Sukses

20-2-1986: Uni Soviet Luncurkan Stasiun Angkasa Luar Terbesar

Liputan6.com, Moskow - Uni Soviet membuka fase baru dalam penjelajahan antariksa dengan meluncurkan stasiun angkasa luar terbesar pertama di dunia, Mir, pada 20 Februari 1986.

Mir sukses diluncurkan hanya tiga minggu setelah pesawat ulang-alik Amerika Serikat, Challanger, mengalami kecelakaan dan menewaskan tujuh astronotnya.

Dalam kongres Partai Komunis yang digelar di Moskow kala itu, Mir dipuji sebagai bukti bahwa Soviet terdepan dalam eksplorasi angkasa luar. Mir yang dalam Bahasa Rusia berarti perdamaian dan dunia, dimaksudkan sebagai dasar proyek berawak permanen yang mengorbit Bumi.

Sebelum Mir mengorbit Bumi, sebelumnya Soviet juga telah meluncurkan stasiun angkasa luar Salyut 7 pada April 1982. Namun wakil kepala pusat pelatihan kosmonot Soviet, Alexei Leonov, menyebut Salyut 7 terlalu kecil untuk mengimplementasikan rencana yang sedang diimplementasikan Soviet.

Stasiun angkasa luar itu hanya memiliki dua stasiun docking dan hanya dapat mendukung tiga awak. Sedangkan, Mir dapat membawa antara enam hingga sepuluh orang.

AS juga sebelumnya telah memiliki stasiun angkasa luar, Skylab. Sayangnya, stasiun tersebut mengalami kerusakan pada peluncuran awal dan untuk mempertahankannya membutuhkan biaya yang terlalu mahal. Pada 1979, Skylab jatuh ke Bumi.

Para pejabat Soviet mengatakan, Mir merupakan transisi penelitian aktivitas produksi angkasa luar berskala besar.

Dilansir BBC On This Day, Mir memiliki enam stasiun docking. Hal tersebut membuat stasiun tersebut dapat memperluas ukuran dan kemampuannya dengan mengaitkan modul atau menambah laboratorium lainnya.

Pekerjaan utama kosmonot pertama di Mir adalah melanjurkan percobaan dengan bahan yang sebelumnya telah diuji coba pada Salyut 6 dan 7.

Kegiatan lain di Mir mencakup pengamatan Bumi menggunakan kamera berkekuatan tinggi, membantu menemukan cadangan mineral di Bumi, dan memantau perairan dari kapal pukat.

Kru pertama mencapai Mir pada 15 Maret 1986 dan terus digunakan hingga November 2000. Kosmonot terlama yang pernah tinggal di Mir adalah kru Valeri Polyakov, yakni selama 439 hari.

Berakhirnya Perang Dingin menandai era baru kerja sama angkasa luar. Pada September 1993, Wakil Presiden AS Al Gore dan Perdana Menteri Rusia Viktor Chernomyrdin, mengumumkan rencana peluncuran stasiun angkasa luar baru. Saat ini kita mengenal stasiun tersebut sebagai International Space Station atau ISS.

Sebagai persiapan proyek baru tersebut, AS menjadi lebih terlibat dengan Mir.

Sejak Maret 19995, tujuh orang astronot AS menghabiskan 28 bulan di Mir. Dalam waktu itu, stasiun tersebut mengalami sejumlah keadaan darurat, termasuk kebakaran besar pada 23 Februari 1997 dan tabrakan dengan pesawat kargo pada 25 Juni 1997.

Masalah biaya menjadi penyebab keputusan menurunkan Mir.

Meski Mir hanya berkontribusi sedikit dalam kemajuan ilmuah, namun stasiun tersebut telah memungkinkan ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang cara astronot bertahan hidup di angkasa luar untuk jangka waktu yang lama.

Mir tetap mengudara hingga 23 Maret 2001. Saat itu, stasiun angkasa luar tersebut telah mengorbit Bumi lebih dari 86.000 kali.

Selain peluncuran Mir, di tanggal yang sama pada 1962 astronot asal Amerika Serikat, John Gleen berhasil menyelesaikan misi luar angkasa dengan melakukan rotasi mengitari Bumi.

Dengan menggunakan pesawat luar angkasa "Friendship Seven", Gleen berhasil memutari Bumi sebanyak tiga kali dengan jarak keseluruhan 130 ribu km dan kecepatan 27.000 km per jam.

Pada 20 Februari 2003, konser grup musik rock Great White di West Warwick, Rhode Island, Amerika Serikat menelan 100 nyawa. Termasuk sang gitaris.

Seluruh korban yang meregang nyawa dalam musibah kebakaran besar di konser maut itu, diakibatkan terjebak di dalam kelab malam Station.

Artikel Selanjutnya
Pesawat Kargo Luar Angkasa Pertama China Mengangkasa
Artikel Selanjutnya
173 Hari Hidup di Luar Angkasa, Astronot NASA Kembali ke Bumi