Sukses

7 Teori Konspirasi paling Heboh Sepanjang Tahun 2016

Liputan6.com, Jakarta - Banyak hal aneh, misterius, dan mengherankan yang terjadi di dunia ini. Tak hanya membuat orang terperangah, kejadian-kejadian itu terkadang juga tak dapat dijelaskan dengan akal sehat.

Akibatnya, teori-teori konspiratif pun bermunculan, menjadi "tolak ukur" seseorang atau sebuah kelompok untuk menjelaskan penyebab terjadinya isu tersebut.

Seperti salah satunya yang paling "digemari" adalah teori konspirasi mengenai fakta tersembunyi di balik kematian Putri Inggris, Diana Spencer, yang peringatan ke-20 tahunnya akan digelar pada 2017.

Mantan istri Pangeran Charles itu tewas dalam sebuah kecelakaan mobil tragis di terowongan Paris, Prancis, bersama dengan kekasihnya, Dodi Al Fayed.

Banyak yang mencoba menguak misteri kematian sang Princess of Wales yang dianggap "mendadak".

Ada yang mengatakan ibu Pangeran William dan Harry itu sengaja dibunuh karena mengetahui skandal besar kerajaan. Sementara itu teori lainnya menyebutkan Diana dibunuh agar tidak menikahi seorang pria muslim.

Walaupun begitu, tidak ada yang tahu pasti apakah kecelakaan yang dialami Diana pada 31 Agustus 1997 benar merupakan suatu insiden atau bukan. Kebenarannya terkubur bersama dengan Princess of Wales.

Tidak hanya misteri kematian Diana saja yang menghebohkan. Sepanjang tahun 2016 ada beberapa kejadian, isu, dan hal yang terjadi di dunia, yang menimbulkan tanda tanya. Seperti yang telah dirangkum Liputan6.com pada Kamis (29/12/2016), berikut selengkapnya 10 terori konspirasi menghebohkan dunia sepanjang tahun 2016.

1 dari 8 halaman

1. Pergerakan Sosok Misterius di Kawah Bulan

Temuan gambar misterius mirip sosok alien pada permukaan bulan dari Google Earth ini kemudian diserahkan ke UFO Sightings Daily

Pada April 2016 lalu, sebuah video rekaman kawah bulan menggemparkan dunia maya. Rekaman tersebut diperaya telah mengabadikan sesosok makhluk misterius tengah "bergerak" di permukaan satelit Bumi itu.

"Cuplikan luar biasa yang baru kalian lihat memperlihatkan dengan jelas adanya pergerakan dan kegiatan di salah satu kawah di bulan. Rekaman diambil oleh seorang ahli astronomi dan bisa saja masuk ke dalam buku sejarah," kata Tyler dari Secure Team.

"Luar biasa, aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata," tuturnya.

Mendadak sontak video tersebut mendapatkan banyak komentar pro dan kontra dari netizen. Sebagian dari mereka mengatakan hasil rekaman teleskop itu tidak nyata dan telah direkayasa. Sementara itu, sebagian lainnya meyakini bahwa sosok tersebut adalah alien.

"Jujur saja, kurasa manusia sudah berada di atas sana dengan membentuk koloni dan melakukan penelitian," kata seorang netizen.

"Alien telah membuat markas-markas di planet guna menyerap energi matahari. Mereka hidup di bulan," ungkap netizen lainnya.

Menanggapi komentar dari netizen, kelompok yang mengunggah video tersebut mengklaim bahwa mereka memiliki bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa alien itu nyata. Menurut laporan kelompok penyebar konspirasi tersebut, mereka mendapatkan informasi dari Ken Johnson yang bekerja di departemen data dan foto NASA.

Ia diminta oleh atasannya untuk menghancurkan "barang bukti" keberadaan alien, berupa foto kubah terbuat dari kaca dan batu. Namun, Ken tak melaksanakan perintah tersebut dan kemudian dipaksa untuk mengundurkan diri.

Pria itu lalu membagi kisahnya dengan penulis Richard C. Hoagland dan Mike Bara. Kedua penulis tersebut kemudian berkolaborasi memuat cerita Ken dalam buku berjudul "Dark Mission: the Secret History of NASA".

