Sukses

Bunker Nuklir Misterius Jadi Tujuan Wisata di China, Penasaran?

Liputan6.com, Beijing - Dulunya tempat ini merupakan salah satu rahasia yang ditutup rapat-rapat China. Sebab, bunker tersebut fungsinya adalah fasilitas pengelolaan nuklir terbesar yang ada di Tiongkok. 

Kala itu, ruang-ruang bawah tanah digunakan untuk membuat plutonium yang merupakan bahan dasar pembuat bom atom untuk digunakan dalam Perang Dingin.

Namun, roda sejarah berputar, begitu juga nasib manusia. Saat ini, Pemerintah China malah membuka lebar pintu bunker itu untuk dijadikan tujuan wisata.

Instalasi mesin nuklir 816 tersebut letaknya di daerah pegunungan yang subur di Barat Daya China.

Pengerjaan situs ini dimulai pada 1967, tiga tahun setelah China melakukan uji coba nuklir pertamanya.

Pembangunan instalasi dilakukan secepat mungkin agar mereka tak tertinggal dari rivalnya dalam Perang Dingin, AS dan Uni Soviet -- yang pernah berseteru kala itu.

Wisata Terowongan Nuklir di China (AFP)

Lokasi instalasi nuklir itu tepatnya terletak di wilayah Chongqing. Luasnya sekitar 100 ribu meter persegi atau setara 16 kali lapangan sepak bola.

Meski belum ada pembuktian, instalasi nuklir yang rupanya macam terowongan bawah tanah diduga adalah bungker terbesar terbesar yang pernah dibangun umat manusia.

Karena letaknya di bawah tanah, ketika masuk ke dalam situs tersebut kegelapan segera meyelimuti. Para wisatawan pun seperti dibawa ke masa perang dunia.

"Saya sangat terkesan dan ini sangat misterius," sebut seorang turis lokal Pan Ya seperti dikutip dari News.com.au.

"Kami sudah lama mendengar kisah tempat ini tapi sayangnya dulu tak bisa ke sini," tambah Pan.

Pembuatan instalasi nuklir yang sekarang jadi tempat wisata tersebut memang mengenaskan. Saat itu pemerintah China menggelontarkan dana sebenar US$ 15 miliar untuk membangun situs tersebut.

Sayangnya, pembangunan tersebut sia-sia. Selama beroperasi tidak pernah ada material atom yang berhasil diproduksi.

Ironisnya, bukan cuma mengeluarkan dana super besar. Ada isu, China 'memperbudak' militernya untuk membangun hingga menjaga bangunan bawah tanah itu.

Pembangunan instalasi nuklir ini, membuat hubungan China dengan AS serta Soviet membatu. Semakin terdesak dengan dua kekuatan besar dunia, China menutup bangunan tersebut pada 1984.

Pada 2002, Pemerintah China melihat potensi wisata situs tersebut. Mereka memutuskan membuka instalasi ini sebagai tujuan turis lokal di 2010.

Di akhir 2016 bukan cuma wisatawan lokal yang bisa masuk. Mereka memutuskan membukanya bagi turis asing.

Sejak dibuka pada pada 2010, 300 ribu warga China telah berwisata di sini. Sementara warga asing yang datang per Febuari lalu kurang dari 100 orang.

Menurut manajer tempat ini Zheng Zhinghong, walau promosi objek wisata tempatnya bekerja tidak terlalu jor-joran, tapi ia memastikan banyak pengalaman tak terlupakan di dalam instalasi nuklir 816.

Sebab, di dalam tempat ini para pengunjung bisa melihat sebuah aula super besar dan ruang pengendalian yang digunakan untuk membuat bahan baku nuklir.

Bukan cuma itu, sejumlah pameran seni dan musik juga kerap diadakan di dalam instalasi yang perannya berubah jadi museum tersebut. Salah satu benda yang mereka tampilkan pada bulan ini adalah model nuklir pertama China yang dikenal sebagai A-Bomb.

Wisata Terowongan Nuklir China (AFP)

Walau berperan sebagai museum nuklir, Zhang menolak anggapan China mendukung penggunaan nuklir sebagai senjata.

"Di sini kami sama sekali tidak mempromosikan senjata nuklir," sebut Zhang.

"Kami sudah keluar dan mengambil jalan berseberangan. Kami harap suatu hari mereka (negara pemilik senjata nuklir) dapat berkata, sudah saat berhenti dan menghitung sampai tiga lalu berkata 'ayo kita hancurkan senjata kita'," tegasnya.

Artikel Selanjutnya
Gandeng Badan Antariksa Eropa, China Bangun Desa Pertama di Bulan
Artikel Selanjutnya
Anda Harus Tahu, Ini 6 Fakta Gila dan Mengerikan Senjata Nuklir