Sukses

9 Teori Bumi Berongga, Ada Manusia di Dalamnya?

Liputan6.com, London - Sejarah memberikan kita berbagai teori tentang Bumi, salah satunya bahwa planet yang kita huni ini sebenarnya berongga. Tak sampai di sana beberapa orang meyakini bahwa rongga tersebut dihuni oleh manusia dan hewan.

Berdasarkan teori tersebut, rongga Bumi merupakan tempat di mana orang-orang yang ingin melarikan diri dapat menjalani kehidupan yang damai. Namun fakta-fakta ilmiah modern tak mendukung teori yang menyebut bahwa Bumi merupakan planet berongga.

Meski demikian, beberapa orang mengklaim memiliki sejumlah teori dan spekulasi bahwa Bumi benar-benar berongga. Seperti dikutip dari Listverse, Minggu (12/3/2017), berikut 9 di antaranya:

1. Lubang di Kutub

Pada 1906, William Reed menerbitkan buku berjudul The Phantom of the Poles. Dalam buku tersebut, ia mengungkap sejumlah hal yang ia yakini sebagai bukti nyata bahwa Bumi berongga di dalamnya.

Dalam sebuah wawancara, Reed mengatakan bahwa teori Bumi berongga merupakan cara alami untuk menjelaskan mengapa Bumi berbentuk datar di daerah kutub.

2. Gunung Es dari Dalam Bumi

Mereka yang meyakini bahwa Bumi berongga percaya bahwa gunung es berasal dari dalam Bumi. Teori tersebut pun didukung oleh William Reed.

Menurutnya, gunung es dibentuk di dalam Bumi dan keluar melalui lubang di kutub dan kemudian muncul di laut.

3. Bumi Seperti Sel

Pada 1908 surat kabar di seluruh dunia membahas soal Bumi berongga. Menurut Dr. Cyrus R. Teed, selama ini kita tidak tinggal di permukaan Bumi dan sebenarnya tinggal di dalamnya--bentuk Bumi seperti sel.

Menurut teori tersebut, Matahari berada di tengah sel dengann jarak 6.400 kilometer dari Bumi. Tiga atmosfer menyelimuti Matahari sehingga kita tak bisa melihatnya secara langsung, melainkan hanya melihat energinya.

4. Pusat Bumi Dihuni

Sebuah artikel pada 1884 mengumumkan bahwa Americus Symmes akan memberikan kuliah tentang Bumi berongga yang dicetuskan ayahnya.

Selama kuliah berlangsung Symmes menyebut tiga nama orang yang telah berkunjung ke dalam Bumi. Tak hanya itu, tiga orang itu pun disebut pernah bertemu orang-orang yang tinggal di dalamnya, berdiskusi soal bahasa, dan pertanian.

5. Bumi bisa Mengorbit karena Berongga

Sejumlah orang menyebut bahwa Bumi berongga merupakan satu-satunya alasan ilmah mengapa planet yang kita huni tetap mengorbit Matahari, salah satunya disebutkan oleh George Ipson.

Melalui sebuah kuliah yang disampaikan Ipson pada 1905, Ipson menyebut jika Bumi tak berongga, maka planet yang kita huni itu tak dapat mempertahankan posisi di angkasa luar yang disebutnya sangat ringan.

1 dari 2 halaman

Aurora Borealis Muncul dari Dalam Bumi

6. Aurora Borealis Muncul dari Dalam Bumi

Sejumlah teori ilmiah yang muncul pada awal 1900-an menyebut bahwa aurora borealis adalah pancaran api yang berasal dari dalam Bumi. Menurut mereka, bagian dalam Bumi penuh dengan kristal yang memantulkan cahaya Matahari ke tanah kosong.

Kristal tersebutlah yang merefleksikan api dari orang-orang di dalam Bumi dan memantulkannya ke angkasa.

7. Adolf Hitler Kabur ke Rongga Bumi?

Terdapat laporan bahwa Adolf Hitler dan banyak warga Jerman pasca-Perang Dunia II meyakini bahwa Bumi berongga. Sejumlah orang menyebut bahwa Hitler melarikan diri ke ronga Bumi dan tinggal dalam kedamaian.

8. Penjelajah Pintu Rongga Bumi

Meski populer pada 1990-an, ternyata hingga zaman modern ada sejumlah orang yang meyakini tentang Bumi berongga. Pada 2002 seorang pria bernama Dallas Thompson mengaku mengalami kejadian yang membuatnya nyaris mati. Saat itu ia memperoleh pengetahuan tentang Bumi berongga.

Thompson menjelaskan bahwa ia berencana melakukan penjelajahan ke lubang di kutub Bumi pada 2003. Namun setelah menerbitkan buku yang menggambarkann pengalaman spiritualnya, Cosmic Manuscript, Thompson menghilang.

9. Penemu Komet Halley Pencetus Teori Bumi Berongga

Pada 1672 penemu komet Halley, Edmond Halley, menulis sebuah teori bahwa Bumi merupakan serangkaian tempurung. Menurutnya, kita tinggal di lapisan paling luar, dan di bawha kita terdapat sejumlah lapisan udara yang dibatasi oleh tempurung.

Halley meyakini bahwa tiga lapisan udara mendukung adanya kehidupan dan diterangi terus menerus oleh "udara yang bercahaya". Halley juga percaya bahwa Bumi bagian dalam dihuni oleh manusia dan hewan.

Artikel Selanjutnya
10 Bencana Dahsyat yang Terjadi Jika Perang Nuklir Pecah
Artikel Selanjutnya
Terkuak, Alasan di Balik Rekayasa Foto Telinga Kim Jong-un