalah 120 derajat Celcius dan suhu tersebut jauh lebih rendah dibanding planet ini," ujar pemimpin peneliti dari Keele University, Dr John Southworth, seperti dikutip dari BBC, Jumat (7/4/2017).

Planet GJ 1132b pertama kali ditemukan pada 2015 dan terletak di belahan selatan konstelasi Vela. Meski memiliki ukuran yang serupa dengan Bumi, bintang tempatnya mengoorbit bersuhu lebih rendah dan redup dibandingkan Matahari.

Melalui teleskop di European Southern Observatory di Chile, para peneliti dapat mempelajari GJ 1132b dengan mengamati bagaimana planet tersebut menghalangi cahaya dari bintang tempatnya mengorbit.

"Itu membuat bintang terlihat lebih redup -- dan merupakan cara paling baik untuk menemukan planet yang melakukan transisi," ujar Southworth.

Molekul yang berbeda di atmosfer planet, menyerap cahaya dengan cara berbeda. Hal tersebut memungkinkan ilmuwan mencari keberadaan zat kimia ketika ia sedang transit di bintangnya.

Berdasarkan pengamatan, ilmuwan menduga atmosfer tebal yang menyelimuti GJ 1132b mengandung uap dan/atau metana. "Salah satu kemungkinan, itu adalah 'planet air' yang diselimuti oleh uap panas," ujar Southworth.

Para peneliti mengatakan, meski kemungkinan tak ada makhluk hidup yang dapat bertahan hidup di sana, penemuan astmosfer itu mendorong pencarian kehidupan ekstraterestrial.

"Apa yang telah kita tunjukan adalah, planet di sekitar bintang bermassa rendah dapat memiliki atmosfer, dan karena banyak yang seperti itu di alam semesta, bisa saja salah satu dari mereka menjadi tempat adanya kehidupan," ujar Southworth.

Astronom dari Royal Observatory Greenwich, Marek Kukula, mengatakan bahwa penemuan tersebut merupakan pembuktian yang baik dari sebuah konsep.

"Jika hari ini teknologi dapat mendeteksi atmosfer , maka itu menjadi pertanda baik karena ia dapat mendeteksi dan mempelajari atmosfer planet mirip Bumi dalam jarak yang tidak terlalu jauh," ujar Kukula.

Artikel Selanjutnya
SpaceX Sukses Luncurkan 10 Satelit Komunikasi ke Orbit
Artikel Selanjutnya
Top 3: Dampak Horor Ketika 2 Kutub Bumi Berputar