Sukses

8 Tragedi Pembunuhan yang Bikin Merinding 'Horor'

Liputan6.com, Jakarta - Ketakutan serta keputusasaan sering kali membuat manusia bertindak tanpa pikir panjang dan akibatnya berujung fatal. Tidak hanya menyakiti orang yang mereka sayangi, tindakan tersebut bahkan dapat berakibat pada kematian seseorang. 

Seperti beberapa kasus pembunuhan yang terjadi pada 2015 dan 2016 berikut, yang terjadi karena ketakutan serta keputusasaan pelaku. Mereka tega menghabisi nyawa orang terkasihnya, sebelum akhirnya mengakhiri hidup mereka sendiri. 

Berikut selengkapnya 8 kasus pembunuhan yang dilanjutkan dengan aksi bunuh diri pelaku, seperti dikutip dari Oddee.com, Rabu (30/11/2016):

1. Ibu Lompat dari Lantai 9 Sambil Gendong Bayinya

Anna dan putranya, Gleb (Screencaptured)

Beberapa bulan lalu, seorang ibu dilaporkan bunuh diri sambil memeluk anak laki-lakinya. Ia terjun dari lantai 9 sebuah apartemen.

Hal tersebut dilakukan oleh pelaku yang bernama Anna Ozhigova karena mantan suaminya mengejek hasil operasi plastik hidungnya.

Laki-laki itu menyebutkan bahwa hidung Anna yang dioperasi karena alasan kesehatan, terlihat seperti 'hidung babi'.

Menurut sebuah 'surat bunuh diri' yang ditulis dalam akun media sosialnya, ibu yang bekerja sebagai sales representative itu mengatakan, setelah operasi hidung dia tak bisa tersenyum normal lagi.

Keterangan dari orang terdekat Anna mengatakan, operasi plastik tersebut yang menjadi pemicu kehancuran rumah tangga perempuan itu. Pernikahan tersebut pun berujung pada perceraian.

Walaupun telah memiliki kekasih baru, Anna merasa ketakutan jika sewaktu-waktu mantan suaminya akan memenangkan hak asuh anak mereka, Gleb.

Takut Gleb direnggut darinya, Anna kemudian memutuskan untuk bunuh diri bersama dengan bocah tersebut, dengan terjun dari lantai 9 apartemen orangtuanya di Kota Omsk, Siberia.

Saat loncat, Anna diduga memeluk anak laki-lakinya itu. Jasad bocah tersebut ditemukan tergeletak tak jauh dari jasad Anna.

1 dari 8 halaman

Takut Kiamat

2. Takut 'Kiamat' Orangtua Bunuh Anak

Ilustrasi Hari Kiamat (iStock)

Sepasang suami istri Argentina mengira dunia akan segara berakhir akibat pemanasan global. Tak ingin anak mereka merasakan dan menyaksikan hal mengerikan tersebut terjadi, orangtua itu pun memutuskan untuk membunuh buah hatinya.

Francisco Lotero dan Miriam Coletti menembak anak mereka yang berusia 2 tahun di bagian punggung. Sementara bayi mereka yang berusia 7 bulan ditembak di bagian dada.

Tak lama setelah itu suami istri tersebut menembak kepala mereka sendiri hingga tewas.

Tiga hari berlalu setelah kejadian tersebut. Tetangga Lotero dan Coletti mulai mengendus bau tak sedap yang berasal dari kediaman pasangan suami istri itu.

Mereka kemudian melaporkan hal tersebut kepada polisi setempat. 

Polisi kemudian datang untuk menyelidiki. Saat berhasil memasuki apartemen Lotero dan Coletti, mereka menemukan jasad suami istri itu telah terurai bersama dengan jenazah anak mereka yang berusia 2 tahun.

Ajaibnya, bayi perempuan 7 bulan pasangan tersebut masih hidup. Dengan luka di dada dan tanpa makan minum selama 3 hari, bocah itu selamat dari maut.

