Sukses

3-4-2004: Aksi Bunuh Diri Teroris Pengebom Kereta Madrid

Liputan6.com, Madrid - Pada hari ini, 13 tahun lalu atau tepatnya 3 April 2004, menjadi akhir dari pencarian kepolisian Spanyol dalam upaya pembekukan komplotan teroris pelaku pengeboman kereta di Madrid pada sekitar satu bulan sebelumnya. Aparat melakukan penggerebekan terhadap teroris di sebuah apartemen kawasan Leganes, dekat Madrid.

Dilansir History Commons, siang menjelang sore, sekitar pukul 14.00 waktu setempat, polisi Spanyol mulai melancarkan penggerebekan ke dalam apartemen. Aparat merangsek masuk perlahan untuk mencegah pelaku tahu dan kabur.

Tak lama, baku tembak pun terjadi. Polisi menggunakan gas air mata untuk membekukan langkah pelaku. Namun alih-alih melarikan diri, sebagian besar tersangka malah meledakkan bom di ruangan mereka. Mereka dikabarkan melakukan bunuh diri bersama.

Mereka yang tewas di bom bunuh diri teridentifikasi bernaam Allekema Lamari, Serhane Abdelmajid Fakhet, Abdennabi Kounjaa, Arish Rifaat, Jamal Ahmidan (alias "El Chino") Mohammed Oulad Akcha dan Rachid Oulad Akcha.

Sebagian pelaku, yakni Lamari, Fakhet, dan Ahmidan berhasil melarikan diri. Pihak Intelijen Spanyol mengaku mendapatkan informasi bahwa mereka yang kabur akan kembali melancarkan aksi teroris di negeri matador.

Selain pelaku, seorang polisi dikabarkan juga tewas terkena ledakan bom di apartemen. Beberapa aparat lainnya terluka parah.

Dalam tragedi bom kereta Madrid pada 11 Maret 2004, 10 bom diledakkan di empat kereta saat bertengger di tiga stasiun kereta Ibukota Madrid. Bom yang meledak saat jam sibuk, menyebabkan 191 orang tewas dan lebih dari 1.800 lainnya terluka.

Bom tersebut diledakkan dengan kendali jarak jauh, yakni dengan menggunakan telepon genggam. Serangan itu dinyatakan yang paling mematikan di Eropa sejak bom pesawat Lockerbie.

Tragedi tersebut terjadi dua hari sebelum pemilu Spanyol, di mana partai sosialis anti-perang berhasil menang. Pemerintah terpilih yang dipimpin Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zepatero langsung menarik pasukannya dari Irak.

Serangan bom di kereta ini diduga kuat lantaran Spanyol berpartisipasi dalam perang di Irak. Lebih dari 1.400 prajurit dikerahkan ke negeri itu. Untuk mengenang para korban, pohon zaitun dan citrun ditanam di taman El Retiro, Madrid, dekat dengan stasiun Atocha.

Sejarah lain mencatat pada 3 April 882, penjahat terkenal Amerika Serikat, Jesse James tewas ditembak temannya sendiri, Bob Ford yang mengkhianatinya untuk imbalan hadiah. Selain itu, pada 3 April 1922, Joseph Stalin menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet yang pertama.

Artikel Selanjutnya
ISIS Serukan Lebih Banyak Serangan di Spanyol
Artikel Selanjutnya
Polisi Tembak Mati Pelaku Teror Van Maut Barcelona