Sukses

10.000 Orang Demo Menolak Kunjungan Resmi Trump ke Inggris

Liputan6.com, Jakarta Ribuan orang turun ke jalan-jalan di kota London, Inggris. Mereka memprotes rencana kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump .

Pada Sabtu waktu setempat, sekitar 10 ribu orang berpawai dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di London menuju Downing Street dan menyerukan agar Perdana Menteri Theresa May membatalkan undangannya ke Trump.

Aksi penolakan ini berlangsung setelah Trump menandatangani kebijakan anti-imigran yang melarang warga dari 7 negara mayoritas muslim  masuk ke AS. Demikian dilaporkan oleh The Guardian.

Dikutip dari UPI pada Senin (6/2/2017), dalam kunjungannya ke Gedung Putih, May mengundang Trump ke London. Momen tersebut terjadi sesaat sebelum Trump menandatangani perintah eksekutif kontroversial tersebut.

Para pengunjuk rasa menyuarakan tuntutan mereka dengan mengusung sejumlah poster bertuliskan Stop the War Coalition, Stand Up to Racism dan Muslim Association of Britain.

"Theresa May, kamu Memalukan," demikian teriakan para demonstran seperti dikutip dari menurut Sky News.

Sekitar 10.000 orang melakukan unjuk rasa di jalan-jalan London guna mengajukan keberatan atas rencana kunjungan Trump. (Sumber @WhereIsBryanP)

Sementara itu, sebuah petisi online yang bertujuan mencegah kunjungan kenegaraan Tump ke Inggris telah mendapat 1,8 juta tandatangan.

"Pelaku kampanye, yang mencakup sejumlah organisasi Muslim, datang ke London untuk mengirimkan pesan yang jelas kepada Therea May bahwa Trump tidak diterima di sini," ujar Sabby Dhalu dari Stand Up to Racism kepada The Independent.

Sejumlah orang berkerumun di panggung kecil sebelum demonstrasi dimulai. Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbin, memberikan pidatonya melalui pesan video yang menyatakan bahwa PM May dan Partai Torie "berada di sisi yang salah dalam sejarah."

"Jangan ada secuilpun keraguan bahwa saya menentang dan Partai Buruh akan menentang semua yang mengipas-ngipasi api kebencian di sini maupun di luar negeri," kata Corbin.

"Saya mendukung permintaan jutaan orang Inggris agar Donald Trump jangan diterima melakukan kunjungan kenegaraan ketika dia melanjutkan kebijakan-kebijakannya yang anti-perempuan, anti-Muslim, dan anti-Meksiko," pungkasnya.

Artikel Selanjutnya
Gembong Pemberontak Maute Minta Tukar Tawanan dengan Filipina
Artikel Selanjutnya
Pelukan Donald Trump untuk PM Modi: Simbol Keakraban AS-India