Sukses

Berkunjung ke Jepang, Raja Salman Bawa Eskalator Emas

Liputan6.com, Tokyo - Raja Salman bin Abdulaziz al Saud dan sekitar seribu rombongannya telah tiba di Jepang. Dalam kunjungan yang berlangsung selama empat hari tersebut, Raja Salman juga membawa dua eskalator emas dan memesan puluhan limosin.

Lawatan ke Jepang tersebut merupakan bagian dari tur ke beberapa negara Asia, setelah sebelumnya mengunjungi Malaysia dan Indonesia. Hal itu adalah bagian dari rencananya untuk mendiversifikasi perekonomian Arab Saudi agar tak bergantung pada minyak.

Sekitar 1.200 kamar di sejumlah hotel paling mewah di Tokyo telah dipesan untuk rombongannya. Puluhan limosin pun telah dipesan yang digunakan Raja Salman dan rombongannya untuk berkendara di sana.

Dikutip dari Independent, Selasa (14/3/2017), Arab Saudi merupakan pemasok minyak terbesar ke Jepang. Namun Raja Salman berharap dapat mendiversivikasi ekonomi ke sektor non-energi seperti manufaktur setelah harga minyak mengalami penurunan dan terancam krisis finansial.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan bahwa Tokoyo ingin mennyediakan dukungan untuk Riyadh.

"Kami akan berdiskusi soal startegi pertimbuhan, termasuk proyek 'Saudi Vision'," ujar Suga merujuk pada kolaborasi Jepang dengan Vision 2030 -- peta yang diadopsi oleh Arab Saudi pada tahun lalu untuk tujuan pembangunan dan ekonomi.

Raja Salman juga bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Keduanya sepakat untuk mendirikan sebuah studi kelayakan untuk mengeksplorasi apakah mereka harus menyiapkan zona ekonomi khusus dalam Arab Saudi.

Melalui zona tersebut, Riyadh akan menawarkan insentif pajak dan aturan bea cukai yang mendorong perusahaan-perusahaan Jepang membangun pabrik dan pusat-pusat penelitian serta pengembangan di bagian tertentu di Arab Saudi.

Dalam langkah terkait, media lokal memprediksi bahwa perusahaan mobil Toyota mulai melihat pembangunan pabrik perakitan mobil di Arab Saudi.

Artikel Selanjutnya
Ini Barang Koleksi Kerajaan Inggris di Istana Buckingham
Artikel Selanjutnya
4 Negara Besar yang Dihapus dari Peta Dunia