Sukses

Pentagon Bantah Targetkan Masjid dalam Serangan Udara di Suriah

Liputan6.com, Washington, DC - Serangan udara dilancarkan Amerika Serikat ke Suriah utara. Organisasi HAM, Syrian Observatory for Human Rights yang berkantor di Inggris mengatakan, jet-jet tempur AS menargetkan masjid di Aleppo.

Mereka menyebut, serangan udara yang dilakukan selama ibadah salat malam (Isya), menewaskan 42 orang.

Belakangan, pihak Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon membantah serangan udara yang dilakukan pihaknya menghancurkan masjid.

Pentagon mengatakan, target mereka adalah bangunan di dekat rumah ibadah tersebut yang diduga menampung "lusinan" anggota Al Qaeda.

Untuk memperkuat pernyataannya tersebut, Pentagon mengunggah foto pasca-serangan.

Foto hitam-putih tersebut menunjukkan apa yang tampak seperti sebuah masjid tua, sementara bangunan yang hancur berada tak jauh dari sana,

"Masjid tersebut masih berdiri dan relatif tanpa kerusakan," kata juru bicara Pentagon, Kapten Laut Jeff Davis, seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (18/3/2017).

"Bangunan yang jadi target ada di dekatnya dan serangan udara tersebut dengan jelas mengenai sasaran," tambah dia.

Markas Departemen Pertahanan AS atau Pentagon (Wikipedia)

Davis tak menjelaskan apa tujuan dari penghancuran bangunan tersebut, atau apakah ia terhubung dengan masjid tua di Desa Al Jineh.

Pentagon mengaku belum yakin apakah ada warga sipil yang jadi korban serangan udara. Namun, menurut Davis, sejumlah "teroris" tewas.

Serangan terjadi saat sejumlah pemimpin Al Qaeda melakukan pertemuan di bangunan itu.

Sementara itu, Syrian Observatory for Human Rights mengatakan, 42 orang tewas dan 100 lainnya terluka akibat serangan udara di AS.

Dilaporkan masih ada yang terjebak di bawah puing-puing struktur yang ambruk.

Abu Muhammed, seorang warga mengaku mendengar suara ledakan keras saat masjid terkena serangan udara. "Waktunya setelah salat Isya, yang biasanya diisi dengan pengajian untuk para jamaah pria," kata dia.

Dilaporkan, aparat yang bertugas mengevakuasi korban sedang bersiap meninggalkan lokasi, namun mereka akhirnya berbalik saat mendengar suara erangan yang datang dari puing-puing bangunan di desa Suriah.