Sukses

Top 3: 9 Teori Bumi Berongga, Ada Apa di Dalamnya?

Liputan6.com, Jakarta Teori Bumi berongga ternyata menyedot perhatian pembaca Liputan6.com kanal Global pada Selasa (14/3/2017) pagi. Penasaran apakah ada kehidupan di dalamnya atau sekedar omong kosong belaka. 

Selain itu, pembaca juga terkesan dengan jalan sejarah Amerika Serikat yang bermula dari kisah cinta dua sejoli beda ras, yang pada masa itu merupakan cinta ilegal. 

Terakhir, para pembaca tersedot perhatiannya pada kemungkinan perselisihan antara negara bertetangga hanya karena tayangan sinetron yang dianggap menghina.

Berikut adalah Top3 Global selengkapnya:

 

1. 9 Teori Bumi Berongga, Ada Manusia di Dalamnya?

Ilustrasi Bumi (NASA)

Sejarah memberikan kita berbagai teori tentang Bumi, salah satunya bahwa planet yang kita huni ini sebenarnya berongga. Tak sampai di sana beberapa orang meyakini bahwa rongga tersebut dihuni oleh manusia dan hewan.

Berdasarkan teori tersebut, rongga Bumi merupakan tempat di mana orang-orang yang ingin melarikan diri dapat menjalani kehidupan yang damai. Namun fakta-fakta ilmiah modern tak mendukung teori yang menyebut bahwa Bumi merupakan planet berongga.

Meski demikian, beberapa orang mengklaim memiliki sejumlah teori dan spekulasi bahwa Bumi benar-benar berongga.

Selanjutnya...


2. Kisah Cinta Terlarang yang Mengubah Wajah Amerika Serikat

Kisah Cinta Terlarang yang Mengubah Wajah Amerika Serikat (Grey Villet/LIFE)

Richard dan Mildred Loving adalah pasangan yang jatuh cinta, menikah, dan berkeluarga. Namun pada tahun 1950-an di Virginia, hubungan mereka tak sesederhana itu.

Richard berkulit putih dan Mildred berkulit hitam, dan di mata hukum negara anti-percampuran ras, mereka telah melakukan tindak kejahatan.

Inilah kisah cinta terlarang yang nantinya akan mengubah sejarah Amerika, sebagaimana diuraikan oleh History dan dikutip oleh Liputan6.com pada Senin 12 Maret 2017.

Selanjutnya...


3. Sinetron Thailand Ini Bikin Rakyat Myanmar Murka, Mengapa?

Drama A Lady's Flames atau Plerng Phra Nang dianggap menghina kerajaan Myanmar (Channel 7)

Kekuasaan kerajaan terakhir di Myanmar, dari Dinasti Konbaung, sudah lama berakhir. Pada 1885, raja terakhirnya Thibaw turun takhta dan monarki tamat saat pasukan Inggris mengalahkan dan menduduki Burma.

Namun, sebuah opera sabun atau sinetron buatan Thailand tak hanya membangkitkan nostalgia tersebut, tapi juga melecut amarah warga Myanmar. Sebab, tayangan itu dianggap menggambarkan intrik istana kekaisaran terbesar kedua dalam sejarah negeri itu.

Keturunan raja terakhir Myanmar juga tak senang. Soe Win, cicit Raja Thibaw meminta tayangan sinetron itu dihentikan karena dianggap 'menghina'.

Selanjutnya...

Artikel Selanjutnya
Pemerintah Filipina: Presiden Duterte Masih Hidup dan Sehat
Artikel Selanjutnya
Mahkamah Agung AS Restui Kebijakan Anti-Imigran Muslim ala Trump