2 dari 8 halaman

2. Bukti 'Kiamat' dari Kawah Api Yellowstone, AS

Taman Nasional Yellowstone (Reuters)

Kiamat merupakan malapetaka terbesar yang akan mengakhiri semua kehidupan di dunia. Ketika itu terjadi, tidak ada satu pun orang di seluruh penjuru Bumi tahu kapan akan terjadinya. Banyak kalangan mencoba untuk menebak-nebak kapan akan terjadinya akhir dunia tersebut.

Ada yang menyangkut-pautkan kiamat dengan bencana ataupun fenomena alam yang terjadi. Seperti salah satunya pada April 2016 lalu. Sebuah rekaman mengklaim bahwa situasi supervolcano Yellowstone yang terletak di negara bagian Wyoming, Montana, dan Idaho, AS, merupakan "bukti" bahwa peradaban di dunia akan segera berakhir.

Rekaman video yang diunggah oleh seseorang dengan akun bernama KatMartin2016 itu menunjukan adanya aktivitas hebat di kawah gunung api Yellowstone. Hal tersebut dianggap oleh beberapa orang sebagai pertanda akan adanya letusan besar tak lama lagi. Tak hanya itu, aktivitas gunung yang terletak di Montana dan Idaho tersebut, dianggap sebagai bukti "kebangkitan" pergerakan seismik di wilayah Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire Samudera Pasifik.

Erupsi besar Yellowstone diperkirakan pernah terjadi  pada 640 ribu tahun lalu. Penelitian juga menunjukkan, kaldera tersebut telah meletus tiga kali dalam kurun waktu 2,1 juta tahun.

Jika Yellowstone kembali meletus, kekuatan erupsinya diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari letusan gunung St Helena pada tahun 1980.Yellowstone akan memuntahkan lava ke langit, sementara abunya yang panas akan mematikan tanaman dan mengubur wilayah sekitarnya hingga radius lebih dari 1.600 kilometer.

Tak hanya itu, dua per tiga wilayah Amerika Serikat bisa jadi tak dapat dihuni lagi karena udara beracun yang berhembus dari kaldera.

3 dari 8 halaman

3. Sosok Penjelajah Waktu di Pertandingan Mike Tyson

Di dalam foto tersebut, terlihat seorang pria sedang merekam pertandingan tinju Mike Tyson versus Peter McNeely, menggunakan smartphone-nya (komando.com).

Saat mendengar kata menjelajah waktu, mungkin beberapa orang langsung akan membayangkan film kartun Jepang populer, Doraemon, di otak mereka. Yang lainnya mungkin akan "memutar" cuplikan tontonan layar lebar terkenal Hollywood, Terminator.

Tak ada yang dapat memastikan keberadaan sang penjelajah waktu. Banyak orang memilih untuk menganggap hal tersebut hanyalah sebuah rekayasa dan tidak mempercayainya. Namun beberapa fakta dan barang bukti seakan menunjukkan bahwa orang yang melakukan perjalanan kembali ke masa lalu itu nyata.

Seperti yang ditunjukkan dalam sebuah foto di pertandingan tinju Mike Tyson melawan Peter McNeely pada 1 Agustus 1995. Dalam foto tersebut terlihat seorang penonton merekam kejadian tersebut dengan menggunakan smartphone-nya. Padahal pada tahun tersebut, ponsel canggih itu belum dijual hingga setelah 2000.

Memang telepon genggam telah ada saat itu. Namun hanya berfungsi untuk menerima panggilan telepon dan mengirimkan pesan. Konspirasi mengatakan orang misterius itu adalah penjelajah waktu yang datang dari masa depan untuk menyaksikan kembali pertandingan tinju Mike.

Ada pula yang beranggapan bahwa orang tersebut adalah jelmaan alien yang berasal dari peradaban maju. Namun mereka yang tidak percaya mengatakan, bisa saja ponsel kamera tersebut merupakan produk yang dijual lebih awal.

Sementara itu sebelumnya pada Januari 2016, penyebar teori konspirasi menyatakan bahwa penjelajah waktu pernah mengunjungi peradaban Yunani Kuno. Mereka kemudian memperkenalkan laptop kepada orang Yunani. Itulah mengapa peneliti menemukan benda mirip laptop lengkap dengan lubang USB, terukir pada patung seorang wanita.