Bayi perempuan itu kemudian segera dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya kini dikabarkan membaik.

2 dari 8 halaman

Ayah Buronan

3. Ayah Culik dan Bunuh Anak

Ilustrasi Liputan Khusus Penculikan Anak

Seorang pria menembak mati dirinya sendiri, setelah membunuh dua anak laki-lakinya yang berusia 4 dan 5 tahun.

Ayah bernama Cristopher Cadenbach itu dilaporkan bertingkah aneh sesaat sebelum menculik buah hatinya sendiri dari rumah ibu mereka.

Ia kemudian membawa bocah bernama Ethan dan Owen itu berkendara hingga ke sebuah parkiran yang berada di pinggir kota St Louis.

Polisi pun berhasil melacak Cristopher hingga ke lokasi tersebut, namun saat mereka mendekat, pria berusia 43 tahun itu mengarahkan pistol kepada Owen dan Ethan, lalu menembak mereka.

Setelah kedua buah hatinya tergeletak tak bernyawa, Christopher pun mengakhiri hidupnya dengan menggunakan senjata api yang dipegangnya.

3 dari 8 halaman

Pembunuhan Misterius

4. Eks Mahasiswa Kedokteran Harvard Bunuh Keluarga Sendiri

(Foto: Istimewa)

Pada awal November 2016, Lance Buckley menghubungi 911 untuk melaporkan kasus pembunuhan dan bunuh diri yang terjadi di Stafford County, Virginia.

Saat polisi sampai di lokasi yang dimaksud, mereka menemukan pria berusia 35 tahun itu tewas bersama dengan istri dan kedua anaknya.

Lance diduga membunuh Amy (30) dan kedua buah hati mereka Claire (5), serta Abigail yang masih berusia 17 bulan.

Setelah menembak mereka dengan menggunakan pistol, pria 35 tahun yang merupakan mantan mahasiswa kedokteran di Harvard University itu kemudian mengakhiri hidupnya.

Sebelumnya, pada 2015 Lance pernah dilaporkan menghilang, hanya 7 hari setelah kelahiran putrinya Abigail.

Pria itu diketahui tengah dalam perjalanan menuju Washington D.C, setelah mengambil paket wisudanya di Harvard.

Lance kemudian ditemukan di bumi perkemahan di Brunswick, Maryland, AS dekat perbatasan dengan Virginia Barat.

Tak ada yang tahu pasti apa yang menjadi alasan menghilangnya Lance kala itu. Sama seperti alasan mengapa dia membunuh keluarga dan dirinya sendiri.

4 dari 8 halaman

Kematian yang 'Tertunda'

5. Kematian yang Tertunda

Ilustrasi jasad bayi

Pada waktu lahir, dokter mengatakan bahwa Willow Short tak seharusnya hidup dan selamat. Hal tersebut dinyatakan oleh medis berdasarkan hasil pemeriksaan kehamilan, saat Willow masih berada di dalam kandungan ibunya.

Enam hari setelah lahir, gadis itu mendapatkan donor jantung yang membuat dia dapat bertahan hidup hingga dua tahun kemudian.

Pada Agustus 2016 polisi menemukan Willow dan kedua kakaknya, Liana (8), Mark (5), tergeletak tak bernyawa di ruang tamu rumahnya yang berada di Pennsylvania.

Tak jauh dari tubuh mereka, orangtua bocah-bocah itu juga ditemukan tak bernyawa. Tidak ada yang tahu pasti apakah sang suami, Mark, atau istri, Megan, yang menjadi pelaku pembunuhan.

Sebuah surat juga ditemukan di dalam rumah tersebut. Namun polisi tidak memberikan informasi detail siapa yang menulisnya.

5 dari 8 halaman

Anak Berkebutuhan Khusus

6. Ibu Pembunuh Anak Autis

Kementerian Kesehatan menyebutkan jumlah anak autis cukup tinggi di Indonesia.

