Sukses

Ini 6 Bos Mafia Paling Bengis di Luar Amerika Serikat

Liputan6.com, Jakarta - Kejahatan terorganisasi tidak seperti dulu lagi. Masa keemasan para penjahat yang ditampilkan romantis dalam film-film sudah berlalu.

Di Amerika Serikat, ada sejumlah nama pimpinan kejahatan yang identik dengan kekejian dan kebengisan, tapi nyaris selalu lolos. Misalnya Al Capone, yang kisahnnya menjadi legenda.

Kenyataannya, para penjahat bengis pun bertebaran di luar Amerika Serikat, terutama terkait dengan bisnis narkoba.

Seperti disarikan dari therichest.com pada Rabu (15/3/2017), berikut ini adalah sejumlah dedengkot kejahatan terorganisasi yang paling keji:

1 dari 7 halaman

1. Dario Antonio Úsuga, Otoniel

(Sumber therichest.com)

Dalam beberapa tahun terakhir, Meksiko menjadi pusat penyelundupan narkoba. Tapi sebelum bisnis bergeser ke sana, Kolombia menjadi surga bagi segala zat terlarang itu, terutama kokain.

Negeri itu masih sangat aktif berproduksi kokain dan juga metamfetamin pada umumnya.

Dario Usaga, yang dikenal juga dengan nama jalanan "Otoniel" adalah pemimpin organisasi penyelundupan narkoba terbesar di Kolombia sekaligus dipandang sebagai penyelundup narkoba paling licin yang belum berada di penjara.

Ia dan kroninya dilaporkan menyebarkan hampir 2 tahun zat haram itu setiap minggunya. Nilai jalanan untuk keuntungan semua itu ditaksir sekitar US$ 60 juta per 7 hari.

Selain berperang melawan kartel lawan, Usaga diketahui menggunakan geng jalanan lokal untuk melakukan pemerasan dan pembunuhan terhadap siapapun yang berani membayarnya.

2 dari 7 halaman

2. Salvatore Riina

(Sumber therichest.com)

Riina tergolong pemain kolot, yaitu karena ia tidak meninggalkan Sisilia untuk meraup kekayaan dari kejahatannya. Pria itu memiliki dua nama julukan, yaitu "la belva" (binatang buas) dan "il capo dei capi" (bos dari semua bos).

Dilihat dari sepak terjangnya, nama julukan itu cocok. Ia mencapai kekuasan pada 1970-an ketika Sisilia menjadi tempat sandar perdagangan heroin. Setelah menjadi tokoh utama dunia kejahatan, ia membunuhi siapapun asal bisa melanjutkan kegiatan melawan hukum.

Pada masa dedengkot mafia masih tampil di muka umum dan sering terlihat bersama dengan para pejabat, Riina dan sekongkolnya memilih untuk berada di belakang layar.

Dengan demikian, ketika ia membunuh sejumlah hakim, pimpinan polisi, dan politisi, media secara alamiah menunjuk kepada orang-orang yang kelihatan dekat dengan para korban.

Tapi, ketika para anak buahnya mulai berganti haluan dan pihak berwenang mulai membangun kasus melawan Riina pada 1980-an, ia memutuskan untuk mengalihkan perhatian.

Caranya? Ia mengorganisasikan pengeboman cara teroris terhadap sebuah kereta sehingga menewaksn 17 orang dan mencederai 267 lainnya. Pihak berwenang menyalahan pihak ekstremis dan baru beberapa tahun kemudian menyadari bahwa itu adalah ulah Riina.

3 dari 7 halaman

3. Osiel Cárdenas Guillén

(Sumber therichest.com)

Ada sesuatu yang kurang baik kalau nama julukan seseorang adalah "Sang Sahabat Pembunuh", walaupun terdengar keren dalam bahasa Spanyol.

Awalnya, Guillen adalah seorang montir sederhana di Meksiko hingga kemudian ia mulai membantu Juan Garcia Abrego, pimpina Kartel Teluk, untuk mengapalkan narkoba ke Amerika Serikat.

Setelah Abrego ditangkap pada 1996, kartel tersebut kosong kepemimpinan dan terjadi perebutan kekuasaan oleh para calon penerus. Ada dua calon kuat, yaitu Guillen dan sahabat baiknya, Salvador Gomez.

Karena merasa tidak perlu berpusing-pusing dengan politik, Guillen mengambil jalan pintas dan menembak Gomez di kepalanya. Dari situlah muncul nama julukan tadi.

Di bawah kekuasaan Guillen, Kartel Teluk mulai merekrut mantan anggota militer Meksiko untuk bertugas sebagai tentara pribadi. Dengan keberadaan pasukan itu, kartel tersebut berhasil mengerahkan 20 ton kokain setiap bulan.

