Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Alasan Model Seksi Italia Incar Pria Inggris Pemilik Penis Bionik

Liputan6.com, Edinburgh - Seorang model Italia sedang berkeliling negeri untuk menawarkan layanan seks kepada sejuta pemberi suara referendum di Negeri Piza.

Paola Saulino (27) mengatakan kepada para penggemarnya bahwa ucapannya bukan omong kosong belaka. Ia mengaku akan menepati janji.

Pada Desember 2016 lalu, ia mengumumkan rencana berkeliling ke 10 kota Italia setelah menjanjikan seks kepada siapapun yang menjawab 'tidak' dalam referendum 23 November.

Ia membantah sedang mencari-cari perhatian publik dan mengaku sedang sibuk memenuhi ucapannya sendiri.

Saulino terbang dari rumahnya di Los Angeles untuk memulai bagian pertama Wisata Pompa pada Januari lalu. Kata 'pompa' merupakan bahasa gaul Italia untuk menyebut seks oral.

Dikutip dari Daily Mail pada Selasa (14/3/2017), sejauh ini wanita itu mengaku telah memberikan kenikmatan kepada 400 pria.

Namun, belakangan ia malah mengincar Mohammed Abad dari Edinburgh, Inggris, yang baru saja dipasangi penis bionik.

Mohammed Abad yang berasal dari Edinburgh, Inggris, memiliki penis bionik senilai 70 ribu poundsterling (Rp 1,1 miliar) yang dipasangkan pada 2012.

Penis bionik itu dipasang untuk mengganti penisnya yang hilang karena kecelakaan di masa kanak-kanak.

Setelah melakukan pembedahan pemasangan penis bionik yang ditanggung dana kesehatan Inggris, National Health Services (NHS), ia mendapatkan banyak tawaran untuk melakukan seks.

Selain penawaran untuk melakukan seks, ia juga sempat membintangi sebuah film porno.

Tapi, ia menyatakan berminat bertemu dengan model Italia tersebut. Katanya kepada Daily Star, "Saya mau saja bertemu dengannya. Mengapa tidak?"

"Saya tidak menolak apapun. Jika tiba waktunya, saya tidak akan mengatakan tidak."

Sementara itu, Saulino mengatakan kepada Daily Star, "Menurut saya, bagus juga kalau saya bisa menawarkan ketrampilan saya agar dimanfaatkan olehnya."

"Mungkin saya bisa bertemu dengannya saat berkeliling di Inggris. Saya belum pernah melihat penis bionik sebelumnya."

"Mungkin lebih besar dan lebih baik daripada penis normal. Menurut saya, nantinya bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan."

Sekarang Mohammed Abad dan Charlotte Rose menjadi sahabat baik. (The Mirror)

Pada Maret 2016, saat berusia 44 tahun, Abad melepaskan keperjakaannya kepada seorang pekerja seks komersial bernama Charlotte Rose yang saat itu berusia 35.

Tapi, sejak itu ia harus sedikit mengecilkan kelamin buatan tersebut karena terlalu besar sehingga seks menjadi menyakitkan bagi lawannya.

Petugas satuan pengamanan (satpam) itupun menjalani bedah teranyarnya, yang ke-121, pada Juni 2016, di University College London. Pembedahan mengecilkan penis itu memerlukan waktu sekitar 3,5 jam.

1 dari 2 halaman

Momentum Kehilangan Penis

Pada Januari 1978, Abad terdorong ke tengah jalan ketika sedang main lempar-lemparan bola salju, lalu terhantam sebuah mobil sehingga terseret hingga lebih dari 500 meter.

Dalam kejadian itu, penisnya lepas dan testisnya hancur. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit dan diduga hanya memiliki sisa 12 jam untuk hidup.

Para dokter berhasil menstabilkan dirinya, tapi tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan penis yang telah lepas.

Sejak berusia 11 tahun, ia bolak balik ke rumah sakit, tapi suasana di sekolah semakin tidak nyaman baginya setelah berita kehilangan penis itu tersebar.

Empat tahun lalu, Abad menjalani pembedahan pengubah hidupnya. Ia dipasangkan lagi penis yang bahannya diambil dari kulit di lengan depannya yang digulung mirip "gulungan sosis".

Penis itu baru menjadi fungsional pada 2015 melalui pembedahan khusus. Ia sekarang memiliki implan yang memungkinkan ereksi hanya dengan menekan sebuah tombol.

Sekarang, ia mengaku siap bertemu dengan Saulino.