Sukses

Kabar Bohong Beredar, Donald Trump Muslim yang Lahir di Pakistan

Liputan6.com, London - Pemilihan presiden Amerika Serikat memang menarik perhatian seluruh dunia. Segala aspek kehidupan para calon presiden pada saat kampanye dibongkar habis-habisan.

Donald Trump, pemenang pemilu Amerika Serikat, juga tidak luput dari pengamatan tentang masa kecilnya. Dikutip dari laman Metro.co.uk pada Senin (14/11/2016), suatu kanal berita berbahasa Urdu, Neo News, di Pakistan menduga bahwa Trump yang berambut pirang itu sebenarnya lahir di Waziristan pada 1946 dengan nama Dawood Ibrahim Khan.

Kanal berita itu melanjutkan penjelasan bahwa Trump disebutkan tinggal di kawasan itu hingga 1955. 'Trump' cilik kemudian diadopsi oleh keluarga Amerika setelah mendengar kabar meninggalnya orangtua kandung bocah tersebut.

Kanal itu bahkan menayangkan gambar masa kecil 'Trump di Pakistan' dan menyebutkan bahwa presiden terpilih AS itu mendapatkan pendidikan masa kecil di Pakistan.

Dalam laporan yang terbit bulan lalu, reporter kanal berita itu mengatakan, "Calon presiden Donald Trump dilahirkan di Pakistan, bukan di Amerika."

Tapi, mereka menambahkan bahwa mereka bukanlah sumber asli kisah tersebut. Mereka mengaku menerima cuitan Twitter dari seorang pria yang menyebut Trump lahir dalam keluarga Muslim.

Namun demikian, karena mereka menyiarkannya, kanal berita tersebut menerima celaan dari warga yang mempertanyakan bagaimana 'saluran berita terpercaya' bisa menyiarkan kabar demikian sebagai 'fakta'.

Jika memang benar Trump dilahirkan di Pakistan, tentu janggal menyaksikan upaya Trump selama 5 tahun terakhir untuk mencari 'bukti' bahwa Presiden Barack Obama terlahir di Kenya.

Donald Trump baru menghentikan pencarian 'bukti' itu pada September lalu dan mengakui bahwa, "Obama lahir di Amerika Serikat" melalui suatu pidato di Washington.

Namun demikian, Donald Trump tidak meminta maaf telah terlibat dalam gerakan mempertanyakan tempat kelahiran Obama tersebut. Ia malah berdalih, "Saya sendiri cukup yakin dengan tempat di mana saya dilahirkan."

Pihak Metro.co.uk sudah menghubungi Donald Trump untuk dimintai komentarnya.

Artikel Selanjutnya
Marak Skandal Politik, Rusia Ganti Dubes di AS
Artikel Selanjutnya
Mahkamah Agung AS Restui Kebijakan Anti-Imigran Muslim ala Trump