Sukses

WNI Terduga Pembunuh Kim Jong-nam Sempat 3 Bulan Tinggal di China

Liputan6.com, Beijing - Dua perempuan yang terkait dengan pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korut, Kim Jong-un, rupanya sempat tinggal di China.

Keduanya tinggal di Negeri Tirai Bambu selama tiga bulan sebelum 'penugasan yang mematikan' itu.

Keberadaan mereka di Tiongkok, diungkapkan oleh China Press yang dilansir The Star, Jumat (17/2/2017). Keduanya, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, mungkin bukan agen mata-mata Korea Utara. Tapi, ada kemungkinan mereka diperdaya oleh jaringan mata-mata untuk melakukan pembunuhan itu.

WNI Siti Aisyah adalah tersangka kedua yang ditangkap di pukul 02.00 pada Kamis, sementara Doan - dari Vietnam - ditangkap sehari sebelumnya.

Kedua wanita itu disebut telah tinggal di China selama satu dan tiga bulan untuk mempelajari sosok seorang laki-laki. Selama ini, mereka juga bekerja sebagai lady escort, demikian dilaporkan China Press.

Laporan itu mengindikasikan bahwa orang yang dianggap teman oleh kedua perempuan itu adalah mata-mata yang memperkenalkan Doan ke empat orang. "Teman" inilah yang tengah diburu polisi sehubungan dengan pembunuhan itu.

Siti Aisyah terlibat ketika Doan diminta oleh seorang pria untuk menemukan pasangan untuk membuat video prank atau lucu-lucuan.

Kedua wanita, yang kenal satu sama lain, ternyata berlatih berkali-kali untuk mengejutkan seorang pria hingga mahir.

Laporan itu juga mengatakan bahwa Siti Aisyah ditugasi menggunakan saputangan untuk menutupi wajah Jong-nam sementara Doan memberikan suntikan.

Kedua wanita mengklaim bahwa mereka tidak tahu bahwa hal itu akan menyebabkan masalah karena mereka pikir itu seharusnya menjadi bagian dari video lelucon.

China Press melaporkan bahwa Siti Aisyah mengaku hanya bertemu dengan tersangka laki-laki lainnya baru-baru ini, dan tidak menyadari siapa Kim Jong-un atau Kim Jong-nam

Dia dituduh telah dibayar US $ 100 untuk melakukan "lelucon" itu.

Jong-nam, 45, dibunuh oleh dua wanita yang memercik wajahnya dengan bahan kimia di ruang keberangkatan KLIA2 pada pukul 9.00 pada hari Senin saat ia hendak berangkat ke Macau.

Para wanita kemudian masuk ke taksi dan melarikan diri.

Artikel Selanjutnya
Tentara Pembelot AS ke Korut Meninggal pada Usia 74 Tahun
Artikel Selanjutnya
Atas Nama 'Kemanusiaan', Korea Utara Bebaskan Pendeta Kanada