Sukses

Turki Ancam Ciptakan Mimpi Buruk bagi Eropa, Maksudnya?

Liputan6.com, Ankara - Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengeluarkan ancaman kepada Eropa. Dia mengatakan siap memberikan pengalaman buruk bagi Benua Biru.

Pengalaman buruk tersebut akan mereka wujudkan dengan cara mengirim 15 ribu pengungsi ke Eropa. Jika benar terjadi maka ketegangan antara dua blok ini akan semakin meruncing.

"Jika kamu mau, kami bisa membuka jalan bagi 15 ribu pengungsi yang tidak pernah kami kirim tiap bulan dan itu akan menghancurkan pikiran kalian," sebut Soylu seperti dikutip dari Al-Araby, Sabtu (18/3/2017).

Soylu merupakan salah satu pendukung Presiden Recep Tayyep Erdogan garis keras. Saat Turki dan Belanda berselisih, pria ini menuduh Berlin dan Den Haag terlibat dalam demo anti-Erdogan Oktober 2014 dan kudeta gagal 15 Juli 2016 lalu.

"Mereka itu (negara-negara Eropa) sedang mencoba menyelesaikan pekerjaannya, siap di belakang ini? Jerman dan Belanda," ucapnya.

"Eropa apa kamu punya keberanian? Saya ingatkan, kalian tidak bisa melakukan permainan ini dan melupakan Turki," tambah dia.

Turki dan Eropa pada 2016 lalu menandantangani kesepakatan untuk mengurangi pengiriman pengungsi dari Timur Tengah ke Benua Biru.

Namun, dengan adanya ketegangan ini kesepakatan itu cenderung dilanggar Turki. Melihat indikasi tersebut, Eropa mulai meradang. Uni Eropa meminta agar Turki menaati kesepakatan yang tercapai.

Kecemasan Eropa sangat beralasan. Pasalnya, bila Turki menepati ancamanya maka hampir seluruh negara Eropa akan dibanjiri pengungsi seperti pada 2015 lalu.

Artikel Selanjutnya
Erdogan: Kami Menggelar Referendum Paling Demokratis!
Artikel Selanjutnya
'Surat Cerai' Inggris Sampai di Tangan Uni Eropa