Sukses

Top 3: Ketika Armada Kapal Perang Rusia Tiba di Suriah

Liputan6.com, Jakarta - Ketika perhatian warga Amerika Serikat sedang terpusat pada pemilihan umum yang baru lalu, armada laut Rusia tiba di Suriah dalam kekuatan yang melibatkan kapal induk.

Tibanya armada Angkatan Laut Rusia di Suriah menjadi pusat perhatian pembaca Liputan6.com pada Senin (14/11/2016) sore.

Kemudian, kisah kekhawatiran warga Venesia, Italia, juga disimak oleh pembaca. Laporan kali ini mengungkapkan kemungkinan kota itu ditinggalkan penduduknya sehingga menjadi kota hantu. Alasannya? Biaya hidup yang melonjak menjadi salah satu penyebabnya.

Terakhir, segala aspek tentang presiden terpilih Amerika Serikat mengusik rasa penasaran. Para pembaca mengikuti ulasan membaca kepribadian Donald Trump melalui tanda tangannya. Seperti apakah karakter pemimpin yang sering melontarkan kata-kata 'keras' itu?

Berikut adalah Top 3 Global selengkapnya:

 

1. Kapal Perang Rusia Tiba di Suriah, Serangan Besar Akan Terjadi?

Kapal induk Rusia, Admiral Kuznetsov disebut mampu mengangkut 50 jet tempur (Reuters)

Sebuah armada kapal perang Rusia tiba di lepas pantai Suriah, Sabtu (13/11/2016). Armada tersebut diduga akan melakukan serangan dalam skala besar di Aleppo, baik melalui darat maupun udara.

Dikutip dari The Telegraph, Minggu 13 November 2016, kelompok yang dipimpin oleh kapal induk Admiral Kuznetsov dan diiringi sebuah kapal bertenaga nuklir Peter The Great, telah melakukan pelayaran "provokatif" dalam perjalanannya melalui Selat Inggris untuk mencapai Mediterania timur.

Komandan kapal Admiral Kuznetsov, Sergei Artamonov, telah mengonfirmasi kepada stasiun televisi Russia-1 melalui jaringan video pada 12 November lalu, bahwa pesawat yang dibawa kapal induk telah lepas landas dari dek kapal untuk melakukan pengintaian.

Selanjutnya...

2. Warga Khawatir Venesia Akan Berubah Jadi 'Kota Hantu', Ada Apa?

Venesia, Italia (Reuters)

Dapatkah sebuah kota bertahan sementara populasinya menyusut hanya dalam waktu satu generasi?

Pertanyaan itulah yang menghantui Venesia saat ini, di mana para turis menyesaki tiap sudut kota dan biaya hidup makin mahal. Hal tersebut menyebabkan para warganya memilih untuk meninggalkan kota tersebut.

Populasi di Venesia menurun hingga hanya terdapat 55.000 jiwa pada November 2016, dibandingkan dengan 78.000 jiwa pada 1990. Menurut pemerintah kota, hampir separuh penduduknya berusia di atas 60 tahun, dan 9.000 di antaranya berumur 18 tahun.

Selanjutnya...


3. Ini Analisis Ahli soal Karakter Donald Trump dari Tanda Tangannya

Tanda Tangan Donald Trump (Twitter/Hardly Serious)

Tulisan dan tanda tangan merupakan salah satu unsur terbesar dari individualitas yang kita miliki. Kedua hal itu juga dapat digunakan oleh ahli grafologi--orang yang menganalisis tulisan tangan--untuk menentukan kepribadian seseorang.

Sejak terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump merupakan salah satu orang yang memiliki tanda tangan "terkuat" di dunia.

Dikutip dari Independent, Senin 14 November 2016, Tracey Trussell dari British Institute of Graphologists telah menganalisis tanda tangan Donald Trump yang segera menggantikan kursi Barack Obama dari Gedung Putih.

Selanjutnya...