Sukses

Selain Ivanka, Ini 5 Sosok Berpengaruh di Balik Donald Trump

Liputan6.com, Washington, DC - Semenjak Donald Trump menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat, beberapa nama besar di seputar sang miliarder nyentrik kerap kali terdengar.

Seperti juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer yang kerap kali membela Donald Trump.

Nama-nama lain seperti Ivanka, putri kesayangan dan mantu tercintanya Jared Kushner juga kerap menghiasi keseharian Trump sebagai orang nomor satu AS. Kedua orang itu disebut-sebut berpengaruh dalam roda pemerintahan.

Kushner misalnya, menjadi penasihat senior untuk Trump. Ia juga ditunjuk sebagai penengah dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina yang digagas AS.

Adapun Ivanka Trump, putri kesayangan Donald Trump itu dianggap berperan sebagai Ibu Negara tatkala Melania yang kini fokus pada anak bungsunnya lebih banyak menghabiskan waktu di New York dibanding di Washington DC.

Ivanka juga disebut-sebut 'pengendali' sang ayah terkait tindak-tanduknya.

Sederet nama lain yang juga kerap kali terdengar yang berpengaruh dalam kebijakan Trump adalah Stevie Bannon. Bekas pendiri laman sayap kanan Breitbart dianggap sebagai orang di balik kebijakan anti-imigran muslim Donald Trump.

Saat kampanye, ada satu perempuan paling 'berpengaruh' terhadap media. Dia adalah Hope Hicks. Perempuan 28 tahun itu menjadi penghubung Trump dengan media. Kini ia menjadi direktur strategi komunikasi di Gedung Putih.

Hicks dianggap orang paling setia terhadap Trump. Ia telah bekerja sebagai Public Relation di Trump Organization.

Selain mereka, ada sejumlah nama lain yang ternyata berpengaruh terhadap segala kebijakan Trump. Liputan6.com mengutip dari Wonderslist dan berbagai sumber pada Senin (20/3/2017).

1 dari 6 halaman

1. Chris Liddell

Pria kelahiran Selandia Baru ini menjadi Director of Strategic Initiatives Gedung Putih. Di pekerjaan ini, ia menjadi asisten Trump dalam hal keuangan dan investasi.

Sebelumnya, ia adalah Direktur Keuangan General Motors (GM) dan Microsoft serta sejumlah perusahaan papan atas.

Penunjukkannya dianggap positif oleh berbagai kalangan.

2 dari 6 halaman

2. Keith Kellog

Keith Kellog ditunjuk Trump sebagai acting National Security Adviser, setelah Michael Flynn mundur diri akibat skandal keterkaitannya dengan Kremlin.

Kellog adalah pensiunan jenderal --sama seperti Flynn-- yang telah 36 tahun berkarier di militer. Ia sempat bekerja di bawah Presiden George W. Bush pada 2004.

Setelah pensiun, pria kelahiran Ohio 72 tahun lalu bekerja sebagai penasihat di perusahaan besar seperti Oracle, Cubic Corporation, dan Caci International.

Keradaaannya sebagai militer di antara orang-orang terdekat Trump disebut-sebut mampu mengendalikan orang macam Steve Bannon.

3 dari 6 halaman

3. Dina Powell

Dina adalah salah satu dari tiga penasihat senior untuk Trump untuk Economic Initiatives.

Pekerjaan itu termasuk fokus pada Entrepreneurship (kewirausahaan), Economic Growth (pertumbuhan ekonomi), dan Empowerment of Women (pemberdayaan perempuan). 

Dari pengalamannya, ada alasan mengapa Dina bekerja untuk posisi itu. Sebelumnya, ia adalah managing director Goldman Sachs dan presiden Goldman Sachs Fondation.

Selain itu, ia adalah Asisten Menlu saat Presiden George W Bush memimpin AS.

4 dari 6 halaman

4. Stephen Miller

Ia mulai bergabung dengan Donald Trump semenjak 2016. Pria 31 tahun itu kerap kali menjadi orang kedua Trump saat masa kampanye.

Miller yang asal Santa Monica, California adalah penulis pidato Trump saat Konvensi Nasional Partai Republik. Dikutip dari The Guardian, Miller disebut-sebut arsitek dalang kebijakan anti-imigran Muslim Donald Trump.

Nama besar Miller adalah keluarga terpandang di Partai Demokrat. Namun, ia memilih menjadi konservatif.

Setelah lulus dari Duke University, ia bekerja untuk Senator Alabama Jeff Session sebagai direktur komunikasi.

5 dari 6 halaman

5. Reince Priebus

Sosok yang terakhir adalah orang di balik kemenangan Donald Trump jadi Presiden AS. Ia adalah orang dari Partai Republik yang mendukung Trump selama masa kampanye, meskipun kontroversi kerap menyelimuti.

Pengacara asal Wisconsin ini adalah orang lama di Partai Republik.

Donald Trump menunjuk Priebus sebagai Chief of Staff Gedung Putih saat menjabat jadi Presiden, dengan harapan Priebus menjadi 'jembatan' antara dirinya dengan Partai Republik.

Artikel Selanjutnya
Dipecat, Steve Bannon Membenci Donald Trump?
Artikel Selanjutnya
Penulis Biografi Ramalkan Donald Trump Segera Mundur