Sukses

4-4-1945: Pasukan AS Bebaskan Tahanan Nazi di Kamp Ohrdurf

Liputan6.com, Ohrdurf - Pada hari ini, 72 tahun yang lalu, Tentara Amerika Serikat pada Perang Dunia II membebaskan kamp holocaust di Ohrdurf, distrik Gotha, Provinsi Thuringia, Nazi-Jerman.

Kamp ini jadi salah satu dari sekian banyak kamp konsentrasi holocaust yang dioperasikan Nazi-Jerman di Eropa selama Perang Dunia II. 

Kamp Ohrdurf dibangun pada November 1944 dan menjadi sub-bagian dari kamp konsentrasi Buchenwald di Weimar, salah satu kamp holocaust pertama yang dibangun dengan kapasitas paling besar diantara kamp konsentrasi lain milik Nazi-Jerman. 

Pada saat itu, Kamp Ohrdurf dijadikan salah satu pemasok utama pekerja rodi yang dieksploitasi untuk pembangunan rel kereta dan fasilitas komunikasi Nazi-Jerman untuk kepentingan perang.

Namun, pembangunan tersebut perlahan-lahan mengalami penundaan hingga gagal akibat kekalahan Nazi-Jerman dalam Perang Dunia II yang sudah nampak pada awal tahun 1945.

Kamp nahas tersebut menampung sekitar 20.000 etnis Yahudi, Polandia, Rusia, Hungaria, dan beberapa kelompok oposisi serta persona non-grata Nazi-Jerman yang telah dikumpulkan oleh Schutzstaffel (SS, paramiliter parta Nazi-Jerman) sejak tahun 1944. 

Para korban ditampung dalam gubuk sempit dengan fasilitas minim, serupa dengan kamp-kamp pembantaian lain yang dikelola Hitler dan para anteknya.

Beberapa hari sebelum pembebasan, pasukan SS yang mengetahui akan kedatangan pasukan AS melakukan death march kepada para korban penghuni kamp. Tindakan itu dilakukan dengan membariskan para korban penghuni kamp dan memberondong mereka dengan peluru oleh pasukan SS.

Pembebasan kamp Ohrdurf dilakukan pada 4 April 1945 oleh Divisi Lapis Baja Ke-4 dan Divisi Infanteri Ke-89 AS.

Pembebasan ini dianggap penting bagi Pasukan Paman Sam karena Ohrdurf adalah lokasi kamp holocaust pertama yang dibebaskan oleh Pasukan Sekutu pada Perang Dunia II.

Dan, memicu Pasukan Sekutu untuk mencari dan membebaskan kamp-kamp serupa pada bulan-bulan berikutnya di tempat berbeda pada Perang Dunia II saat memasuki pertengahan tahun 1945.

Pada hari dan tanggal yang sama, Senegal merayakan hari kemerdekaannya dari kolonialisme Perancis pada tahun 1960. Negeri Gurun Dakar itu berhasil memerdekakan diri dari kolonialisme Eropa, khususnya Perancis, sejak Abad ke-15. Leopold Sedar Senghor diproklamirkan sebagai presiden pertama Senegal. 

Selain itu, 4 April juga ditandai sebagai peristiwa pembunuhan dan kematian Martin Luther King, Jr., aktivis hak Afrika-Amerika di AS pada tahun 1968 serta berdirinya perusahaan komputer Microsoft oleh Bill Gates dan Paul Allen pada tahun 1975.

Artikel Selanjutnya
Militer Suriah Hancurkan Blokade ISIS di Deir al-Zour
Artikel Selanjutnya
PM Irak Umumkan Kemenangan di Tal Afar, ISIS Kian Terpojok