Sukses

Permintaan Terakhir Anak Mata-mata Perang Dingin Kepada Obama

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah anak dari salah satu mata-mata legendaris, Ethel Rosenberg kembali ke Gedung Putih, setelah lebih dari 50 tahun gagal meminta banding kepada Presiden Barack Obama agar membebaskan sang ibu setelah bukti-bukti baru mencuat.

Rosenberg dieksekusi pada tahun 1953 bersama dengan suaminya, Julius, setelah dinyatakan bersalah bersekongkol untuk membocorkan rahasia tentang bom atom ke Uni Soviet. Tapi catatan pengadilan diumumkan oleh hakim pada tahun lalu meragukan bukti-bukti di pengadilan masa lalu.

Kasus mata-mata era Perang Dingin itu telah memikat dunia. Demikian seperti dilansir msnnews, Jumat (2/12/2016).

"Ini adalah ibu kami yang kita bicarakan," kata Robert Meeropol, salah satu dari dua anak laki-laki Rosenberg ketika berdiri di depan pintu gerbang Gedung Putih.

"Karena kami tak bisa mengembalikan nyawa ibu kami, tak ada yang bisa memuaskan kami selain pemerintah mengakui kesalahannya," lamjutna.

Dokumen baru menunjukkan bahwa saudara Ethel Rosenberg, yang memberatkan sidang kesaksian terhadap dia dan suaminya mengatakan bahwa ia tidak pernah mengatakan apapun tentang saudara perempuannya sebelum dewan juri memutuskan.

Saudara laki-lakinya, David Greenglass, kepada dewan juri mengatakan tidak ada bukti keterlibatan langsung Ethel dan mengatakan ia tidak pernah membahas hal tersebut dengan saudara perempuannya itu. 

Sebagai anak laki-laki pasangan 'mata-mata' itu, Robert dan Michael Meeropol mengunjungi Gedung Putih pada tahun 1953. Namun, upaya mereka untuk mendapatkan perhatian Presiden Dwight Eisenhower agar ia mencegah eksekusi orang tua mereka.

Setengah abad kemudian, dua bersaudara itu mendekati penjaga di luar Gedung Putih dan meminta untuk menyampaikan surat kepada Obama.

Namun, mereka diusir oleh Secret Service.

"Ok, baiklah, kami akan mencoba lagi," kata Michael Meeropol sambil berdiri di bawah sinar matahari, memandang ke dalam gerbang West Wing.

"Terima kasih banyak," lanjutnya.

Meski demikian, kata kedua bersaudara yang kini telah sepuh itu, mereka telah mengirim surat kepada penasihat senior Obama, Valerie Jarret, dan mereka berharap Obama melakukan sesuatu, sebelum lengser diganti oleh Donald Trump pada Januari 2017 mendatang.

"Saya yakin, kami akan membaca surat itu," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest. Ia mengatakan bukannya tak sadar dengan usaha kedua bersaudara itu.

 

1 dari 2 halaman

Kasus Hukuman Mati yang Mendunia

Kedua bersaudara itu merasa penting adanya pengakuan nasional terhadap eksekusi salah sasaran atas orang tua mereka itu.

"Kami telah melalui berbagai cobaan hidup, dicela orang, dihukum orang dan dipandang miring. Kami merasa hidup kami akan berbahaya jika Obama tak melakukan sesuatu," kata Michael.

Meeropol bersaudara tidak mencari pengampunan presiden, karena itu berarti mereka mengakui ibu mereka bersalah.

Sampai sejauh ini, tidak jelas tindakan apa yang Meeropols inginkan. Karena jika ada, pemerintahan Obama akan mengambil waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikan kasus ini.

Tapi pendukung Rosenberg percaya prospek mereka redup jika nanti presiden terpilih Donald Trump resmi berkuasa, hal itu karena Roy Cohn, pengacara Trump, adalah anggota tim jaksa Departemen Kehakiman terhadap Rosenbergs.

"Hantu Ethel Rosenberg akan menghantui Gedung Putih setelah Donald Trump berkantor di situ," kata Robert Meeropol.

Rosenbergs mengatakan dalam sidang mereka tidak bersalah, meskipun Meeropols meminta hanya pembebasan tuduhan terhadap Ethel.

Anak-anak itu mengatakan karena mereka percaya ayah mereka secara hukum bersalah melakukan konspirasi untuk melakukan spionase, meskipun mereka berpendapat ia tidak terlibat dalam kegiatan mata-mata atom dan tidak seharusnya dieksekusi.

Pendukung Ethel Rosenberg percaya tujuan mereka dibantu oleh rilis Greenglass tentang kesaksian dewan juri pada 2015, di mana seorang hakim federal di New York membukanya setelah kematian Greenglass dalam menanggapi permintaan dari sejarawan.

Bahwa ada 1.950 kesaksian yang bertentangan dengan pernyataan Greenglass yang dibuat setahun kemudian selama persidangan pasangan itu . Dia didakwa sebagai pembantu konspirator dan hanya menjalani 10 tahun penjara.

Greenglass mengatakan ia telah memberikan data penelitian Rosenberg yang diperoleh saat bekerja sebagai masinis Angkatan Darat di Los Alamos, New Mexico, di mana markas rahasia Proyek Manhattan untuk membangun bom atom.

Dia mengatakan dirinya teringat ketika melihat kakaknya menyalin catatan untuk diberikan kepada Soviet pada mesin tik portabel di apartemen Rosenbergs di New York pada tahun 1945.

Tapi catatan juri menunjukkan tidak menyebutkan mengetik dan menunjukkan keterlibatan sang adik atau Ethel.

Greenglass mengatakan kepada juri, Julius Rosenberg bersikeras bahwa ia harus terus bekerja di Angkatan Darat sehingga ia bisa "terus memberinya informasi," tetapi ketika ditanya apakah saudara perempuannya sama ngototnya, ia menjawab, "saya katakan sebelumnya, dan mengatakan itu lagi , jujur, ini adalah fakta: saya tidak pernah berbicara dengan adik saya tentang ini sama sekali ".

Berpuluh-puluh tahun setelah sidang, Greenglass dikutip oleh wartawan New York Times telah mengaku bersaksi saudara perempuannya mengetik catatan itu untuk melindungi istrinya.

Dalam keputusan Mei yang meminta catatan itu untuk dibuka, Hakim Distrik Alvin Hellerstein mencatat bahwa Greenglass mengatakan dalam pernyataan baru bahwa kemungkinan justru istrinya, Ruth Greenglass, bukan Ethel Rosenberg, yang mengetik catatan itu.

Sementara itu, kedua bersaudara anak Julius dan Ethel Rosenberg diadopsi setelah eksekusi orangtua mereka dan mengubah nama terakhir mereka.