Sukses

Celengan Koin Kuno Berusia 1.400 Tahun Ditemukan di Israel

Liputan6.com, Yerusalem - Sekitar 1.400 tahun lalu, seorang tuan tanah di Israel bergegas menyembunyikan kekayaannya dari pasukan Persia yang datang menyerbu.

Demi menghindari bahaya, ia menyembunyikan uangnya dalam relung di dinding rumahnya dan berharap bisa pulang ke rumah setelah masa kekacauan untuk mengambil kembali hartanya.

Namun, ia tak pernah pulang...

Kumpulan harta itu ditemukan saat ekskavasi pembongkaran yang dilakukan oleh Otoritas Kepurbakalaan Israel (Israel Antiquities Authority, IAA) sebagai bagian dari pelebaran Jalan Layang 1 yang menjadi penghubung utama Tel Aviv dan Yerusalem.

Seperti dikutip dari Daily Mail pada Kamis (23/3/2017), selagi dilakukan ekskavasi pada Juni lalu ditemukanlah struktur 2 tingkat dan tempat pemerasan anggur di dekatnya.

Kemudian ditemukanlah tumpukan 9 koin perunggu yang berasal dari akhir masa Bizantium pada Abad ke-7. Temuan itu ada di antara bebatuan besar yang ikut runtuh bersama dengan bangunan utamanya.

Tampaknya properti itu diterlantarkan lalu dihancurkan hingga kemudian terpendam dan menjadi bagian dari teras-teras pertanian yang melingkupi kawasan tersebut.

Temuan koin-koin itu ada di antara bebatuan besar yang ikut runtuh bersama dengan bangunan utamanya. (Sumber Israel Antiquities Authority/Maxim Dinstein)

Direktur ekskavasi untuk IAA, Annette Landes-Nagar, mengatakan, "Sepertinya, di saat bahaya, pemilik harta itu menempatkan koin-koin dalam kantong kain yang kemudian disembunyikan dalam relung tersembunyi di tembok."

"Ia berharap bisa kembali lagi dan mengambilnya, tapi hari ini kita mengetahui bahwa ia tidak bisa melakukan hal tersebut."

Koin-koin itu menyandang gambar 3 kaisar penting Bizantium, yaitu Justinian (483 – 565 M), Maurice (539 – 602 M), dan Phocas (547 – 610 M). Koin-koin itu dicetak di 3 tempat percetakan, yaitu Konstatinopel, Antiokia, dan Nikomedia, yang semuanya ada di Turki sekarang.

Di bagian depan ada gambar kaisar sedang mengenakan jubah militer sambil membawa salib-salib. Sementara itu bagian belakangnya mencantumkan denominasi mata uang dan diukirkan dengan huruf M.

Temuan koin-koin itu ada di antara bebatuan besar yang ikut runtuh bersama dengan bangunan utamanya. (Sumber Israel Antiquities Authority/Maxim Dinstein)

Bangunan dan pemerasan anggur di sampingnya menjadi bagian dari situs yang lebih besar sepanjang Jalan Layang 1. Bangunan itu baru terpapar di sisi seberang jalan sekitar setahun lalu.

Sebuah gereja Bizantium ditemukan dalam ekskavasi. Menurut pihak IAA, pemukiman ini disebut Einbikumakube. Nama itu diabadikan di desa Arab sebelahnya, Beit Naquba.

Situs itu terletak sepanjang jalan yang membentang dari dataran pantai ke Yerusalem. Pemukiman dan beberapa stasiun peristirahatan yang sebagian berada dekat mata air dibangun dekat jalan yang dipakai para peziarah Kristen dalam perjalanan menuju Yerusalem.

Menurut Landes-Nagar, "Tempat harta itu menandakan ujung situsnya. Latar belakang harta itu disembunyikan diduga berkaitan dengan invasi Persia Sassanid yang terjadi pada 614 M."

"Invasi itu adalah salah satu faktor yang mencuat di akhir kekuasaan Bizantium di Israel."

Pihak IAA dan perusahaan konstruksi Netivei Israel sekarang berusaha melestarikan situs itu menjadi tempat penting sepanjang perjalanan di Jalan Layang 1.

Temuan koin-koin itu ada di antara bebatuan besar yang ikut runtuh bersama dengan bangunan utamanya. (Sumber Daily Mail)

Artikel Selanjutnya
Pria Tertua di Dunia Meninggal pada Usia 113 Tahun
Artikel Selanjutnya
Ini 8 Foto Fenomenal yang Mengubah Sejarah Dunia