Sukses

7-4-2016: Kematian Misterius Ular Piton 'Terpanjang di Dunia'

Liputan6.com, Penang - Sesosok ular piton besar menghuni lahan yang jadi lokasi pembangunan jalan layang (flyover) di Paya Terubong, Penang, Malaysia.

Para pekerja konstruksi segera menghubungi layanan darurat pada Kamis 7 April 2016 setelah menemukan mahluk itu. Para petugas butuh waktu 30 menit untuk menjebak ular tersebut.

"Panjangnya delapan meter dan berat mencapai 250 kilogram," kata Herme Herisyam, pejabat layanan darurat yang ikut andil menangkap ular, kepada Guardian.

Ngeri, Ular Piton Terpanjang  Ditangkap di Malaysia (Malaysia Defence Force/Guardian)

Tiga hari kemudian, ular itu mati, tanpa diketahui alasannya. Herisyam mengatakan, sebelum tamat, hewan yang diketahui berjenis kelamin betina itu sempat bertelur.

Dari ukuran tubuhnya, diduga ular piton tersebut memecahkan rekor dunia.

Guinness Book of World Records memberi gelar ular terpanjang di penangkaran kepada Medusa --sanca kembang (Python reticulatus) yang tinggal di Missouri, Amerika Serikat.

Medusa adalah bagian dari The Edge of Hell Haunted House di Kota Kansas. Panjangnya mencapai 7,67 meter pada 2011.

Medusa disebut memiliki berat 158,8 kilogram -- jauh lebih ringan sekitar 90 kilogram dari ular piton di Malaysia.

Sebelum Medusa, gelar ular sanca kembang terpanjang diraih oleh Fluffy, yang memiliki panjang 7,3 meter. Reptil itu mati pada 2010 di usia 18 tahun.

Ular piton bercorak diberi nama Sanca Kembang karena coraknya yang khas di kulitnya. Normalnya mereka memiliki panjang 3 hingga 6 meter dan biasa ditemukan di perairan.

Menurut sejarah, ular piton terpanjang hidup pada tahun 1912 di Indonesia. Saat itu reptil tersebut memiliki panjang 10 meter.

Tak hanya peristiwa itu yang terjadi pada tanggal 7 April. Pada 1795, Prancis mengadopsi meter sebagai satuan ukur panjang.

Sementara, pada 1906, Gunung Vesuvius meletus dan menghancurkan Napoli.

Konflik Ular Vs Manusia

Heboh penemuan ular piton dengan perut berisi manusia yang dilahap hidup-hidup. Berikut videonya. (Via: Liputan6.com/Eka Hakim).

Ular piton kini kembali jadi perhatian pascainsiden hilangnya Akbar, seorang petani asal Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Akbar pergi ke kebun kelapa sawit miliknya sejak Minggu, 26 Maret 2017 pukul 09.00 Wita. Namun ia tak kunjung pulang hingga keesokan harinya.

Warga pun akhirnya memutuskan untuk mencari Akbar. Menurut Satriawan, sekitar pukul 22.00 malam warga menemukan ular piton yang terlihat kekenyangan setelah menelan benda besar, sehingga sulit bergerak.

Warga curiga Akbar, yang sejak sehari sebelumnya hilang, ditelan oleh ular piton tersebut. Pasalnya, kelapa sawit yang habis dipetik ditemukan berserakan di sekitar lokasi penemuan ular tersebut.

"Kemungkinan ular tersebut menyerang Akbar dari belakang," lanjutnya.

Akhirnya warga sepakat untuk membelah perut ular tersebut dengan menggunakan peralatan seadanya. Benar saja, jasad Akbar ditemukan di dalamnya.

Video berdurasi 5 menit 43 detik yang menampilkan detik-detik evakuasi korban dari perut ular piton langsung viral di media sosial.

Artikel Selanjutnya
Detik-Detik Tenggelamnya Kapal Penumpang di Waduk Kolombia
Artikel Selanjutnya
Kabel Kereta Gantung di Kashmir Putus, 7 Turis Tewas