Sukses

Kisah Sukses WNI jadi Fotografer Anak di Amerika

Liputan6.com, San Fransisco - Berawal dari hobi memotret kedua anaknya, warga negara Indonesia (WNI) bernama Mariati ini justru meraup rezeki. Banyak orang kini mencari jasanya untuk mengabadikan momen terbaik anak-anak mereka di San Fransisco, Amerika Serikat.

Mariati yang tinggal di San Francisco mengaku memang membidik pangsa pasar anak-anak dan keluarga. Ia lantas merintis Mariati Paham Photography, jasa pemotretan profesional pada tahun 2011.

Kini ia bisa berbangga menyebut dirinya seorang fotografer profesional selain arsitek.

Salah satu langganannya, Ake Pangestuti-Weng, mengaku puas dengan hasil foto Mariati dan telah beberapa kali melakukan sesi pemotretan untuk anak-anaknya.

"Awalnya saya perlu ini, kalau punya anak kecil kan suka kayak (buat foto) milestone, foto-foto, terus ganti season. Terus saya lihat, Mariati artistik gitu fotografinya, terus juga pendekatannya, angle-angle-nya, captured ekspresi anaknya gitu," jelas Ake seperti dikutip dari VOA News, Sabtu (14/1/2017).

Namun diakui Mariati, diperlukan cara tersendiri untuk menangkap momen yang diinginakan.

"Kita harus tahu mood anak-anak itu, jam tidurnya. Itu penting banget, karena kalau nggak, mood rusak, kita enggak bisa dapat foto yang bagus," jelas Mariati.

"Jadi kalau misalnya ada moment, saya ajak ngobrol, ya joke aja gitu eh gimana temen kamu di kelas. Pas dia ngomong saya foto, karena moment itu yang in between dia lagi ketawa, lagi mikir, terus kalo nggak oh you look so cute, itu smiling-nya langsung berubah, yang malu-malu. Ya udah saya foto," papar Mariati.

Mariati, WNI yang jadi fotografer anak di San Fransisco, Amerika Serikat. (VOA News)

Kehandalan Mariati dalam menangkap momen ini diakui Viani Gerungan yang sudah enam tahun memakai jasanya.

"Jadi ya tau sendirilah anak kecil selalu lari-lari, selalu gak bisa diam, tapi Nang tuh hebat banget bisa selalu capture moment yang benar-benar bagus," ujarnya.

Klien Mariati pun berkembang, tak hanya diaspora Indonesia tapi juga warga Amerika setempat, bahkan ada klien yang datang langsung dari Indonesia.

"Setiap foto yang saya ambil itu buat saya piece of art. Mungkin saya ada background design juga, jadi saya selalu treat foto itu kayak lukisan. Saya mempelajari komposisinya, mempelajari pencahayaannya dan yang ketiga itu emosi yang difoto, itu penting buat saya gitu."

"Saya ingin menghasilkan foto yang bisa storytelling, dengan satu foto bisa ngambil emosi, banyak cerita gitu," ungkap Mariati.

Bagi Mariati, menjalin komunikasi sebelum pemotretan, terutama dengan anak-anak, menjadi kunci utama keberhasilan sebuah sesi pemotretan.

"Buat saya kamera itu sebagai perantara, sebenarnya yang penting itu antara saya sama si orang yang saya foto. Jadi penting banget pas saya motret itu, dia tau itu saya dan dia udah kenal dengan benda di antara kita, itu membuat anak-anak comfortable," pungkas Mariati.

Artikel Selanjutnya
Simbol Seks dan Kejantanan Hollywood Ini Ternyata Orang Jepang
Artikel Selanjutnya
4 Fakta Mencengangkan Mia Khalifa, Aktris Porno Asal Lebanon