Sukses

Buku Ini Terlambat Dikembalikan Selama 18.250 Hari

Liputan6.com, New Jersey - Pihak pustakawan sebuah perpustakaan di New Jersey, Amerika Serikat, dikejutkan dengan pengembalian buku yang sudah melewati masa tenggat peminjaman. 

Apa yang membuatnya unik?

Buku itu tidak terlambat satu hari. Tidak terlambat dua minggu. Tidak juga terlambat tiga bulan.  Tak tanggung-tanggung, buku itu terlambat 50  tahun dari tenggat masa peminjamannya.

Lima pulih tahun itu setara dengan setengah abad. Atau sekitar 18.250 hari.

Perpustakaan Publik Phillipsburg, New Jersey, mengonfirmasi bahwa sebuah salinan buku Dropped from the Clouds karya Jules Verne dikembalikan setelah lewat masa tenggat peminjaman selama 50 tahun, seperti yang diwartakan UPI, Rabu, (5/4/2017).

"Lihat apa yang kami temukan kemarin. Setelah 50 tahun terlambat, akhirnya buku ini dikembalikan.... Rekor untuk buku paling terlambat dikembalikan di sini," ujar sebuah tautan beserta lampiran foto yang memampangkan buku tua itu dari akun Facebook Perpustakaan Publik Phillipsburg, New Jersey. 

Salinan buku karya Jules Verne itu dijadwalkan untuk dikembalikan kepada pihak perpustakaan pada 5 Januari 1967. Setelah lama dipinjam, buku itu sangat usang dan tampak tak layak untuk dipajang dalam katalog perpustakaan.

Sayangnya, pihak perpustakaan tidak dapat mengonfirmasi si pencinta salinan Dropped from the Clouds itu. 

Setelah setengah abad, buku yang terlambat itu menumpuk denda lebih dari US$1.800. 

Apakah salinan karya Jules Verne tersebut rekor untuk buku perpustakaan yang paling terlambat dikembalikan?

Tidak.

Pada Januari 2017 lalu, sebuah buku milik perpustakaan publik di San Fransisco dikembalikan setelah terlambat selama 100 tahun. Di lain tempat, sebuah buku milik perpustakaan Hereford Cathedral School telah lewat dari tenggat peminjaman selama 120 tahun.

Apakah keduanya merupakan sebuah rekor dunia?  Ternyata bukan.

Situs Mentalfloss.com melaporkan, buku perpustakaan yang paling terlambat dikembalikan adalah The Law of Nations karya Emmerich De Vattel yang tercatat sebagai milik Perpustakaan New York Society Library, Kota New York, AS. Buku itu telah dipinjam selama 221 tahun. Dan, masih belum dikembalikan. Bayangkan denda akibat keterlambatan pengembalian buku itu. 

"Kami tidak akan menagih secara aktif dendanya, tapi  kami akan amat sangat senang apabila buku itu dikembalikan," canda Mark Bartlett, Kepala Perpustakaan New York Society Library.

Mungkin saja, setelah lebih dari dua abad, si peminjam akan hapal setiap baris dari karya De Vattel itu.

Artikel Selanjutnya
HEADLINE: Ternyata, Skandal First Travel Sudah sejak 2015
Artikel Selanjutnya
Ingin ke Mekah Lebih Cepat, Mantan Guru Jadi Korban First Travel