Sukses

Top 3: Pertama Kalinya Israel 'Gempur' ISIS, 4 Militan Tewas

Liputan6.com, Golan Heights - Beberapa hari yang lalu pesawat tempur milik Israel dilaporkan melakukan serangan balasan atas tembakan yang dilancarkan oleh Militer ISIS pada patroli Yerusalem, yang berada di Golan Heights atau Dataran Tinggi Golan. 

Serangan tersebut merupakan yang 'pertama kali' dilakukan oleh Israel, sejak konflik berkepanjangan terjadi di wilayah tetangganya, Suriah.

Serangan udara tersebut dilaporkan menewaskan 4 orang militan yang berada di dalam mobil penembak.

Artikel mengenai serangan 'perdana' Israel terhadap ISIS itu menjadi bacaan yang paling diincar oleh pembaca Liputan6.com kanal Global edisi Selasa (29/11/2016) pagi.

Dua artikel lainnya yang juga menarik perhatian pembaca yaitu pernyataan mengejutkan Fidel Casto mengenai ISIS dan Osama Bi kladen, serta geiser langka yang terjadi di Selandia Baru.

Berikut Selengkapnya Top 3 Global:

1. Pertempuran 'Perdana' Israel Vs ISIS di Suriah, 4 Militan Tewas

Pasukan Khusus Irak menembakan senjata artileri saat pertempuran dengan pasukan ISIS di selatan Mosul, Irak, Sabtu (29/10). Pasukan Khusus Irak terus menggempur ISIS yang menguasai kota Mosul. (REUTERS)

Pesawat Israel dilaporkan menembak sebuah kendaraan bersenjata api di Suriah dan menewaskan 4 orang penumpang mobil yang merupakan militan ISIS

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu 27 November 2016 waktu setempat, setelah anggota militan itu menembaki patroli militer Israel, yang berada di wilayah Golan Heights atau Dataran Tinggi Golan.

Seperti dikutip dari CBSNews.com, Senin 28 November 2016, sejauh ini Israel tidak terlalu terpengaruh oleh perang yang tengah berkecamuk di negara tetangganya. Negara yang beberapa hari lalu mengalami kebakaran dahsyat itu hanya mengalami beberapa insiden kecil di wilayah perbatasan mereka, yang secara umum mereka anggap sebagai taktik dari rezim Presiden Bashar al-Assad.

Pemerintah biasanya tidak 'ambil pusing' dan hanya membalas 'seadanya' terhadap pertempuran yang terjadi di Suriah.

Selengkapnya...

2. Fidel Castro: ISIS Bikinan Israel, Osama Bin Laden 'Agen CIA'

Fidel Castro, Tokoh revolusioner Kuba Fidel Castro adalah orang yang masih hidup dengan nilai tanda tangan termahal, mencapai sekitar $5.970 atau Rp 72,98 juta. (AFP PHOTO/Roberto)

Fidel Castro yang meninggal pada Jumat 25 November 2016 lalu pada usia 90 tahun adalah sosok kontroversial. Ia dicintai sekaligus dicaci. Dibenci namun dikagumi. Pemimpin revolusi Kuba itu bahkan mendapatkan tempat di panggung dunia -- yang tidak proporsional dengan ukuran negerinya yang tak seberapa besar.

Fidel jugaCastro punya gaya sendiri saat menghujamkan kritik pada pihak lawan, termasuk 'mencela' Israel.

Misalnya yang terjadi pada September 2014. Lewat media pemerintah, Castro menyalahkan Senator AS John McCain dan badan mata-mata Israel Mossad. Kolaborasi keduanya, tambah dia, bermuara pada penciptaan ISIS -- kelompok teroris yang menguasai petak besar wilayah di Irak dan Suriah awal tahun itu.

Dalam kolom itu, Castro menggambarkan McCain sebagai "sekutu paling tanpa syarat Israel" dan pendukung setia Mossad. Ia mengatakan bahwa senator tersebut "berpartisipasi bersama-sama Israel untuk menciptakan ISIS," demikian seperti dilansir Haaretz, pada Senin.

Selengkapnya...

3. Gemuruh dan 'Letusan' Air Panas Bangunkan Warga Selandia Baru

Danau Rotorua di Ohinemutu (News.com.au)

Sekelompok penduduk yang tinggal di wilayah Selandia Baru, terbangun dari tidur mereka akibat adanya suara 'letusan' di Danau Rotorua, yang menyemprotkan air setinggi 20 hingga 30 meter.

Lani Kereopa, seorang warga di Ohinemutu, terjaga dari tidurnya pada pukul 04.00 pagi waktu setempat, oleh suara gemuruh yang terdengar seperti suara gebukan keras, diikuti oleh bunyi terjangan air.

Kereopa mengatakan di daerah tempat tinggalnya itu memang sering terjadi aktivitas panas bumi (geothermal), namun tak pernah sebelumnya yang seperti itu terjadi.

"25 meter dari rumahku air mancur panas atau geiser menyembur dari dalam danau. Aku berdiri dan melihat melalui jendela, sangat gelap dan aku pikir tidak ada yang berbeda walaupun kelam. Lalu 'letusan' kedua terjadi, aku melihat air menyembur ke udara," ujar Kereopa, seperti dikutip dari News.com.au, Senin.