Sukses

Top 3: Pengakuan Penyidik Saddam Hussein

Liputan6.com, Jakarta - Pada Desember 2003, Saddam Hussein ditangkap di sebuah lubang persembunyian. Ia menyerah tanpa perlawanan. Sejumlah misteri masih menyelimuti perincian peristiwa itu.

Terkuaknya beberapa perincian kejadian saat itu menjadi pusat perhatian pembaca Liputan6.com kanal Global pada Kamis (5/1/2017) pagi.

Kisah suami yang mendiamkan istrinya selama 20 tahun juga mengundang rasa ingin tahu, apalagi alasan penyebab mereka akhirnya berbicara.

Tragedi Rohingnya di Myanmar juga menjadi sorotan. Terlebih lagi dengan beredarnya foto seorang anak yang meninggal dunia dan diduga menjadi korban konflik di sana.

Berikut adalah Top 3 Global selengkapnya:

1. Pengakuan 'Mengejutkan' Agen CIA yang Interogasi Saddam Hussein

Mantan penguasa Irak, Saddam Hussein (The Daily Beast)

Operasi Red Dawn atau Fajar Merah digelar untuk satu tujuan: menangkap mantan Presiden Irak Saddam Hussein yang kekuasaannya telah dilucuti. Pada Desember 2003, sang diktator ditangkap di sebuah lubang persembunyian. Ia menyerah tanpa perlawanan.

Setelah itu, proses interogasi dilakukan. Badan Intelijen Pusat AS (CIA) membutuhkan seorang spesialis yang mampu melakukan identifikasi dan menggali informasi dari Saddam Hussein. John Nixon ditugaskan untuk melakukannya.

Operasi Red Dawn atau Fajar Merah digelar untuk satu tujuan: menangkap mantan Presiden Irak Saddam Hussein yang kekuasaannya telah dilucuti. Pada Desember 2003, sang diktator ditangkap di sebuah lubang persembunyian. Ia menyerah tanpa perlawanan.

Selanjutnya...


2. 20 Tahun Diamkan Istri, Pria Ini Akhirnya Bicara...

Pasangan asal Jepang Otou Katayama dan Yumi akhirnya memecah keheningan selama 20 tahun (Hokkaido Television)

Sudah lama Otou Katayama mendiamkan istrinya, Yumi. Tak seperti pasangan lain, yang kerap tak bicara dalam waktu sementara, pria asal Jepang itu membisu selama 20 tahun.

Meski demikian, Otou Katayama tetap tinggal serumah dengan istri dan tiga anak mereka. Selama dua dekade, komunikasi pria itu pada pasangannya hanya dilakukan lewat anggukan atau gumaman.

Kebisuan tersebut diungkap putra mereka, Yoshiki. Pemuda 18 tahun itu menulis ke pihak sebuah acara televisi, meminta bantuan mereka untuk ikut memperbaiki hubungan orang tuanya.

Selanjutnya...


3. Akankah Foto Jasad Bocah Ini Bikin Dunia Peduli Soal Rohingya?

Tangis muslim Rohingya saat ditangkap tentara Bangladesh Senin (21/11).  Ratusan muslim Rohingya terpaksa kabur ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari tindak kekerasan yang dilakukan militer Myanmar. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Bocah mungil itu terbaring terkurap, wajahnya menghadap genangan lumpur. Ia yang berasal dari etnis Rohingya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah tersapu derasnya aliran sungai.

Mohammed Shohayet, namanya, bocah 16 bulan itu dibawa orangtuanya lari dari kampung halaman mereka di negara bagian Rakhine yang dilanda konflik dan kekerasan. Bangladesh menjadi tujuan mengungsi.

Namun, apa daya, bocah malang itu tenggelam bersama sang ibu, kakaknya berusia 3 tahun, dan seorang pamannya.

Selanjutnya...

Artikel Selanjutnya
Polisi: Pelaku Teror London Diduga Bertindak Sendiri
Artikel Selanjutnya
5 Pembunuh Terkeji dari Era Perang Dingin