Seorang ibu di Kanada memutuskan untuk bunuh diri, setelah membunuh anaknya yang merupakan penyandang kebutuhan khusus.

Sang anak, menderita autis, tak bisa berbicara sehingga setiap kali dia harus mengekspresikan dirinya, pemuda 16 tahun itu akan membenturkan kepalanya ke dinding, orang di sekitarnya, atau mendorong ibunya, Angie Robinson (40).

Sebelum ditemukan tewas oleh saudaranya di rumah mereka, Angie menuliskan pesan terakhir di laman akun Facebook, mengatakan dia sudah tak kuat lagi membesarkan Robert, putranya. S

ementara yayasan Family Service tak mampu memberikan bantuan yang memadai kepada mereka.

6 dari 8 halaman

Miliarder Bunuh Diri

7. Miliarder yang Mengakhiri Nyawanya dan Keluarganya

Cabo da Roca (travel.fanpage.it)

Pada 2015 kasus pembunuhan dan bunuh diri menggemparkan masyarakat yang berada di Cascais, Quinta Patino, Portugal, setelah sepasang suami istri ditemukan tewas di lokasi yang berbeda.

Jasad Anders Christer Larsson (58) ditemukan di kaki tebing Cabo da Roca, yang merupakan wilayah paling barat Eropa.

Penemuan jasad itu bermula ketika wisatawan yang berada di lokasi tersebut terkejut menyaksikan pria berkebangsaan Swedia, terjun dari atas tebing 'menuju kematiannya'.

Nelayan setempat mencoba untuk mengevakuasi jasad Larsson. Namun kala itu mereka tidak menyadari bahwa sebelum bunuh diri, miliarder itu membunuh istrinya sendiri.

Berjam-jam kemudian, seorang penjaga keamanan di Quinta Patino -- kondonium paling mahal dan mewah di Portugal -- menemukan jasad istri Larsson di dalam rumah mereka.

Polisi percaya bahwa Larsson membunuh perempuan 60 tahun itu sebelum akhirnya berkendara ke Cabo da Roca untuk bunuh diri.

Larsson merupakan seorang jutawan properti asal Brasil, pemilik perusahaan bernama Tranesco Empreendimentos di San Paulo.

7 dari 8 halaman

Pembunuhan karena Harga Diri

8. Tak Ingin Terlihat Lemah, Ayah Bunuh Diri Bersama Anak

Damien sengaja menceburkan mobilnya dari dermaga pelabuhan. Membunuh ia dan dua orang putanya (Dailymail.com.au)

Pada Januari 2016 warga di sekitar Pelabuhan Lincoln di Australia Selatan terguncang sebuah tragedi.

Polisi menemukan jasad Damien Little bersama dengan anaknya Koda (4) dan Hunter (9 bulan), di dalam mobil yang diduga sengaja diceburkan dari dermaga.

Selama tiga tahun belakangan, Damien yang berprofesi sebagai sopir truk, pekerja bangunan, dan pemain American Football itu mengalami gangguan kesehatan mental.

Namun karena tak ingin terlihat 'lemah' di mata keluarganya, Damien menolak untuk berkonsultasi atau pun mendapatkan pertolongan medis.

Insiden yang diduga merupakan aksi bunuh diri itu membuat Melissa Little, istri dan ibu dari anak-anak Damien, mengalami schok hebat.

Dalam kesendirian dan kesedihannya, Melissa kemudian membuat sebuah buku yang didedikasikan untuk anak-anak.

Menurut isu yang beredar naskah buku tersebut kini telah berada di tangan editor. Rencananya akan dipublikasikan pada 2017.

Artikel Selanjutnya
Miller Khan Senang Main Film yang Diangkat dari Kisah Nyata
Artikel Selanjutnya
Fania Nada Penasaran Ingin Nonton Warkop DKI Reborn Part 2