Sukses

Secara Geologis, Brexit Terjadi 450 Ribu Tahun Lalu

Liputan6.com, London - Secara politis, Inggris sekarang ini sedang dalam proses formal meninggalkan Uni Eropa, tapi pemisahan Inggris dari daratan Eropa sebenarnya telah terjadi jauh sebelum Brexit, demikian menurut para peneliti.

Yang dimaksud di sini adalah terpisahnya Inggris dari daratan Eropa secara geologis. Menurut para peneliti Imperial College London, sebidang daratan sempit yang menjadi penghubung Inggris ke benua Eropa terkikis sekitar 450 ribu tahun lalu.

Daratan kering itu terbuat dari bahan kapur yang mudah tergerus. Sebuah danau purba di sana meluap dan banjirnya menghancurkan jembatan darat itu menjadi Selat Dover sekarang ini.

Seperti dikutip dari BBC pada Rabu (5/4/2017), menurut penelitian yang telah terbit dalam jurnal Nature Communications itu, guratan-guratan kejadian alamiah itu dapat ditemukan di dasar Kanal Inggris.

Profesor Sanjeev Gupta yang memimpin penelitian mengatakan, "Ini jelas merupakan salah satu kejadian yang menentukan bagi sudut barat daya Eropa dan tentunya menjadi kejadian penentu sejarah Inggris."

"Seandainya kejadian geologis ini tidak pernah terjadi, Inggris tetap terhubung dengan benua itu."

Lebih dari setengah miliar tahun lalu, di tengah-tengah Zaman Es, ada jembatan darat yang menghubungkan Dover di selatan Inggris dengan Calais di Prancis.

Tepat di atas daratan itu ada danau glasial raksasa yang terbentuk di tepi lapisan es penutup sebagian besar Eropa saat itu.

Menurut para ilmuwan, danau itu mulai meluap dan limpahan air mendobrak jembatan darat yang dimaksud. Bukti-bukti terjangan itu ada di dasar Selat Inggris.

Alur warna biru diduga menjadi alur asli banjir Jaman Es yang mendobrak jembatan darat antara Inggris dan benua Eropa. (Sumber Imperial College London)

Beberapa dekade lalu, para insinyur yang sedang melakukan survei di dasar laut untuk keperluan pembuatan terowongan Channel Tunnel menemukan serangkaian lubang besar misterius di bawah permukaan air.

Kajian lanjutan mengungkapkan bahwa lubang-lubang itu kemungkinan besar disebabkan oleh limpahan dari danau.

Menutut Profesor Gupta, "Lubang-lubang itu sekarang telah terisi sedimen (endapan), tapi yang menarik adalah ketiadaan tampilan lurus seperti ngarai ataupun lembah, cekungan-cekungan itu terisolasi."

"Dan lubang-lubang itu terbentuk segaris, rangkaian itu membentang antara Dover dan Calais. Ukurannya pun besar, sedalam 100 meter terkikis ke landasan batu dan dengan diameter ratusan meter hingga beberapa kilometer."

"Kami menafsirkan ini sebagai kolam terjun besar. Menurut kami, dulunya ada air danau yang meluber dari tebing batu di Selat Dover melewati serangkaian air terjun, yang kemudian menggerus dan mengikis cekungan-cekungan itu."

"Sulit rasanya dijelaskan dengan mekanisme lain."

1 dari 2 halaman

Dua Kali Banjir Besar

Guratan-guratan di dasar Selat Dover yang diduga menjadi bukti runtuhnya jembatan darat antara Inggris dan benua Eropa. (Sumber Imperial College London)

Menurut para peneliti, danau raksasa itu mulai meluap sekitar 450 ribu tahun lalu sehingga sangat melemahkan jembatan daratan itu. Tapi, menurut mereka, ada bencana banjir ke dua yang terjadi sekitar 150 ribu tahun lalu sehingga benar-benar meruntuhkan daratan sempit tersebut.

"Kami melihat ada lembah besar terbentuk membentang menembus selat, selebar 8 hingga 10 kilometer…dan ada ciri-ciri yang menengarai adanya erosi oleh banjir," kata Profesor Gupta.

Rekan penulis penelitian bernama Jenny Collier yang juga berasal dari Imperial College London mengatakan bahwa penyebab kejadian itu masih belum jelas.

Menurutnya, "Kalau bicara kejadian bencana di tebing, mungkin ada getaran bumi yang masih menjadi ciri kawasan ini, yang kemudian mempelemah tebingnya."

"Hal itu bisa menyebabkan tebing kapur itu runtuh sehingga melepaskan banjir raksasa yang bukti-buktinya kami temukan dalam penelitian ini."

Para peneliti sedang akan menentukan waktu tepatnya kejadian "Brexit geologis" itu, sehingga akan melakukan pengeboran ke dasar Selat Dover untuk mengkaji usia endapan di sana.

Tentang itu, Profesor Gupta mengakui, "Hal itu akan menjadi tugas besar. Selat Inggris adalah jalur pelayaran tersibuk sedunia dan arus pasangnya tinggi. Benar-benar menantang."

Artikel Selanjutnya
Cetak Rekor, Nilai Bitcoin Sentuh Angka Rp 53 Juta
Artikel Selanjutnya
Bui Belasan Tahun untuk Penganiaya Berat