Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Pengakuan Pengacara Hukum Brasil yang Banting Setir Jadi PSK

Liputan6.com, Brasilia - Claudia de Marchi berotak encer alias pintar. Perempuan Brasil itu pernah punya status sosial terhormat, ia adalah pengacara sekaligus ahli hukum konstitusi.

Ia yang berasal dari Sorriso di Brasil tengah, menjadi sarjana hukum pada 2005, dan bekerja 11 tahun sebagai pengacara di kotanya. Claudia punya keahlian khusus menginterpretasikan konstitusi Brasil yang kompleks setelah meraih gelar pascasarjana atau S2.

Perempuan itu bahkan pernah menjadi dosen ilmu hukum konstitusi di Unic Sorriso university.

Namun, tahun lalu Claudia bikin para kolega dan kliennya kaget bukan kepalang saat mundur dari jabatannya yang bergengsi di firma hukum dan mengiklankan layanan 'seksual kelas atas'.

Perempuan 34 tahun itu pun pindah ke Brasilia, ibukota Brasil. Alih-alih memperkaya pengetahuan soal hukum dan pemerintahan, ia mulai menyediakan layanan pemuas syahwat ke para pebisnis tajir dan politikus. Claudia mematok harga 150 poundsterling atau Rp 2,49 juta per jam.

"Temukan bahwa keanggunan, kecantikan, kecakapan, kebudayaan, dan kecerdasan bisa sekaligus ada dalam satu wanita. Claudia de Marchi, saya kepuasan terbesar Anda!," kata Claudia mengiklankan diri.

Claudia de Marchi  (keempat dari kiri) saat masih jadi lawyer (Facebook)

Perempuan yang mengaku sebagai feminis itu mengatakan, dirinya adalah pilihan terbaik untuk pria yang cerdas, selektif yang tak terpuaskan secara seksual, tetapi yang juga ingin obrolan cerdas di atas ranjang.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (26/2/2017), ironisnya, salah satu alasannya banting setir jadi PSK adalah, ia tak lagi bisa mentolerir 'keegoisan maskulin dan kemanjaan' yang ia temui di dunia hukum.

Intinya, ia mengaku bosan bekerja di 'dunianya pria' di Brasil. Maksudnya?

1 dari 2 halaman

Didukung Ibu

Claudia mengklaim, ia putus asa menjalani profesi yang dikuasai kaum pria. Ia juga diberhentikan dari pekerjaannya di universitas karena 'ego seseorang' pada Februari tahun lalu.

"Sejak awal, aku menemukan bahwa hukum adalah dunia yang 'sangat macho', di mana para pria bergantung pada ayah mereka untuk naik. Ayah atau ibuku bukan pengacara, jadi aku harus bergantung pada diriku sendiri. Namun, waktu demi waktu berlalu, aku makin tak bahagia dan frustasi."

Riwayat hubungan pribadinya juga tak mulus. Ia berkali-kali gagal, termasuk pernikahan yang berlangsung seumur jagung, hanya satu tahun. Kala itu Claudia mengaku memikirkan kembali apa yang ingin dilakukannya dalam hidup.

Dua bulan kemudan, ia melakukan debut perdananya sebagai PSK, dengan bayaran 125 pound sterling.

Daripada berurusan dengan pria-pria manja, kata Claudia, ia memilih untuk mencapai orgasme dan dibayar. Dengan pendapatan barunya, ia mendapatkan hampir 100 ribu poundsterling atau 1,66 miliar tahun lalu -- lebih banyak dari gajinya sebagai pengacara.

Sementara PSK lain memilih menutupi identitas mereka dan memakai nama samaran, Claudia justru mengumbar jati dirinya.

"Aku tak tahan harus menyesuaikan diri dan melakukan rutinitas berulang setiap hari, atau berhadapan dengan para pria malas yang mengalahkan kita, para perempuan," kata dia.

Ia mengaku bangga dengan pencapaiannya itu, bahkan menceritakan kisah-kisahnya sebagai PSK dalam sebuah blog menggunakan nama aslinya.

Blog itu relatif ramai, dikunjungi 8.000 kali per hari.

Claudia de Marchi membeberkan alasannya banting setir jadi PSK (Facebook)

Tak hanya kencan-kencan berbayar yang dilakoninya, Claudia juga memajang tulisan 'tutorial' untuk para kaum adam: bagaimana mereka harus memberlakukan perempuan, cara jadi laki-laki sejati, bagaimana menjadi pria yang matang dengan benar, juga tips melakukan seks oral pada wanita.

Yang mengejutkan, sang ibu, yang kini berusia 64 tahun mendukung karir baru putrinya itu. Ia kini tinggal bersama Claudia di rumah yang terletak tak jauh dari gedung parlemen Brasil.

Claudia yang anak tunggal mengungkapkan, ide untuk menjual diri justru datang dari ibunya.

"Suatu hari ibu menonton sebuah program di TV mewawancarai gadis escort kelas atas dan terpesona oleh apa yang mereka katakan...Dan ketika aku mengambil keputusan, ia mendukungku," kata Claudia.

"Dia mengatakan itu adalah keputusan yang paling masuk akal yang pernah kubuat dalam hidup."

Dengan tarif 150 pound sterling per jam atau 650 pound sterling per malam, Claudia mengaku bisa mendapat dua atau tiga klien per hari.

Dan meski mendapat uang dari menjual diri, ia menolak disebut PSK.

Alasannya, katanya, ia memilih untuk berhubungan seks karena ia menikmatinya, dan bahwa dia berkelas serta lebih pemilih dari perempuan panggilan lainnya. Claudia mengaku hanya mau melayani pria yang terdidik.

Artikel Selanjutnya
Miryam Haryani Minta KPK Tetapkan Farhat Abbas Jadi Tersangka
Artikel Selanjutnya
Farhat Abas Konfirmasi Nama Anggota DPR yang Tekan Miryam