Sukses

Top 3: Leci, Si Buah Pembunuh Lebih dari 100 Bocah di India

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit dadakan yang diderita oleh anak-anak di India menjadi pusat perhatian pembaca Liputan6.com pada Jumat (3/2/2017) pagi. Mereka diduga menyantap buah leci.

Kemudian, para pembaca menyimak dugaan tewasnya Abu Sayyaf, anggota ISIS yang selama ini disebut-sebut sebagai tukang jagal musuh-musuh kelompok tersebut.

Kisah seputar Donald Trump masih saja mengusik rasa ingin tahu pembaca. Kali ini ada ramalan penasehat strategis Donald Trump yang menduga akan terjadinya perang dengan China.

Berikut adalah Top 3 Global selengkapnya:

 

1. Terkuak, Buah Leci Sebabkan Kematian 100 Bocah di India

Terkuak, Penyebab Kematian 100 Bocah di India Utara Tiap Tahunnya (Kuni Takahashi for The New York Times)

Penyebab kematian misterius lebih dari 100 anak di India Utara akhirnya terkuak. Peneliti dari AS dan India mengatakan, maut datang setelah para korban memakan buah leci saat perut kosong.

Lebih dari dua dekade misteri itu menyelimuti kota Muzaffarpur, Bihar. Anak-anak yang awalnya sehat tiba-tiba mengalami kejang dan kehilangan kesadaran.

Kebanyakan kasus mereka berakhir dengan kematian.

Dikutip dari BBC, Kamis 2 Februari 2017, sebuah penelitian yang dirilis di jurnal medis, The Lancet, menemukan bocah-bocah itu keracunan buah leci.

Selanjutnya...


2. Abu Sayyaf, Tukang Jagal ISIS Tewas di Irak

Abu Sayyaf, pria berbadan besar yang dikenal sebagai algojo ISIS

Seorang algojo ISIS yang disebut telah memenggal ratusan kepala korbannya dikabarkan tewas. Pria bernama Abu Sayyaf itu diyakini telah dibunuh oleh penyerang tak dikenal di Nineveh, Irak.

Kebetulan, sebuah kelompok militan di Filipina yang dikenal kerap melaksanakan pembajakan kapal dan menyandera ABK-nya juga bernama Abu Sayyaf.

Dikutip dari Al Arabiya, Kamis 2 Februari 2017, menurut sejumlah laporan alogojo ISIS itu ditusuk oleh seseorang tak dikenal di Nineveh bagian barat.

Selanjutnya...


3. Ramalan Kepala Strategis Donald Trump: AS Akan Perangi China

Stephen Bannon, mantan eksekutif Breitbart News yang ditunjuk Donald Trump untuk menjadi kepala strategi dan penasihat senior Gedung Putih (AFP)

Ini yang diramalkan Kepala Strategis Donald Trump, Steve Bannon 9 bulan lalu: dalam 10 tahun mendatang, Amerika Serikat dan China akan berperang. Pemicunya adalah sengketa di Laut China Selatan yang tak kunjung usai.

Ia yang kala itu masih jadi bos media Breitbart menegaskan, tak ada keraguan soal prediksinya itu.

Tak hanya di wilayah Asia, menurut dia, pada saat bersamaan, AS akan terlibat perang besar di Timur Tengah.

Bannon menyampaikan prediksinya itu saat ia masih jadi orang media. Pertanyaannya, apakah setelah ditunjuk langsung oleh sang presiden untuk jadi petinggi Gedung Putih, ramalannya bakal terbukti?

Selanjutnya...

Artikel Selanjutnya
8 Kematian Tokoh Rusia Picu Teori Konspirasi, Terkait Pilpres AS?
Artikel Selanjutnya
Top 3: Bahrumsyah, Komandan ISIS Asal Indonesia Diduga Tewas