Sukses

'Profesor Peramal': Donald Trump Berpotensi Dilengserkan

Liputan6.com, Washington, DC - Donald Trump mengejutkan dunia dengan kemenangannya dalam pemilu presiden Amerika Serikat (AS) 2016. Namun seorang sejarawan politik di American University, Allan Lichtman memprediksikan, kepemimpinan Trump akan berumur pendek.

"Ada peluang besar Donald Trump akan menghadapi pemakzulan," ujar Lichtman seperti dikutip dari CNN, Kamis (17/11/2016).

Lichtman bukanlah sosok biasa. Ia dijuluki "Profesor Prediksi" karena sejak tahun 1984 telah meramalkan pilpres AS secara akurat.

"Pertama-tama, karena sepanjang hidupnya (Trump) dia telah bermain-main dengan hukum. Dia menjalankan kegiatan amal ilegal di New York. Dia membuat kontribusi kampanye ilegal melalui kegiatan amal tersebut. Dia telah menggunakan kegiatan amal untuk melunasi utang bisnis pribadi. Dia menghadapi tuntutan dari RICO," kata Lichtman.

Meski demikian, hal-hal yang disebutkan Lichtman tersebut belum terbukti secara hukum. Namun sang sejarawan yakin itu akan menjadi salah satu alasan pemakzulan Trump di samping alasan lainnya, yakni kurangnya pengalaman presiden terpilih AS itu dalam mengemban jabatan publik.

Capres AS dari Partai Republik, Donald Trump saat debat capres AS ketiga dan terakhir di University of Nevada, Las Vegas, Rabu (19/10). (REUTERS/Mark Ralston/Pool)

Sejak memenangkan pemilu pada pekan lalu, Trump bersama dengan cawapresnya, Mike Pence sejauh ini telah mengisi dua pos strategis. Mereka menunjuk Reince Priebus sebagai Kepala Staf Gedung Putih, sementara itu Stephen Bannon yang merupakan petinggi media konservatif, Breitbart News diangkat sebagai kepala strategi dan penasihat senior.

"Kaum Republik cemas tentang Donald Trump. Tidak ada yang tahu apa yang ia yakini atau apa yang diperjuangkannya. Dia tak bisa dikontrol...," kata Lichtman seperti dilansir dari CNBC, Kamis (17/11/2016).

"Dia (Trump) adalah meriam yang longgar sementara Republikan suka mengontrol dan mereka akan sangat senang melihat Mike Pence menjadi presiden karena ia dapat diprediksi dan dikendalikan, sesuai dengan standar konservatif Partai Republik," imbuhnya.

Prediksi Lichtman terkait dengan hasil pilpres didasarkan pada sejarah. Ia menjelaskan, bahwa ia memiliki 13 poin atau kunci yang telah dia kembangkan dengan mempelajari pilpres dari 1860 hingga 1980. Dan kemudian ia terapkan sebagai dasar analisis prediksinya.

Ramalan Lichtman sendiri terkait pemenang pilpres AS 2016 benar. Namun ketika meramalkan nasib Trump di Gedung Putih ia mengaku itu berdasarkan nalurinya.

Jika pernyataan Lichtman tersebut kembali akurat maka Trump akan menjadi presiden ketiga yang dimakzulkan dalam sejarah kepresidenan AS.

Presiden AS pertama yang diberhentikan adalah Andrew Johnson pada 1868 dan yang kedua adalah Bill Clinton pada 1999.

Artikel Selanjutnya
Marak Skandal Politik, Rusia Ganti Dubes di AS
Artikel Selanjutnya
Menlu AS Desak Saudi Cs dan Qatar untuk Duduk Bersama