4 dari 8 halaman

4. Putri Diana 'Dibunuh' agar Tak Menikahi Seorang Muslim?

Putri Diana biasanya tidak peduli dengan segala omongan tentangnya, tapi lain ceritanya kalau omongan itu berkaitan dengan putra-putranya. (Sumber Pinterest dan LFI/Photoshot)

Di tengah duka kepergian Lady Di atau Putri Diana, teori konspirasi menyeruak terkait kecelakaan nahas yang menimpa dirinya dan sang kekasih, Dodi Al Fayed. Menurut laporan resmi, mobil Marcedes-benz W140 yang ditumpangi Diana celaka akibat kelalaian sang sopir, Henri Paul. supir itu dilaporkan mengemudi dengan kecepatan tinggi dalam keadaan mabuk.

Ada pula yang menyebutkan bahwa kejadian yang menghilangkan nyawa sang Lady terjadi akibat kilatan cahaya kamera paparazi. Tak sedikit pula yang mengatakan, Princess of Wales tewas karena dibunuh agar tak menikahi Dodi yang merupakan seorang muslim.

Sementara itu ayah Dodi, Mohamed Al Fayed, mengatakan bahwa keluarga kerajaan, badan intelijen Inggris, dan badan intelijen AS,berada di balik peristiwa mengenaskan tersebut. Mohamed juga mengatakan bahwa mereka melakukan hal tersebut agar Diana tak jadi menikahi anaknya.

Namun, hal tersebut dibantah oleh mantan bodyguard Diana, Ken Wharfe. "Saya bisa mengatakan dengan yakin, berdasarkan pengalamanku selama puluhan tahun sebagai polisi, bahwa kematian Diana bukan pembunuhan, melainkan kecelakaan maut yang seharusnya bisa dicegah."

Diana, kata dia, "bukan korban dari kekuasaan tersembunyi yang menganggap perempuan itu bakal membawa malu (karena menikahi seorang muslim), melainkan korban dari perilaku ceroboh sang kekasih dan kesalahan pengawalnya."

Kesalahan pertama, kata Wharfe, adalah pemilihan bodyguard yang dipekerjakan keluarga Fayed--yang tak bisa berkata "tidak" pada orang yang membayar mereka.

"Dodi memerintahkan Henri Paul (yang dalam pengaruh alkohol) untuk menyetir malam itu. Pengawalnya seharusnya pasang badan, menolak membiarkan Diana masuk ke mobil."

Kedua, Dodi memerintahkan sang sopir untuk menjalankan mobil secepat mungkin. "Rees-Jones seharusnya membantahnya. Seorang petugas perlindungan polisi tidak akan ragu-ragu untuk menolak keinginan Dodi," kata dia. "Seandainya saya bersama dengan Diana kala itu, saya akan melakukan intervensi."

"Menurut saya, itu sulit dipercaya. Pendapat saya sebagai seorang profesional, tak ada bukti yang mendukung teori tersebut," kata Wharfe saat ditanya apakah kematian Diana direncanakan atau tidak.

Ia menambahkan, adalah gagasan yang konyol jika ada yang menyalahkan Ratu Inggris, Perdana Menteri, atau siapa pun dalam pemerintahan Britania Raya atas kematian Diana. Sebab, bukan pengawal pribadi mereka yang sedang bersama sang putri kala itu.

Mantan Kepala Metropolitan Police, Lord Stevens, pada 2006 juga menolak klaim pembunuhan yang disuarakan sejumlah orang, termasuk ayah Dodi, Mohamed al Fayed.

Mantan petinggi polisi Inggris itu membantah bahwa Diana dibunuh oleh mata-mata Britania Raya, atau suruhan suami Ratu Elizabeth, Duke of Edinburgh, juga dugaan bahwa Diana dalam kondisi hamil atau bertunangan dengan Dodi.

Operasi Paget menyimpulkan hal yang sama yang disampaikan penyelidik Prancis pada 1999, bahwa sopir Henri Paul mengemudi dalam kecepatan tinggi dalam kondisi mabuk. Lord Stevens mengatakan, tuduhan bahwa Diana dibunuh "tidak berdasar".

5 dari 8 halaman

5. Fenomena Aneh '2 Matahari' di Langit Kolombia

Penampakan tersebut terjadi pada pagi hari Jumat di Kolombia. Warga percaya bahwa mereka menyaksikan dua cahaya di langit yang diduga matahari (Mirror.co.uk)

Matahari merupakan sumber energi terbesar di seluruh jagad raya. Tak ada satupun benda langit ataupun Bumi yang dapat menandingi sinar yang dipancarkan bintang besar tersebut. Namun sebuah rekaman video di kolombia menunjukan sebuah penampakan '2 matahari' langka.

