Sukses

Cucu Nelson Mandela Beralih dari Partai Sang Kakek, Ini Sebabnya

Liputan6.com, Cape Town - Cucu tertua Nelson Mandela menyatakan tidak akan lagi mendukung Kongres Nasional Afrika (ANC), partai yang dulu sempat dipimpin sang kakek. Menurut dia, ANC tidak lagi memegang nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Mandela.

Ndileka Mandela (52), seorang perawat yang menjalankan yayasan keluarga Mandela, mengaku ia sedih dengan pemerintahan yang dipimpin oleh ANC yang disebutnya menghambur-hamburkan uang rakyat dan mengabaikan warga miskin. Demikian seperti dilansir Telegraph, Senin, (20/3/2017).

"Ini bukan keputusan yang dibuat dalam kemarahan. Saya sudah memikirkannya," ujar Ndileka, anggota keluarga Mandela pertama yang berhenti mendukung ANC.

Disampaikannya pula, sejumlah proyek penting di wilayah pedesaan selalu terhambat karena alasan kurangnya dana. Namun di lain sisi pemerintahan yang dinakhodai Presiden Jacob Zuma telah "membuang" miliaran rand.

Sifat paling tidak berperasaan yang ditunjukkan ANC, menurut Ndileka, adalah setelah blunder pemerintah yang menyebabkan kematian 96 orang pasien psikiatri di Provinsi Gauteng tahun lalu. Ia menegaskan, peristiwa itu merupakan titik kritis dalam keputusannya.

Para pasien merupakan bagian dari kelompok 1.300 yang dipindahkan dari rumah sakit swasta ke 27 organisasi amal demi menghemat biaya. Belakangan diketahui banyak dari jasad pasien menderita luka di kepala dan memar-memar.

Lantas, pada pembukaan sidang parlemen Februari lalu, juru bicara ANC terpilih menolak permintaan anggota parlemen untuk mengheningkan cipta demi bagi para pasien tewas.

Ndileka, yang ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil pada 1969 menegaskan, kakeknya tidak akan pernah mendukung loyalitas buta. Ia sendiri belum menyatakan pihak mana yang kelak akan didukungnya, yang pasti yang akan mengangkat wilayah pedesaan.

"Saya tidak akan memilih untuk sesuatu yang tidak selaras dengan saya dan tidak selaras dengan apa yang diperjuangkan kakek dan rekan-rekannya," ucap perempuan itu.

ANC telah dilanda skandal korupsi sejak Zuma (74) terpilih sebagai presiden tahun 2009. Tahun lalu, pengadilan tertinggi negara itu mendapati bahwa Zuma telah melanggar sumpah jabatannya dengan menolak mematuhi perintah pengawas negara untuk membayar kembali uang rakyat yang ia habiskan demi memperbaiki rumah pedesaannya.

Kongres Nasional Afrika yang pernah memenangkan suara lebih dari 60 persen sejak pemilu tahun 1994, terpuruk pada Agustus lalu di mana parta kehilangan dukungan di sejumlah kota kunci seperti Johannesburg, Pretoria, dan Port Elizabeth.

Artikel Selanjutnya
Putri Diana: Pernikahanku, Hari Terburukku...
Artikel Selanjutnya
Terkuak, Isi Surat Ratu Elizabeth tentang Kematian Putri Diana...