Sukses

Pancaran Misterius dari Galaksi Lain Bukti Keberadaan Alien?

Liputan6.com, Cambridge - Tim dari Harvard Univeristy menduga bahwa energi misterius yang terpancar dari sejumlah galaksi yang berjarak jauh dari Bumi disebabkan oleh alien. Ilmuwan dari Harvard-Smithsonian Centre for Astrophysics tersebut mengatakan, peristiwa itu merupakan penjelasan atas keberadaan Fast Radio Bursts (FRBs) yang ditemukan 10 tahun lalu.

FRBs merupakan pancaran radio intens yang berlangsung tak lebih dari satu milidetik dan berasal dari galaksi berjarak miliaran tahun cahaya dari Bumi.

FRBs pertama kali dideteksi pada 2007 oleh teleskop radio terbesar di dunia. Namun kala itu para astrofisikawan tidak mengetahui pasti apa penyebab FRBs.

Profesor Avi Loeb dan rekan kerjanya Dr Manasvi Lingam, telah mempublikasi sebuah studi yang menawarkan sebuah kemungkinan.

"Pancaran radio tersebut sangat cerah, mengingat durasi pendeknya dan berasal dari jarak yang sangat jauh, dan kami belum mengidentifikasi sumber alami yang menyebabkan FRBs," ujar Loeb seperti dikutip dari The Telegraph, Minggu (12/3/2017).

Dalam studinya yang telah diterima untuk dipublikasi di Astrophysical Journal Letters, Loeb dan Lingam berspekulasi bahwa terdapat pembangkit energi bertenaga surya di galaksi lain untuk menggerakkan kapal antariksa antar bintang.

Menurutnya, energi yang menimbulkan FRBs akan cukup mendorong muatan seberat satu juta ton, atau sekitar 20 kali massa kapal terbesar di Bumi.

"Itu cukup besar untuk membawa penumpang antar bintang atau bahkan antar galaksi," ujar Lingam.

Namun Loeb mengakui bahwa studinya merupakan hal yang spekulatif. "Sains itu bukan tentang kepercayaan, tapi tentang bukti," ujar dia.

Sementara itu fisikawan bintang di Imperial College London Simon Foster mengatakan, dirinya skeptis bahwa alien merupakan penyebab FRBs.

"Kami tidak tahu apa sebenarnya hal ini, tapi aku menduga ada penjelasan kami dibandingkan bahwa FRBs dibentuk oleh alien. Tapi merupakan hal yang menyenangkan jika hal itu memang disebabkan alien," ujar Foster.

"Tapi FRBs merupakan hasil baru dari bintang atau lubang hitam yang bertabrakan. Kita hanya mengetahui sedikit tentang hal itu," imbuh dia.

FRBs terjadi di galaski yang berjarak 2,5 miliar tahun dari Bumi. Atas hal tersebut, Foster pun kembali memberikan tanggapannya terkait alien.

"Jadi sinyal yang diterima itu dibuat 2,5 miliar tahun lalu. Hal tersebut berarti kita tak mungkin berkomunikasi dengan alien, karena kita harus menunggu jawaban selama lima miliar tahun atas pertanyaan yang kita kirimkan," ujar Foster.

Artikel Selanjutnya
Peneliti Temukan Ukuran Black Hole Baru
Artikel Selanjutnya
Seperti Otak Manusia, Makhluk Misterius Ini Bikin Heboh Ilmuwan