Dalam video yang diambil oleh seorang warga, Pablo Zapata di El Guamo, terlihat dua cahaya menyinari pagi hari itu. Sinar bulat tersebut dipercaya oleh sebagian warga sebagai 'matahari kecil'.

"Ada dua matahari di langit di pagi hari Jumat itu, kami menyaksikan fenomena aneh ini secara langsung," kata warga yang merekam kejadian tersebut, Pablo Zapata.

Dalam rekaman dapat dilihat, sepasang lansia menunjuk ke langit, mengatakan ada yang aneh dengan penampakan matahari pagi itu. Saat kamera di arahkan ke atas, dapat dilihat dua matahari saling berdampingan.

Mendadak sontak, hal tersebut membuat warga panik. Beberapa bahkan mengatakan kiamat akan segera tiba.

Sementara itu, Zapata mengatakan warga di kota terdekat, San Juan Nepomuceno, sebelah selatan ibu kota Kolombia, Bogota, juga menyatakan melihat penampakan dua "matahari" tersebut.

"Fenomena janggal tersebut berlangsung dari pukul 09.00 hingga 10.00. Tidak terlihat seperti halo sama sekali," kata Zapata.

Ini bukan pertama kalinya teori konspirasi mengatakan ada lebih dari satu matahari di jagad raya. Pada Juni 2016, ahli astronomi Paul Cox mengklaim bahwa NASA "menutupi" penampakan matahari ke-2. Mendadak sontak, pernyataan astronom terkenal itu menimbulkan banyak teori konspirasi bermunculan.

6 dari 8 halaman

6. Kematian Fidel Castro dan Ramalan 'Kehancuran' AS

Presiden Kuba, Raul Castro memberi penghormatan terakhir kepada abu mantan Presiden Kuba, Fidel Castro usai dimakamkan di Santa Ifigenia Cemetery di Santiago, Kuba (4/12).  Castro memerintah Kuba hampir setengah abad. (REUTERS/ACN/Marcelino Vazquez)

Kematian mantan pemimpin Kuba, Fidel Kastro, diramalkan berkaian dengan 'hancurnya' perekonomian Amerika Serikat. Saat pemimpin revolusi Kuba itu meninggal dunia pada usia 90 tahun, banyak warga AS yang 'mensyukuri' momen tersebut.

Salah satunya adalah presiden terpilih AS Donald Trump. seperti yang dituliskan oleh trump dalam akun Twitter-nya, miliarder nyentrik itu berencana akan memutuskan hubungan Kuba dan AS, mematahkan upaya normalisasi yang digagas oleh Barack Obama.

Namun, lepas dari respons tersebut, sebuah ramalan berusia 35 tahun mengatakan ada keterkaitan antara kematian Fidel dengan nasib AS. kOnon Negeri paman Sam akan mengalami kehancuran ekonomi yang dahsyat. Benarkah demikian?

Ramalan itu dikemukakan oleh seorang pria bernama John W. Johnston pada 1981. Sebelumnya, John juga pernah memprediksi dengan tepat runtuhnya Tembok Berlin, kehancuran Uni Soviet, dan kebangkitan Vladimir Putin.

Menurut pria yang mengaku sebagai "nabi" itu, dia mendapatkan wahyu dari 1981 hingga 2011. Namun banyak yang meragukan ramalannya karena Johnston jarang memberikan tanggal kejadian dalam posting-annya.

Dalam blog-nya, UnitedStatesProphecy.com, Johnston mengklaim menerima wahyu pada 1981 yang mengungkap bahwa runtuhnya Tembok Berlin akan memicu kehancuran Uni Soviet. Meski demikian, ia mengaku bahwa Rusia akan pulih kembali di bawah pemimpin yang kuat.

Johnston mengklaim bahwa dirinya menerima wahyu pada 1981, yakni kebangkitan Rusia setelah Uni Soviet runtuh di bawah kepemimpinan Vladimir Putin. Bangkitnya Negeri Beruang Merah itu akan diikuti dengan kematian Fidel Castro.

Selain itu, ia juga mengungkap ramalan yang dianggap paling mengerikan, yang saat ini membuat geger sejumlah blog teori konspirasi. Johnston memprediksi bahwa kematian Fidel Castro akan diikuti dengan hancurnya ekonomi Amerika Serikat.

