Sukses

Top 3: Indonesia Masuk Dalam Daftar Negara Paling Ramah Sedunia

Liputan6.com, Jakarta - Ternyata Indonesia termasuk ke dalam 15 negara paling ramah sedunia. Beragam analisis yang membuat RI masuk dalam daftar itu pun menjadi pusat perhatian pembaca Liputan6.com pada Sabtu (14/1/2017) sore.

Kisah suara ketukan dari dalam peti mati juga tak kalah menarik perhatian. Pria sepuh di China yang dikabarkan meninggal itu tiba-tiba bangkit sebelum dikuburkan.

Soal Laut China Selatan yang mengundang kekhawatiran, terkait bahaya blokade laut oleh Amerika Serikat ternyat juga menjadi salah satu yang menjadi sorotan.

Berikut adalah Top 3 Global selengkapnya:

1. Inilah 10 Negeri Paling Ramah Sedunia, Indonesia?

Selandia Baru tawarkan keindahan alam dan petualangan (Liputan6/Adanti Pradipta)

Salah satu "kemewahan" berwisata adalah kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru. Pertemuan yang mungkin berlangsung sebentar ini dapat membekas seumur hidup.

Seperti dikutip dari Telegraph pada Jumat 13 Januari 2017, mereka yang bepergian kerap mengisahkan cerita tentang orang-orang ramah yang ditemui di tempat tak terduga. Semisal negara di bawah kekuasaan diktator atau bahkan kawasan perang.

Yang jelas, memang ada negara-negara yang secara umum lebih ramah (sociable) dibandingkan dengan sejumlah negara lain. Demikian menurut Legatum Prosperity Index (LPI).

Selanjutnya...


2. Ketukan Terdengar dari Dalam Peti Mati Kakek 75 Tahun, Lalu...

Prosesi pemakaman kakek yang bangkit dari kematian. (Pear/Weibo)

Sebuah keluarga di China terkejut bukan main, ketika mereka mendengar ayah yang telah meninggal mengetuk dari dalam peti mati. Berita heboh itu pun banyak dimuat oleh media Tiongkok.

Menurut laporan Pear Video, insiden itu terjadi di Desa Yujing di Provinsi Sichuan pada malam 8 Januari. Pria sepuh itu dilaporkan sudah meninggal selama sekitar 8 jam pada saat itu.

Keluarganya pun sudah mulai mempersiapkan pemakamannya.

Selanjutnya...


3. Tiongkok: Rencana AS Blokade Laut China Selatan Bisa Jadi Bencana

Cina melakukan reklamasi di pulau karang Fiery Cross di Laut Cina Selatan. (BBC)

Amerika Serikat (AS) berisiko terlibat perang skala besar dengan China. Hal itu akan terjadi jika Washington berupaya memblokade akses ke Laut China Selatan.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh kantor berita Tiongkok sebagai reaksi atas pernyataan Rex Tillerson, calon menteri luar negeri yang dipilih oleh Donald Trump.

Sebelumnya dilaporkan, China telah membangun sejumlah benteng dan pulau buatan di Laut China Selatan. Ketika Tillerson disinggung terkait hal ini ia mengatakan, akses ke lokasi tersebut tidak akan diizinkan.

Selanjutnya...

Artikel Selanjutnya
Top 3: 10 Negara Ini Dianggap Aman Jika Perang Dunia III Pecah
Artikel Selanjutnya
Kunjungi Indonesia, Ini 4 Fakta Wapres AS Mike Pence