Sukses

Soal Pernikahan Sesama Jenis, Duterte Berubah Sikap

Liputan6.com, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, dia menentang pernikahan homoseksual. Ini berbeda dengan sikapnya sebelumnya yang sempat mengumumkan akan mempertimbangkan legalisasi perkawinan sesama jenis.

Duterte menjelaskan bahwa ia tidak menentang kaum penyuka sesama jenis. Ia bahkan mengakuiĀ beberapa kerabatnya adalah homoseksual.

SosokĀ kontroversial yang sebelumnya pendukung hak LGBTQ (lesbian, gay, bisexual, transgender, and queer), sempat mengatakan pada tahun 2015 bahwa pernikahan sesama jenis itu adalah baik dan ia tak masalah dengan hal itu.

Duterte dikenal karena pandangan konservatifnya terutama pada aksi kejahatan. Dia telah mengobarkan perang brutal terhadap narkoba, yang mengarah ke ribuan pembunuhan ekstra-yudisial.

Pada Minggu 19 Maret malam, Duterte mengeluarkan pernyataan terbarunya untuk ekspatriat Filipina di ibu kota Burma, Nay Pyi TawĀ dalam perjalanan resmi ke Myanmar. Transkrip pidato itu diberikan kepada wartawan Senin 20 Maret.

Dalam pidato panjangĀ menanggapi kritik atas perang terhadap narkoba yang kini ditangguhkan, Duterte menuduh Barat memaksakan nilai-nilainya di Filipina. Ia kemudian merujuk ke cerita majalah Time baru-baru ini, terkait komunitas transgender di Amerika Serikat.

"Tidak ada gender karena Anda bisa menjadi laki-laki atau perempuanĀ ... Itu budaya mereka (Barat). Ini tidak berlaku untuk kami. Kami adalah umat Katolik dan ada hukum yang mengatur, yang mengatakan bahwa Anda hanya dapat menikahi seorang wanita... seorang wanita untuk menikah dengan seorang pria."

"Itu hukum kami, jadi mengapa AndaĀ harus menerima gender itu?" kata Duterte.

"Di mana pun TuhanĀ menempatkan Anda, tetaplah di sana. Jangan menghancurkannya ... Anda menghapus kesenjangan besar antara seorang wanita dan seorang pria," tambahnya.

Setiap Orang Berhak untuk Bahagia

Sebelum menjadi presiden pada Juni 2016, Duterte adalah wali kota Davao, yang memperkenalkan undang-undang anti-diskriminasi untuk seks, gender dan orientasi seksual selama pemerintahannya.

Pada 2015, Duterte muncul di talk show nasional mengatakan pernikahan sesama jenis adalah "baik ... semua orang berhak untuk bahagia".

Tahun berikutnya, saat berkampanye untuk presiden, ia mengatakan ia akan "mempertimbangkan" melegalkan pernikahan sesama jenis jika ada usulan seperti itu.

Filipina memiliki 80 juta umat Katolik dan sebagian besar merupakan masyarakat yang sangat religius.

Duterte telah mengambil masalah dengan gereja sebelumnya, setelah memanggil Paus dengan sebutanĀ son of a whore.

Meskipun banyak komentar yang kontroversial, DuterteĀ masih populer di Filipina.

Artikel Selanjutnya
Persiapkan Diri Menuju Pernikahan dengan 4 Komitmen Ini
Artikel Selanjutnya
Nasihat Pernikahan Seleb Dunia yang Bisa Disontek Raisa-Hamish