Sukses

Studi: 350 Spesies Lebah Amerika di Ambang Kepunahan

Liputan6.com, Washington DC - Sebuah studi terbaru menyebutkan bahwa terjadi penurunan populasi lebah di Amerika Serikat. Hal itu dilaporkan akibat hilangnya habitat serangga karena urbanisasi, perubahan iklim, dan meluasnya penggunaan pestisida.

Menurut sebuah laporan baru, hampir 350 spesies lebah di Amerika Utara dan Hawaii disebutkan sedang menuju kepunahan.

"Ini adalah krisis sangat besar yang sedang terjadi di depan mata kita," kata Kelsey Kopec dari Pusat Keanekaragaman Hayati AS seperti dikutip dari VOA News, Selasa (6/3/2017).

Kelsey mengatakan, krisis itu menunjukkan ada biaya sangat tinggi yang harus dibayar akibat banyaknya penggunaan pestisida dan pertanian monokultur.

Menurut laporan, ada 4.337 spesies lebah asli di Amerika Utara dan Hawaii. Serangga-serangag itu memainkan peran penting sebagai penyerbuk, tidak hanya bagi bunga dan tanaman liar, tetapi juga bagi perkebunan.

Lebah-lebah itu memberi jasa bernilai US$3 miliar untuk penyerbukan tanaman buah-buahan setiap tahun.

"Jika kita tidak bertindak untuk menyelamatkan makhluk-makhluk yang luar biasa itu," Kopec memperingatkan, "dunia akan menjadi tempat yang kurang berwarna-warni dan lebih sepi dan juga lebih lapar".

Bulan Februari lalu, Badan Margasatwa dan Ikan AS mencatat, lebah jenis rusty patched tercatat sebagai lebah yang terancam punah.

Serangga itu merupakan lebah liar pertama yang mendapat status itu, dan karenanya mendapat perlindungan pemerintah federal.

Artikel Selanjutnya
Ambisi Selandia Baru: Basmi Seluruh Tikus di Negaranya
Artikel Selanjutnya
Studi: Ubur-Ubur Adalah Nenek Moyang Hewan di Bumi