Sukses

Dari Stasiun Angkasa Luar, Astronot Temukan Papan Catur Raksasa

Liputan6.com, Washington DC - Menjadi astronot yang bertugas di Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS), berarti mendapat kesempatan istimewa untuk meyaksikan peristiwa menakjubkan Bumi dari sudut pandang berbeda.

Baru-baru ini, astronot di ISS menemukan sebuah papan catur raksasa yang terbentang di Idaho, Amerika Serikat.

Menurut NASA, papan catur itu terbentuk akibat penggundulan hutan. Berdasarkan keterangan Badan Antariksa Amerika Serikat itu, kotak berwarna putih menunjukkan di mana salju turun di area yang tak memiliki pohon, sedangkan wilayah berwarna gelap menunjukkan area yang dipadati pohon.

Membagi bidang tanah ke dalam pola papan catur pertama jika disepakati pada tahun 1800-an. Menurut NASA, saat itu Pemerintah AS memberikan tanah seluas 2,6 kilometer persegi dengan pola tersebut kepada Northern Pacific Railway.

"Bidang tanah tersebut kemudian dijual dan banyak kasus dipanen untuk mendapatkan kayu," tulis para pejabat Earth Observatory NASA dalam sebuah blog seperti dikutip dari Live Science, Rabu (8/2/2017).

"Papan catur -- yang berevolusi menjadi 0,4 kilometer persegi -- sekarang dilihat sebagai metode untuk menjaga keberlanjutan sistem hutan, sementara perusahaan penebangan memungkinkan untuk memanen pohon," imbuh mereka.

Dalam gambar tersebut, pola berpetak di sebelah kirinya berbatasan dengan Sungai Priest, yang alirannya melintasi Pegunungan Selkirk di Idaho Utara.

Secara historis, sungai tersebut digunakan sebagai jalur transportasi untuk mengangkut kayu dari tempat penebangan. Namun pada 1968, pemerintah AS mengklasifikasikan perairan tersebut sebagai "wild and scenic river" dan saat ini dijaga dari adanya pembangunan.

Artikel Selanjutnya
665 Hari di Luar Angkasa, Astronot 57 Tahun Ini Kembali ke Bumi
Artikel Selanjutnya
Astronot AS Ini Pulang Setelah Habiskan 665 Hari di Angkasa Luar