Sukses

Sadis, Pemilik Penitipan Anak di AS Menggantung Balita 16 Bulan

Liputan6.com, Minneapolis - Yang dibutuhkan seorang anak dari orangtua sejatinya adalah kasih sayang, perhatian serta perlindungan. Namun di tengah banyaknya kesibukan, tak jarang masih banyak para orangtua yang mempercayakan putra putri mereka ke tempat penitipan anak.

Apakah itu berarti para orangtua bisa merasa lebih aman atau justru sebaliknya? Pertanyaan ini belum lama terjawab di sebuah day care centre di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Salah satu pekerjanya mencoba menggantung seorang balita berusia 16 bulan, pada Jumat pagi, 18 November 2016 yang lalu.

Namun, seperti dikutip dari Chicago Tribune, tersangka bernama Nataliia Karia. Perempuan 42 tahun itu adalah pemilik tempat penitipan anak Uptown Daycare.

Untungnya nyawa bocah laki-laki tersebut berhasil diselamatkan oleh salah satu orangtua yang hendak menitipkan anaknya.

"Sangat mengerikan, mengerikan sekali," ungkap Polisi Kris Arneson yang melihat serangan tersebut.

"Kami tidak pernah ingin anak-anak kami sampai terluka. Itu mungkin adalah kejadian paling menakutkan yang pernah dihadapi oleh polisi," tambah Kris, seperti dilansir dari BBC.com, Senin (21/11/2016).

Meski identitas tersangka belum diketahui, wanita tersebut diketahui bekerja sebagai petugas operator di tempat penitipan anak.

Mengetahui perbuatannya telah diketahui, tersangka berusaha melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap polisi. Dengan mengendarai sebuah mini van, wanita tersebut memacu kendarannya dengan cepat hingga menabrak dua pejalan kaki.

"Tersangka bahkan tidak berhenti setelah menabrak dua orang pejalan kaki dan satu pesepeda. Ia bahkan mengancam akan mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan," kata asisten Kepala Polisi Kris Anerson, yang dilansir dari News.com.au.

Akibat perbuatan tersangka, korban tabrak lari terseret beberapa blok dan mengalami patah tulang.

"Wanita itu kini sudah ditahan dan tengah diperiksa di rumah sakit setempat. Perihal kenapa tersangka melakukan perbuatan keji itu, kami tidak tahu," jelas Kris kepada the Minneapolis Star Tribune saat ditanya tentang tersangka.