Sukses

25-3-1991: Kebakaran Terkelam Industri AS, 145 Pekerja Tewas

Liputan6.com, New York City - Kebakaran pabrik Triangle Shirtwaist Company di New York City pada 25 Maret 1911, menjadi salah satu sejarah industri terkelam Amerika Serikat.

Insiden yang menewaskan 145 pekerja itu--sumber lain menyebut 146, memicu dibuatnya serangkaian undang-undang dan regulasi untuk melindungi pekerja pabrik dengan lebih baik.

Pabrik yang dimiliki oleh Max Blanck dan Isaac Harris, terletak di tiga lantai paling atas gedung 10 tingkat Asch Building di Manhattan. Para pekerja yang merupakan imigran miskin, harus berjajar berdesakan. Sebagian besar dari mereka adalah remaja perempuan yang tak bisa berbahasa Inggris.

Pada saat terjadi kebakaran, hanya terdapat satu elevator yang berfungsi dan cuma bisa mengangkut 12 orang. Sebenarnya terdapat dua tangga di gedung itu, namun salah satunya dikunci dari luar untuk mencegah masuknya pencuri.

Sementara itu tangga daruratnya berkualitas buruk dan tak bisa mendukung beban berat.

Dilansir History, Blanck dan Harris memiliki sejarah atas kebakaran pabrik. Pabrik Triangle pernah dua kali terbakar pada 1902. Sementara itu pabrik Diamond Waist Company milik mereka juga pernah terbakar dua kali, pada 1907 dan 1910.

Diduga Blanck dan Harris sengaja membakar dua tempat tersebut -- bukan kebakaran pada tahun 1911 -- sebelum jam kerja berlangsung. Hal itu bertujuan untuk mengumpulkan asuransi kebakaran dalam jumlah besar, praktik tak jarang dilakukan pada awal Abad ke-20.

Blanck dan Harris juga dikenal anti-pekerja. Pegawai mereka hanya dibayar US$ 15 seminggu, dengan waktu kerja 12 jam per hari.

Ketika Ladies Garment Workers Union memimpin pemogokan pada 1909 untuk menuntut gaji lebih tinggi dan jam kerja lebih singkat, perusahaan Blanck dan Harris merupakan salah satu dari produsen yang menolak tuntutan tersebut.

Mereka mempekerjakan polisi sebagai preman untuk memenjarakan perempuan yang melakukan pemogokan. Blanck dan Harris juga membayar politisi untuk turut menolak tuntutan itu.

Kebakaran 25 Maret 1991

Pada 25 Maret 1991, terdapat 600 pekerja yang berada di pabrik saat kebakaran dimulai di sebuah tempat menyimpan kain perca di lantai delapan. Manajer berusaha memutar selang di atasnya, tapi selang itu membusuk dan katup yang berkarat menutup.

Kepanikan terjadi saat pekerja melarikan diri di setiap pintu keluar. Lift pun rusak setelah mengangkut penumpang sebanyak empat kali, dan membuat para pekerja mulai melompat ke luar gedung.

Mereka yang melarikan diri dengan menggunakan tangga yang salah terbakar hidup-hidup. Perempuan lainnya terjebak di lantai delapan dan melompat melalui jendela. Hal itu menciptakan masalah bagi petugas pemadam kebakaran karena selang mereka tertindih oleh jasad yang berjatuhan.

Tangga milik pemadam kebakaran hanya dapat mencapai lantai tujuh. Jaring pengaman pun tak cukup kuat untuk menangkap tiga perempuan pekerja yang melompat sekaligus.

Kereta kuda menarik mesin pemadam kebakaran ke pabrik yang terbakar. (Public Domain)
Saat kejadian, Blanck dan Harris berada di lantai atas bangunan bersama dengan beberapa pekerja. Mereka berhasil kabur dengan memanjat ke atap dan melompat ke sebuah bangunan yang berdekatan.

Kebakaran itu dapat padam satu setengah jam kemudian. Namun 49 pekerja tewas akibat kobaran api dan sekitar 100 lainnya ditemukan tak bernyawa di lubang elevator dan di trotoar.

Akibat peristiwa itu, serikat pekerja mengorganisir demo pada 5 April untuk memprotes kondisi yang menyebabkan kebakaran. Unjuk rasa itu dihadiri oleh 80.000 orang.

Meskipun Blanck dan Harris diadili untuk kasus pembunuhan, mereka berhasil bebas tanpa hukuman. Namun kebakaran itu memaksa kota memberlakukan reformasi.

Selain kebakaran yang terjadi di pabrik Triangle Shirtwaist Company, pada tanggal yang sama di tahun 421 Masehi, kota Venesia lahir. Peresmian kota ditandai dengan pembangunan gereja pertama, San Giacomo, di Pulau Rialto.

Peristiwa tragis juga terjadi di tanggal yang sama pada 1975. Raja Arab Saudi kala itu, Faisal bin Abdulaziz Al Saud, tewas ditembak oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal bin Musaid.

Artikel Selanjutnya
Dua Gudang Pabrik Tekstil di Sukoharjo Terbakar
Artikel Selanjutnya
Kebakaran Hanguskan Puluhan Rumah di Tambora