Sukses

19-3-1945: Jepang Gempur Kapal Induk AS, 800 Orang Tewas

Liputan6.com, Tokyo - Pertengahan tahun 1945 menjadi puncak dari Perang Dunia II antara pihak Sekutu yang didominasi Amerika Serikat-Uni Soviet dan Poros yang dipimpin Jerman-Jepang. Serangan demi serangan dilancarkan kedua kubu.

Salah satu serangan yang paling besar di lautan terjadi di laut Jepang dekat Pulau Honshu.

Kala itu, 19 Maret 1945 atau tepat 72 tahun lalu, kapal induk Amerika Serikat, USS Franklin berlayar ke Jepang untuk melakukan serangan. Namun, Jepang sudah mengendus kedatangan tim Sekutu.

Dari udara, Militer Jepang pun lekas memborbardir USS Franklin.

Seperti dimuat 2today.com, tentara perang udara negeri sakura menjatuhkan 2 bom besar, masing-masing seberat 250 kg ke kapal induk AS. Ketika itu, tentara AS tengah bersiap-siap untuk menurunkan armada laut dan menerbangkan armada udaranya. Namun tiba-tiba serangan datang.

Bom pertama dijatuhkan ke dek tangki bahan bakar. Avtur dan amunisi terkena ledakan. Kebakaran terjadi di sekitar dek amunisi dan tangki. Dampak ledakan pertama tersebut pun kemudian melebar ke dek landasan penerbangan di kapal induk.

Tak lama berselang bom kedua dijatuhkan tentara Jepang di bagian lain kapal Franklin. Dampak ledakan bom kedua juga tak kalah dahsyat. Membakar sebagian kapal dan membuat orang-orang terbakar seketika, ada juga yang terpental ke laut.

Seorang jurnalis yang berada di pesawat induk, Alvin S McCoy berhasil selamat. Ia menuturkan, saat kejadian, ia sedang sarapan di dalam dek.

"Aku saat itu makan. Terjadi kebakaran hebat di kapal, situasi sangat kacau. Orang-orang banyak yang terbakar. Kami berlarian," ujar McCoy.

Menurut dia, korban jiwa begitu banyak. Ada ratusan. Sebagian di antaranya juga menghilang, tenggelam ke dalam lautan. Jumlah korban yang dirilis Departemen Angkatan Laut AS, dikabarkan mencapai sekitar 800 orang tewas dan 221 lainnya terluka.

Meski digempur Jepang, kapal USS Franklin tak tenggelam. Militer Amerika Serikat segera mengirimkan bala bantuan. Pasukan udara datang untuk menghadang pasukan udara Jepang. USS Franklin pada akhirnya berhasil kembali ke AS meski terdapat kerusakan di sejumlah bagian kapal.

Perang Dunia II berakhir dengan menyerahnya Poros: Jerman dan Jepang dan kawan-kawan pada Agustus 1945, setelah Sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki serta penyerangan Uni Soviet di Manchuria.

Kekalahan kubu Poros ini berdampak positif pada Indonesia, yang kemudian merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sejarah lain mencatat pada 19 Maret 2011, Bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan bumi dalam kurun waktu 18 tahun terakhir, hanya sekitar 221.567 mil atau 356.578 kilometer.

Fenomena mendekatnya Bulan ke Bumi itu disebut lunar perigee. Tapi ada juga astrolog yang menyebutnya supermoon, yang berpengaruh pada pasang-surut air laut.

Artikel Selanjutnya
1-9-1983: AS Tuduh Uni Soviet Dalang Jatuhnya Korean Airlines
Artikel Selanjutnya
10 Jasad Pelaut Ditemukan Pasca-Tabrakan Kapal Perang Vs Tanker