Sukses

'Cinta Terlarang' dengan 2 Muridnya, Guru Ini Didenda Rp 215 Juta

Liputan6.com, Austin - Seorang guru perempuan menggoda dua orang muridanya dan memberi 'nilai' keterampilan seks mereka.

Kelsey Leigh Gutierrez menerima tiga tuduhan akibat hubungan terlarang antara guru dan murid.

Menurut keterangan yang dikutip dari News.com.au, Jumat (2/12/2016), Kelsey melakukan seks dengan tiga orang muridnya, dalam 1,5 tahun belakangan.

Jaksa mengatakan bahwa mereka telah menemukan dua orang murid yang diduga menjadi korbannya. Sementara itu, ia juga menyatakan, walaupun korban ketiga belum ditemukan, ada bukti yang menunjukkan bahwa perempuan 25 tahun itu menggoda 3 orang muridnya.

Guru Bahasa Inggris itu telah diberhentikan pada 18 November 2016, setelah pihak berwajib mulai melakukan penyidikan.

Menurut laporan pengadilan yang dilansir News.com.au dari KPRC 2 News, Kelsey bertemu dengan seorang murid berusia 18 tahun pada 12 November tengah malam.

Pertemuan tersebut terjadi di area parkir di dekat rumah murid itu. Mereka berciuman di kursi depan mobil Kelsey, kemudian pindah ke bangku belakang untuk berhubungan seks.

Empat hari kemudian guru Bahasa Inggris itu kembali mengunjungi rumah muridnya. Kali itu mereka bercumbu di dalam kamar remaja 18 tahun tersebut.

Pernyataan dari penyidik mengatakan bahwa, Kelsey mengaku memiliki hubungan seksual dengan muridnya. Barang bukti berupa pesan yang memuat waktu pertemuan dan 'pertunjukan' sang murid ditemukan.

Dokumen pengadilan juga menunjukkan bahwa Kelsey pernah menjalin hubungan yang sama dengan murid lainnya pada 2015.

Bercumbu dengan 2 Orang Muridnya, Guru Cantik Didenda Rp 215 Juta (facebook/News.com.au)

Sama seperti murid yang pertama, Kelsey menjemput remaja kedua dengan mobil dan kemudian menuju sebuah parkiran pom bensin. Mereka kemudian berciuman. Pertemuan tesebut terjadi sebanyak 4 kali.

Kelsey mulai menjadi guru di sekolah itu pada tahun ajaran baru 2014.

Akibat dari perbuatannya itu, Kelsey sempat ditahan. Namun kemudian guru Bahasa Inggris itu membayar tebusan sebanyak US$ 61 ribu atau setara dengan Rp 215 juta.

Sementara itu sekolah tempat Kelsey dulu mengajar mengirimkan sebuah surat pernyataan kepada KPRC2 News.

Pernyataan itu berbunyi, "saat kami mendengar adanya isu mengenai kasus itu, penyelidikan internal langsung dilakukan. Termasuk administrasi di sekolah dan departemen kepolisian wilayah. Selain itu kami juga telah memutuskan hubungan kepegawaian dengan Kelsey."

"Kami ingin Anda tahu bahwa kami merasa sangat peduli dengan keselamatan murid kami dan prioritas utama kami adalah keamanan dan pendidikan mereka. Kami akan tersu bekerjasama dengan pihak berwajib dan pejabat kejaksaan. Kami tidak akan pernah menerima perilaku tak senonoh guru di sini."