Pada akhirnya, kisah Guillen berakhir beberapa tahun kemudian. Pada 2003, setelah tembak menembak panjang dan amat berdarah melawan militer sesungguhnya, ia ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat (AS).

Di AS, iIa dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun.

4 dari 7 halaman

4. Dawood Ibrahim

(Sumber therichest.com)

Tidak main-main, Dawood Ibrahim adalah pimpinan sistem perbankan gelap internasional dan membunuh ratusan orang. Ia juga memiliki kaitan dengan Osama bin Laden.

Ia diduga menjadi pimpinan organisasi kriminal yang dikenal sebagai "D-Company", sekaligus menjadi pengendali sistem keuangan hawala yang memungkinkan pengiriman uang tanpa dilacak oleh pemerintah.

Selain itu, Ibrahim juga diyakini menjadi dalang di belakang rangkaian ledakan bom Bombay pada 1993. Saat itu, sejumlah ledakan besar mengguncang Bombay sehingga menewaskan 257 orang dan mencederai 717 orang.

Rangkaian ledakan itu menjadi yang paling menghancurkan dalam sejarah India.

5 dari 7 halaman

5. Sandra Avila Beltran

(Sumber therichest.com)

Sandra Beltran, yang dijuluki "The Queen of the Pacific" oleh media, memang dilahirkan dalam dunia kejahatan terorganisasi. Salah satu pamannya menjalani hukuman penjara selama 40 tahun karena membunuh agen DEA dan seorang paman lainnya adalah mantan pimpinan Kartel Guatemala.

Bisa dibilang, ia adalah generasi ke tiga penyelundup narkoba. Ia ditengarai menjadi penghubung antara Kartel Sinoala dan Amerika.

Wanita itu menggunakan taktik keji untuk menghabisi lawan-lawannya, baik yang besar maupun kecil. Dua mantan kekasihnya, dua mantan kapten polisi yang menjadi pengedar narkoba, dihabisi secara misterius.

Pihak berwenang juga menelusuri 9 ton kokain kembali kepada dirinya, tapi wanita itu berhasil lolos dari penangkapan hingga tahun 2000-an saat putranya diculik.

Karena sangat ingin agar putranya dikembalikan, ia malah meminta bantuan polisi.

Polisi memang membantu untuk hal itu, tapi kemudian segera menangkapnya untuk urusan narkoba dan pembunuhan.

Sejak itu, ia dibui di Mexico City walaupun tetap memesan layanan suntik botox. Ia juga mengeluhkan kondisi di penjara. Beltran telah bebas pada 2015 dan melanjutkan usaha keluarga.

6 dari 7 halaman

6. El Chapo Guzman

(Sumber therichest.com)

Joaquin "El Chapo" Guzman adalah penyelundup narkoba paling berhasil, paling berbahaya, sekaligus paling digdaya di muka Bumi.

Ia bahkan disebut lebih digdaya dibandingkan Pablo Escobar.

Pimpinan Kartel Sinaloa itu bahkan menjadi "orang paling digdaya" versi Forbes selama 3 tahun berturut-turut dan pernah menduduki peringkat 10 sebagai orang terkaya di Meksiko dengan kekayaan ditaksir sekitar US$ 1 miliar.

Pemerintah federal menyebutnya "pria paling bengis, berbahaya, dan ditakuti di seluruh planet."

Guzman memulai keterlibatannya pada 1970-an melalui pengaturan pengapalan sebagai seorang wakil bos. Dikisahkan bahwa pengiriman yang terlambat hanya 1 menit pun menjadi penyebab ia menembak kepala petugas pengiriman.

Ia kemudian merambat naik, lalu kemudian ditangkap pada 1993. Tapi ia membayar sogok sehingga bebas dari penjara dan menjadi salah satu dari segelintir orang yang pernah lolos dari penjara keamanan maksimum.

Ia ditangkap lagi 2 dekade kemudian, sesaat setelah memancung kepala musuh-musuhnya. Pada 2014, El Chapo dipenjara lagi, tapi keluar lagi untuk ke dua kalinya. Kali ini melalui lubang yang digalinya dari ruang mandi.

Pada 2016, Guzman akhirnya tertangkap lagi dan diesktradisi ke Amerika Serikat dan menunggu proses pengadilan.

 

Artikel Selanjutnya
AS Akan Tetapkan Sanksi terhadap Rusia Terkait Intervensi Pilpres
Artikel Selanjutnya
Kongres AS Pertimbangkan Sanksi Lebih Tegas terhadap Rusia