"Ketika kamu melihat Tembok Berlin runtuh dan ketika kamu menyaksikan Uni Soviet hancur lalu bangkit kembali, kemudian kalian akan melihat kematian Fidel Castro; lalu kehancuran sistem ekonomi di Amerika Serikat akan datang," ujar Johnston.

Wahyu lain yang ia klaim diterima pada 1990, termasuk serangan nuklir Rusia ke New York dan invasi China ke Pantai Barat Amerika Serikat.

Menurut orang-orang yang meyakini ramalan tersebut, Johnston dengan benar meramalkan bahwa runtuhnya Tembok Berlin akan menjadi mata rantai pertama yang memicu hancurnya Uni Soviet dan kebangkitan Rusia.

Tak hanya itu, mereka juga yakin bahwa ramalan tentang kehancuran ekonomi AS akan terpenuhi.

7 dari 8 halaman

7. Sebelum Tewas, Ahli UFO Muntah Cairan Hitam Sebanyak 2 Liter

 Max Spiers (Facebook)

Max Spiers merupakan seorang ahli alien yang tewas setelah muntah cairan hitam sebanyak 2 liter saat tengah berkunjung ke Polandia untuk mengisi konferensi. Max meninggal dunia ketika dia berusaha memecahkan rahasia pemerintah.

Beberapa hari sebelum kematiannya, ahli teori konspirasi itu mengirimkan pesan singkat kepada ibunya, Vanessa Bates. "Anak laki-lakimu berada dalam masalah. Jika terjadi sesuatu, selidiki," tulis Max dalam pesan singkat itu.

Aparat kepolisian mengatakan tidak ada keanehan dalam kematian ayah dua anak itu. Namun, fakta mengindikasikan hal sebaliknya. Terlebih lagi, tak ada penyelidikan post-mortem yang dilakukan terhadap jasad pria 39 tahun itu.

Akhirnya polisi melakukan pemeriksaan tersebut. Namun, sang ibu mengatakan hingga dua bulan kemudian ia tak pernah tahu apa hasil pemeriksaan jasad anaknya. Vanessa juga tak yakin apakah pihak berwajib benar melakukan post-mortem atau tidak.

"Mungkin dia tidak menderita luka fisik, tetapi ia bisa saja perlahan-lahan diracuni. Itu mengapa hasil tes toksikologi dari post-mortem begitu penting," ujar Vanessa.

Max mengunjungi Polandia setelah berlibur di Siprus bersama seorang teman wanitanya, di mana ia menjadi orang pertama yang menemukan jasad ahli teori konspirasi itu.

"Ketika mereka kembali, Spiers sakit dengan demam tinggi dan lemah," ujar petugas koroner penyelidikan, Caroline O’Donnell, dalam sebuah pernyataan.

"Keesokan harinya, Spies memuntahkan dua liter cairan hitam. Temannya memanggil dokter yang berusaha menyadarkannya sebelum menyatakan dia (Spiers) meninggal," ujar O’Donnell.

Vanessa mengatakan bahwa, Max terkenal dalam dunia teori konspirasi. "Tapi menurutku kali ini dia ikut campur terlalu dalam dan membahayakan dirinya sendiri. Saya khawatir seseorang mencoba untuk membunuhnya."

Sang ibu juga mengatakan bahwa anaknya belakangan mulai 'berani' mengulik misteri yang menyekubungi kehidupan petinggi politik, pebisnis, dan artis.

Kematian Max yang tidak dianggap serius oleh pemerintah setempat membuat pengikut pria itu berkesimpulan, pria 35 tahun itu tewas dibunuh. Max dan pemburu alien lainnya percaya bahwa fakta UFO "dimusnahkan" oleh Secret Service yang juga dikenal dengan sebutan "Man in Black".

Dalam salah satu situs, Project Camelot, seorang blogger menulis: "Seluruh keadaan mencurigakan dan aku mendorong semua orang membocorkan rincian tentang apa yang sebenarnya terjadi dan menuntut agar jasad Max diotopsi."

Sementara itu Koroner Alan Blundosn mengatakan kepada pengadilan, ia masih menunggu laporan dari pemerintah Polandia. Dia juga berharap dapat menjamin pendanaan agar laptop dan ponsel Spiers menjalani analisis forensik.