Sukses

Top 3: Gempa Fiji Berpotensi Tsunami

Liputan6.com, Jakarta - Kepulauan Fiji dilanda gempa berkekuatan 6,9 skala Richter disertai dengan peringatan tsunami. Kabar tersebut paling menyedot perhatian pembaca Liputan6.com pada Kamis (5/1/2017) sore.

Selain kabar tentang gempa, kemungkinan masuknya ISIS dalam kancah konlflik kaum Rohingnya di Myanmar juga menarik perhatian pembaca. Analisis itu sendiri dilontarkan seorang pakar dari Malaysia.

Berita tentang kenyataan fauna di alam juga menyedot perhatian pembaca, misalnya rekaman kejadian langka ular menyantap ular lain di Australia.

Berikut adalah Top 3 Global selengkapnya: 

 

1. Fiji Diguncang Gempa 6,9 SR dan Berpotensi Tsunami

Ilustrasi Gempa Bumi (Liputan6.com/Sangaji)

Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter (SR) melanda 176 mil selatan Fiji pada Rabu pagi waktu setempat.

"Lindu mengguncang 6,2 mil di bawah permukaan bumi di Pasifik Selatan, memicu peringatan tsunami," demikian dilaporkan Survei Geologi AS yang dikutip dari IB Times, Rabu 4 Januari 2016.

Badan tersebut juga menyebut, telah terjadi gempa susulan 5,7 SR setelah lindu awal sekitar pukul 10.52 waktu setempat.

Tsunami Warning Center mengatakan, guncangan gempa berpotensi memicu gelombang tsunami sejauh 186 mil dari pusat gempa. Kendati demikian, peringatan itu dibatalkan dalam kurun waktu satu jam.

Selanjutnya...


2. Ancaman Utama yang Dihadapi Myanmar: Serangan ISIS

Bendera ISIS (Reuters)

Seorang pejabat kontra-terorisme Malaysia mengatakan, Myanmar tengah menghadapi ancaman serangan dari para pendukung ISIS yang direkrut jaringan Asia Tenggara. Ini dipicu oleh isu kekerasan militer terhadap warga muslim Rohingya.

Otoritas Negeri Jiran itu lebih lanjut menjelaskan bahwa pihaknya telah menahan seorang pengikut ISIS yang diduga akan berangkat ke Myanmar untuk melancarkan serangan. Demikian pernyataan Kepala Divisi Kontra-Terorisme Kepolisian Malaysia, Ayob Khan Mydin Pitchay seperti dilansir Reuters, Rabu, 4 Januari 2017.

Selanjutnya...


3. Video Detik-Detik Ketika Ular Memangsa Ular

Ular pemakan ular itu hanya bisa ditangkap beberapa jam kemudian, setelah tuntas menyantap ular mangsanya. (Sumber N&S Snake Catcher)

Pekerja penangkap ular N&S Snake Cather di Brisbane, Australia, mengunggah video tak terduga. Rekaman itu diambil ketika mereka sedang menjalankan tugas membersihkan sebuah rumah dari ular.

Ketika sedang melakukan tugas di sebuah rumah di negara bagian Queensland pada Senin lalu, mereka mendapati seekor ular coklat yang mematikan sedang menelan seekor ular piton.

Dikutip dari UPI pada Rabu 4 Januari 2017, para pawang ular itu menuliskan tentang isi video, "Kami akan berada di sini sejenak lamanya."

Selanjutnya...

Artikel Selanjutnya
Gempa 5,4 SR Getarkan Kepulauan Mentawai
Artikel Selanjutnya
BMKG: Gempa Bengkulu 6,6 SR Berpotensi Tsunami