Sukses

Laptop Milik Secret Service Berisi Rahasia Trump Tower Dicuri

Liputan6.com, New York - Laptop milik anggota Secret Service dicuri di New York, Amerika Serikat. Tak sekedar perangkat, komputer jinjing milik pasukan pengawal Presiden AS itu berisi informasi penting lagi sensitif terkait Trump Tower, rincian mengenai bukti skandal email Hillary Clinton, dan sejumlah informasi rahasia terkait keamanan nasional.

Laptop tersebut dicuri dari sepeda motor seorang agen di Brooklyn, demikian diungkap sumber kepolisian, seperti dikutip dari Fox News, Sabtu (18/3/2017).

Sumber tersebut menyebutkan, komputer jinjing dicuri pada Kamis 16 Maret 2017 dari motor yang diparkir di jalan masuk rumah rumah agen Marie Argentieri di Bath Beach.

Para pencuri mendatangi rumah korban pada pukul 08.40 waktu setempat dengan mobil, lalu berjalan menuju motor Bajaj dan mengambil benda-benda yang ada di sana.

Pelaku tertangkap kamera kabur dari lokasi kejadian, demikian menurut sumber.

Kepada penyelidik, Argentieri mengatakan, laptop tersebut mengandung informasi yang sensitif terkait keamanan nasional, denah ruangan Trump Tower -- kediaman pribadi dan markas perdagangan Presiden Donald Trump di New York -- termasuk protokol evakuasi, dan rincian skandal email Hillary Clinton.

Secret Services, badan utama yang bertanggung jawab atas keselamatan presiden, membenarkan insiden itu dalam sebuah pernyataan hari Jumat.

"Laptop agen dinas rahasia itu berisi beberapa lapis keamanan, termasuk enkripsi total hard disknya, dan tidak diizinkan berisi informasi rahasia."

Departemen Kepolisian New York menemukan tas itu beberapa blok dari tempat di mana tas itu dicuri dari mobil, tetapi laptopnya hilang.

Salah satu satu sumber keamanan mengatakan pada The Washington Post, laptop Secret Service tak bisa dilacak dan tak bisa dihapus datanya dari jauh.