Sukses

Amazon Dikritik karena Jual Buku Tentang Penyangkalan Holocaust

Liputan6.com, London - Amazon kembali dihujani kritik setelah menjual sebuah self-publish buku (buku yang diproduksi sendiri) yang berisi penyangkalan Holocaust dan propaganda sayap kanan.

Beberapa buku dengan judul seperti The Myth of Extermination of the Jews and Holocaust: The Greatest Lie Ever Told bisa dibeli di situs jualan raksasa itu. Berapa di antaranya mendapat empat bintang dari lima yang tertinggi.

Buku berjudul Did Six Million Really Die? oleh anggota kelompok sayap kayan British National Front juga tersedia dalam edisi paperback dan Kindle. 

Juga buku lainnya, The Six Million: Fact of Fiction oleh Peter Winter tersedia di Amazon Jerman di mana penyangkalan Holocaust merupakan tindak kriminal. Demikian seperti dikutip dari The Independent, Senin (13/1/2017).

Buku-buku dengan judul tersebut juga tersedia di Italia dan Prancis. Kedua negara itu memberikan hukuman bagi siapa saja yang menolak fakta sejarah pembunuhan masal. Lebih dari 6 juta warga Yahudi tewas selama Perang Dunia II.

Salah satu buku anti-Semit mengklaim bahwa gerakan Weimar Republik -- sebelum bangkitnya Nazi-- menyebut Jerman saat itu dikendalikan oleh Yahudi dan membandingkan mereka dengan penyembah setan, juga tersedia di situs Amazon.

Buku-buku itu sudah dihapus dari toko online di mana negaranya melarang penyangkalan Holocaust setelah Amazon dikontak oleh The Sunday Times. Namun, terbitan itu masih tersedia di Inggris, di mana tak ada pelarangan terbitan apapun.

Kebanyakan dari buku di situs Amazon Inggris mendapat rating rendah. Banyak komentar mengatakan buku itu kampungan namun tak sedikit yang memuji karena dianggap mengungkap kebenaran.

Karen Pollock, chief executive dari Holocaust Educational Trust, mengatakan, keputusan Amazon untuk menjual buku-buku itu "mengejutkan dan salah".

"Holocaust adalah salah satu periode yang paling didokumentasikan dengan baik dan diteliti dalam sejarah, bahkan pada tahun 2017, lebih dari 70 tahun kemudian, masih ada orang yang dengan sengaja menolak, merendahkan dan meremehkan memori Holocaust," katanya.

"Penolakan Holocaust sangat ofensif dan tujuannya adalah anti-Semitisme, murni dan sederhana. Untuk memiliki materi ofensif ini secara luas dapat diakses melalui setiap pengecer adalah mengejutkan dan salah. "

Ini kali ketiga Amazon dianggap tidak sensitif dengan barang jualannya. Beberapa minggu lalu, situs ini dikecam karena telah menjual keset bergambar bendera India dan sendal jepit dengan foto Mahatma Gandhi. 

Artikel Selanjutnya
Tere Liye dan Profesi Penulis yang Masih Dipandang Sebelah Mata
Artikel Selanjutnya
3 Orang Ini Ternyata Sosok yang Telah Mengubah Dunia